Sunday, October 22, 2017

Tuntut Keadilan, Relawan Kemanusiaan Kirim Surat Terbuka Kepada Presiden


Sejumlah relawan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara, mengirimkan surat terbuka kepada Presiden RI Joko Widodo. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Ketua PMI Pusat yang juga Wakil Preseiden RI, dan Gubernur Aceh.

Surat terbuka itu dikirim terkait penetapan penahanan dua relawan UTD PMI Aceh Utara oleh Pengadilan Negeri Lhokseumawe, atas kasus salah transfusi darah terhadap seorang pasien di Rumah Sakit Arun atas nama Badriah Daud, warga Glumpang Sulu Timu, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, beberapa waktu lalu.

Dalam surat terbuka tersebut, relawan UTD PMI Aceh Utara meminta keadilan atas kesalahan yang bukan dilakukan oleh dua orang relawannya atas kasus salah transfusi darah.
Berikut kutipan lengkap Surat Terbuka untuk Presiden dan Gubernur Aceh:
Kepada YTH:
  1. Bapak Presiden
  2. Bapak Gubernur Aceh
  3. Ketua Umum PMI Pusat
 Assalamualaikum. Wr. Wb.
Tiada kata paling indah selain ucapan salam. Kami berdoa agar pemimpin-pemimpin kami selalu sehat guna dapat menjalankan kerjanya dengan maksimal.
Palang Merah Indonesia yang disingkat dengan PMI, usianya kini sama halnya dengan usia Republik Indonesia. Ditilik dari sejarah pembentukannya, PMI hadir 1 bulan setelah kemerdekaan Indonesia tepatnya 17 September 1945. Mereka yang mengerti sejarah paham betul bahwa PMI merupakan organisasi yang memiliki andil besar dalam kemerdekaan Indonesia. Dalam perannya, PMI selalu indentik dengan kebencanaan dan pelayanan darah. Tidak heran PMI yang tergabung dalam Internasional Red Cross (IRC) sangat dihargai baik di luar negeri maupun dalam negri, hal ini tampak jelas saat konflik dan tsunami Aceh. 
Di masa konflik dahulu antara TNI dan GAM, tampak jelas peran PMI terutama dalam menelusuri hutan belantara, jalanan di desa maupun kota dalam melakukan evakuasi baik itu korban hidup maupun mati akibat konflik yang terjadi. Maka tidak heran lambang PMI saat itu sangat dihormati.
Kepada pemimpin-pemimpin kami saat ini kami ingin mengadu, PMI yang di dalamnya ada Unit Transfusi Darah sedang dikriminalisasi. Unit Transfusi Darah (UTD) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2011, Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 84 Tahun 2014, dan Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 91-92 Tahun 2015, menjelaskan terkait tugas dan tanggungjawab yang dimiliki oleh unit transfusi darah.
UTD bertanggungjawab dalam hal melakukan donor recruitment, screening darah, konfirmasi golongan darah, uji silang serasi dan pendistribusian darah ke rumah sakit jejaringnya. Tanggungjawab yang diberikan tidak mudah, apalagi jika ini hanya dibebankan kepada UTD PMI saja, padahal jelas di PERMENKES Nomor 83 Tahun 2014 mengatakan tanggungjawab ini bersama-sama dengan pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan.
Pemimpin-pemimpin kami, saat ini kami dikriminalisasi.
Kasus kesalahan transfusi itu kembali dibuka. Saat jelas sampel darah yang dikirimkan oleh petugas rumah sakit salah, namun kami ikut dipersalahkan, padahal jelas jika sampel darah yang dikirimkan itu berbeda dengan sampel si pasien, maka hasil dari pemeriksaan yang dilakukan juga akan berbeda. Apakah itu fair jika petugas kami juga dipersalahkan terkait kesalahan yang dilakukan oleh orang lain.
Pemimpin-pemimpin kami, saat ini petugas kami mengalami paranoid. Mereka ketakutan, karena kasus yang merebak saat ini. Mereka telah bekerja sebaik mungkin guna menjaga keamanan darah itu sendiri seakan sia-sia akibat kasus ini. Pihak lain yang melakukan kesalahan kami yang disalahkan.
Kami hanya minta keadilan, tolong jangan kriminalisasi kami terhadap sesuatu yang tidak kami lakukan.
Wassalam
Sementara itu Direktur UTD PMI Aceh Utara dr Ivo Febriani kepada LayarBerita.com, Minggu (22/10/2017) mengatakan, surat terbuka itu merupakan kesepakatan sejumlah relawan UTD PMI Aceh Utara sebagai bentuk solidaritas atas dua rekan mereka yang sudah ditahan di Lapas Klas IIA Lhokseumawe.
“Surat terbuka ini sebagai bentuk solidaritas atas penahanan dua rekan kami. Untuk itu kami hanya minta keadilan kepada pemimpin-pemimpin kami. Tolong jangan kriminalisasi kami terhadap sesuatu yang tidak kami lakukan,” ujarnya.

