Saturday, December 30, 2017

Militansi terhadap Petahana yang terlalu ditonjolkan

Ciamis - Merasa berlebihan terhadap aksi sejumlah kades di priangan timur yang terlalu menonjolkan diri dalam mendukung seorang inkumben untuk melaju ke periode selanjutnya sebagai bupati periode 2018-2023, membuat seorang penulis dan juga pengamat lingkungan, BangMisno Sindanghaji khawatir apabila inkumben tersebut gugur.

Seorang kades hendaknya tidak perlu menunjukkan secara berlebihan atas dukungan terhadap inkumben apalagi memaksakan kehendak terhadap bawahan untuk turut serta bahkan wajib mendukung calon dari inkumben tersebut.

Lalu apa yang akan terjadi apabila seorang inkumben yang mereka idolakan dan dibangga-banggakan gugur dalam pemilihan, haruskah mereka ikut gugur, pupus atau mati? Ataukah terpaksa hidup dan mengakui kekalahan dengan penuh rasa malu? 

Sekali lagi, militansi seorang kades tidak perlu ditonjolkan berlebihan agar kedepannya siapapun yang terpilih baik inkumben ataupun calon lain terpilih, mereka yakni para kades tidak akan membawa rasa malu.

=====Tulisan di atas hanya pandangan pribadi terhadap kepala desa yang militan terhadap calon bupati inkumben namun menekan kepada bawahannya untuk turut serta mendukung petahana tersebut. Sembari menikmati pandangan ini, saya sedang mengamati tag berita tentang "Ustad Abdul Somad diangkat menjadi Penasehat Sultan Brunei Darussalam" serta mengkaji isu tersebut.

Friday, December 22, 2017

GAMPA Desa Karangpaningal Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung Dakwah Purwadadi

Widodo Sujatniko, Kades Karangpaningal hadiri Maulid Nabi di Gedung Dakwah Purwadadi

Gabungan Anak Muda Pagantungan (GAMPA) kembali membuat gebrakan baru yakni menggelar pengajian dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW di gedung dakwah Kecamatan Purwadadi, Jum'at (22/12).

Tampak dalam acara tersebut, hadir kepala desa Karangpaningal, Widodo Sujatniko didampingi bendahara desa tengah duduk dalam ruang aula Gedung Dakwah Kecamatan Purwadadi.

Hadroh Santri Al-Barokah Ramaikan Maulid Nabi Muhammad SAW

Monday, December 11, 2017

Mengenang 1 Tahun Wafatnya Mr. Clean, Alfatihah

Bersyukur kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita masih bisa menikmati kehidupan hingga saat ini. Hari ini tepat tanggal 11 Desember 2017 merupakan momentum bahagia dan penuh rasa syukur, karena perjuangan Sukarelawan PMI dari berbagai daerah yang diinisiatori oleh Mr. Clean telah membuahkan hasil.

Undang-undang Kepalangmerahan yang merupakan bentuk perlindungan hukum terhadap relawan PMI yang bertugas di lapangan, telah SAH atas nama hukum dalam persidangan DPR yang diketuai oleh Fadli Zon. Hadiah untukmu Mr. Clean, doa kami semua untukmu yang telah mendahului.

Download Kode Cheat GTA PS2

Saturday, December 9, 2017

FORPADI Gelar Laga Persahabatan antara PSGC Ciamis vs SSB GIRI DARMA FC di Karangpaningal


Karangpaningal - Pertandingan sepakbola yang berlangsung di Desa Karangpaningal Kecamatan Purwadadi mempertemukan PSGC Ciamis vs SSB GIRI DARMA FC berlangsung meriah. Acara yang digelar pada hari ini, Sabtu (9/12) hari ini terlihat sportif walaupun cuaca tidak menentu. Bahkan diawal pertandingan pun arena permainan sudah diguyur hujan yang cukup deras dan permainan tetap dilanjutkan hingga menjelang maghrib.

Berikut ini live pertandingan PSGC CIAMIS vs SSB GIRI DARMA FC yang diinisiatori oleh FORPADI (FORUM PEMUDA PEMUDI PURWADADI) dan didukung Oleh Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin untuk Manajer PSGC Ciamis, H. HERDIAT SUNARYA. #ASLICIAMISPISAN #ASLICIAMIS

Wednesday, November 1, 2017

RAWA LAKBOK, LAHAN GAMBUT YANG TERSISA DI JAWA


Saat ini Rawa Lakbok bertransformasi menjadi lahan padi. Tanah gambutnya sering ditambang untuk menanam jamur dan tanaman hias.

Jika keluar kata "lahan gambut" di Indonesia, maka lokasi yang teringat pertama adalah Pulau Sumatra atau Kalimantan. Namun, pada tahun 1933, peneliti asal Belanda, Betje Polak, menyimpulkan bahwa Pulau Jawa juga memiliki lahan gambut di Rawa Lakbok, Ciamis, Jawa Barat.

Hasil studi Polak diterbitkan tahun 1949 dan mengindikasikan gambut Rawa Lakbok terbentuk berkat materi kayu dan hutan hujan. Membuat lahan gambut di lokasi ini berbeda dengan lokasi lahan gambut pada umumnya.

Saat ini Rawa Lakbok bertransformasi menjadi lahan padi. Sesuai dengan peta yang dikeluarkan Bakorsurtanal (kini BIG) tahun 1999, tanah di lokasi ini adalah inseptisol. Berbekal penelitian Polak, tiga peneliti Indonesia: Budi Sumawawinata, Budi Mulyanto, dan Nia S.Sunarti melakukan kajian kembali dan menelurkan jurnal ilmiah berjudul "Land Use Evolution of Peatland in Rawa Lakbok, West Java" pada tahun 2004.

Menurut laporan ketiga peneliti ini, selain bertani, aktivitas yang mencolok di Rawa Lakbok adalah menambang tanah gambut. Materi gambut hasil penambangan digunakan untuk menanam jamur atau tanaman hias.

Sedangkan dari sisi ekologi, menambang tanah gambut sengaja dilakukan untuk menurunkan permukaan tanah untuk mencegah kekeringan di musim kemarau.

"Lahan gambutnya kini sebagian besar dilapisi sedimen liat. Di bawah lapisan liat, lapisan gambutnya masih terawat dengan baik dan menunjukkan vegetasi yang tersisa seperti pakis, daun, pohon, dan semak-semak," ujar Hans Joosten, Profesor Studi Lahan Gambut dan Paleoekologi dari Institut Botani dan Ekologi Lanskap, Jerman.

Dalam perbincangan dengan National Geographic Indonesia, akhir Februari 2013, Joosten tertarik dengan Rawa Lakbok dan potensi gambutnya. Ketika berkunjung ke sana, Joosten memperkirakan luasan lahan gambut Rawa Lakbok tidak banyak berkurang dibanding tahun 1930-an yang mencapai 3.000-an hektare.

Masyarakat setempat juga tahu betul mengenai keberadaan gambut di wilayah mereka. Salah satu indikasinya terlihat ketika membuka lahan, masyarakat setempat sudah siap mengikis lahan gambut yang ada dengan cangkul.

Disarankan Joosten agar diadakan investigasi menyeluruh mengenai luas, kedalaman, dan deposito dari gambut di Rawa Lakbok. Termasuk melakukan penelitian paleoekologi untuk mengetahui paleo-sejarahnya.

"Berikan juga restorasi dari vegetasi gambut yang sebenarnya, agar masyarakat di masa kini dan mendatang tahu bagaimana rupa wilayah ini di masa lampau," saran Joosten.

Sumber 
Master Multimedia Download Anemon Laut di Sini

Sunday, October 22, 2017

Tuntut Keadilan, Relawan Kemanusiaan Kirim Surat Terbuka Kepada Presiden


Sejumlah relawan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara, mengirimkan surat terbuka kepada Presiden RI Joko Widodo. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Ketua PMI Pusat yang juga Wakil Preseiden RI, dan Gubernur Aceh.

Surat terbuka itu dikirim terkait penetapan penahanan dua relawan UTD PMI Aceh Utara oleh Pengadilan Negeri Lhokseumawe, atas kasus salah transfusi darah terhadap seorang pasien di Rumah Sakit Arun atas nama Badriah Daud, warga Glumpang Sulu Timu, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, beberapa waktu lalu.