Saturday, October 21, 2017

Tayangan Live Streaming TV One


Tayangan Live Streaming dari TV One untuk Nonton Persib maupun menikmati berbagai hiburan lainnya.


TV One Live Streaming


Nonton Bareng Persib di TV One!


Makalah Tenses Lengkap untuk SD SMP dan SMK/SMA




1.  Simple Present Tense
Simple Present Tense adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan atau kegiatan yang berlangsung/terjadi pada waktu sekarang dalam bentuk sederhana, kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang, kebiasaan sehari-hari, peristiwa atau perbuatan yang tidak ada kaitannya dengan waktu, dan untuk mengekspresikan kebenaran umum.

Simple Present Tense menggunakan jenis "TO BE 1" and "VERB 1"
TO BE 1 terdiri dari: am, is, are (untuk selengkapnya, lihat tabel berikut)
I
Am
You

Are
They
We
He

Is
She
It

I


Do / Don't
You
They
We
He
She
It

Does / Doesn't

CATATAN:
DO dan DOES digunakan pada kalimat tanya.
DON'T (DO NOT) dan DOESN'T (DOES NOT) digunakan pada kalimat negatif.
TO BE 1 (am, is, are) digunakan ketika suatu kalimat tidak ada unsur kata kerja (NON VERB)

Rumus dan Contoh Kalimat Simple Present Tense
Mengekspresikan kalimat Simple Present Tense yang menggunakan kata kerja (VERB)
+
Subject + Verb 1 + Object
-
Subject + DON'T / DOESN'T + Verb 1 + Object
?
DO / DOES + Subject + Verb 1 + Object?
?
Question Word + DO/ DOES + Subject + Verb 1?

Contoh :
+
I speak English everyday
She speaks English everyday
-
I don't speak English
She doesn't speak English

?
Do you speak English?
Jawaban: Yes I do, atau No, I don't
Does she speak English?
Jawaban: Yes She does, atau No, She doesn’t
?
Why do you speak English everyday ?
PENTING:
Hanya pada kalimat positif, untuk subject "He, She, It", penggunaan kata kerjanya (VERB) harus diakhiri dengan "s/es." Penambahan “s/es” pada kata kerja dasar (inifinitive) adalah sebagai berikut:

Pada umunya kata kerjanya langsung ditambah dengan akhiran “-s”, contohnya:
Work – Works
Write – Writes
Speak – Speaks

Kata kerja yang berakhiran huruf “ch, o, s, sh, x” ditambah akhiran “-es”, contohnya:
Pass - Passes
Finish - Finishes
Teach - Teaches
Go - Goes
Fix - Fixes

Kata kerja yang berakhiran dengan huruf “-y” dan dimulai dengan huruf mati, akhiran “-y” diubah menjadi “-i” kemudian ditambah “-es”, contohnya:
Study - Studies
Carry - Carries
Cry - Cries

Sedangkan kata kerjanya berakhiran dengan huruf “-y” yang diawali dengan huruf hidup, cukup ditambah dengan akhiran “-s” saja, contohnya:
Buy - Buys
Play - Plays
Say - Says

Apabila kata kerjanya diawali dengan huruf kata kerja bantu (Modal Auxiliaries), maka tidak mendapatkan tambahan “s/es”,contohnya:
He Will work
She Can open
He Must close

Fungsi Simple Present Tense pada kalimat verbal

Menyatakan suatu perbuatan yang menjadi kebiasaan atau yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu (Habitual Action), contohnya:
We study hard everyday.
She visits the library twice a month.

Menyatakan suatu kebenaran atau kenyataan umum, atau suatu kebenaran yang dianggap terjadi terus-mnerus (The General Truth), contohnya:
A year has twelve months.
The sun rises in the East.

Selengkapnya UNDUH DI SINI.