Dalam surat terbuka tersebut, relawan UTD PMI Aceh Utara meminta keadilan atas kesalahan yang bukan dilakukan oleh dua orang relawannya atas kasus salah transfusi darah.
Berikut kutipan lengkap Surat Terbuka untuk Presiden dan Gubernur Aceh:
Kepada YTH:
  1. Bapak Presiden
  2. Bapak Gubernur Aceh
  3. Ketua Umum PMI Pusat
 Assalamualaikum. Wr. Wb.
Tiada kata paling indah selain ucapan salam. Kami berdoa agar pemimpin-pemimpin kami selalu sehat guna dapat menjalankan kerjanya dengan maksimal.
Palang Merah Indonesia yang disingkat dengan PMI, usianya kini sama halnya dengan usia Republik Indonesia. Ditilik dari sejarah pembentukannya, PMI hadir 1 bulan setelah kemerdekaan Indonesia tepatnya 17 September 1945. Mereka yang mengerti sejarah paham betul bahwa PMI merupakan organisasi yang memiliki andil besar dalam kemerdekaan Indonesia. Dalam perannya, PMI selalu indentik dengan kebencanaan dan pelayanan darah. Tidak heran PMI yang tergabung dalam Internasional Red Cross (IRC) sangat dihargai baik di luar negeri maupun dalam negri, hal ini tampak jelas saat konflik dan tsunami Aceh. 
Di masa konflik dahulu antara TNI dan GAM, tampak jelas peran PMI terutama dalam menelusuri hutan belantara, jalanan di desa maupun kota dalam melakukan evakuasi baik itu korban hidup maupun mati akibat konflik yang terjadi. Maka tidak heran lambang PMI saat itu sangat dihormati.
Kepada pemimpin-pemimpin kami saat ini kami ingin mengadu, PMI yang di dalamnya ada Unit Transfusi Darah sedang dikriminalisasi. Unit Transfusi Darah (UTD) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2011, Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 84 Tahun 2014, dan Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 91-92 Tahun 2015, menjelaskan terkait tugas dan tanggungjawab yang dimiliki oleh unit transfusi darah.
UTD bertanggungjawab dalam hal melakukan donor recruitment, screening darah, konfirmasi golongan darah, uji silang serasi dan pendistribusian darah ke rumah sakit jejaringnya. Tanggungjawab yang diberikan tidak mudah, apalagi jika ini hanya dibebankan kepada UTD PMI saja, padahal jelas di PERMENKES Nomor 83 Tahun 2014 mengatakan tanggungjawab ini bersama-sama dengan pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan.
Pemimpin-pemimpin kami, saat ini kami dikriminalisasi.
Kasus kesalahan transfusi itu kembali dibuka. Saat jelas sampel darah yang dikirimkan oleh petugas rumah sakit salah, namun kami ikut dipersalahkan, padahal jelas jika sampel darah yang dikirimkan itu berbeda dengan sampel si pasien, maka hasil dari pemeriksaan yang dilakukan juga akan berbeda. Apakah itu fair jika petugas kami juga dipersalahkan terkait kesalahan yang dilakukan oleh orang lain.
Pemimpin-pemimpin kami, saat ini petugas kami mengalami paranoid. Mereka ketakutan, karena kasus yang merebak saat ini. Mereka telah bekerja sebaik mungkin guna menjaga keamanan darah itu sendiri seakan sia-sia akibat kasus ini. Pihak lain yang melakukan kesalahan kami yang disalahkan.
Kami hanya minta keadilan, tolong jangan kriminalisasi kami terhadap sesuatu yang tidak kami lakukan.
Wassalam
Sementara itu Direktur UTD PMI Aceh Utara dr Ivo Febriani kepada LayarBerita.com, Minggu (22/10/2017) mengatakan, surat terbuka itu merupakan kesepakatan sejumlah relawan UTD PMI Aceh Utara sebagai bentuk solidaritas atas dua rekan mereka yang sudah ditahan di Lapas Klas IIA Lhokseumawe.
“Surat terbuka ini sebagai bentuk solidaritas atas penahanan dua rekan kami. Untuk itu kami hanya minta keadilan kepada pemimpin-pemimpin kami. Tolong jangan kriminalisasi kami terhadap sesuatu yang tidak kami lakukan,” ujarnya.

Saturday, October 21, 2017

Tayangan Live Streaming TV One


Tayangan Live Streaming dari TV One untuk Nonton Persib maupun menikmati berbagai hiburan lainnya.


TV One Live Streaming


Nonton Bareng Persib di TV One!


Makalah Tenses Lengkap untuk SD SMP dan SMK/SMA




1.  Simple Present Tense
Simple Present Tense adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan atau kegiatan yang berlangsung/terjadi pada waktu sekarang dalam bentuk sederhana, kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang, kebiasaan sehari-hari, peristiwa atau perbuatan yang tidak ada kaitannya dengan waktu, dan untuk mengekspresikan kebenaran umum.

Simple Present Tense menggunakan jenis "TO BE 1" and "VERB 1"
TO BE 1 terdiri dari: am, is, are (untuk selengkapnya, lihat tabel berikut)
I
Am
You

Are
They
We
He

Is
She
It

I


Do / Don't
You
They
We
He
She
It

Does / Doesn't

CATATAN:
DO dan DOES digunakan pada kalimat tanya.
DON'T (DO NOT) dan DOESN'T (DOES NOT) digunakan pada kalimat negatif.
TO BE 1 (am, is, are) digunakan ketika suatu kalimat tidak ada unsur kata kerja (NON VERB)

Rumus dan Contoh Kalimat Simple Present Tense
Mengekspresikan kalimat Simple Present Tense yang menggunakan kata kerja (VERB)
+
Subject + Verb 1 + Object
-
Subject + DON'T / DOESN'T + Verb 1 + Object
?
DO / DOES + Subject + Verb 1 + Object?
?
Question Word + DO/ DOES + Subject + Verb 1?

Contoh :
+
I speak English everyday
She speaks English everyday
-
I don't speak English
She doesn't speak English

?
Do you speak English?
Jawaban: Yes I do, atau No, I don't
Does she speak English?
Jawaban: Yes She does, atau No, She doesn’t
?
Why do you speak English everyday ?
PENTING:
Hanya pada kalimat positif, untuk subject "He, She, It", penggunaan kata kerjanya (VERB) harus diakhiri dengan "s/es." Penambahan “s/es” pada kata kerja dasar (inifinitive) adalah sebagai berikut:

Pada umunya kata kerjanya langsung ditambah dengan akhiran “-s”, contohnya:
Work – Works
Write – Writes
Speak – Speaks

Kata kerja yang berakhiran huruf “ch, o, s, sh, x” ditambah akhiran “-es”, contohnya:
Pass - Passes
Finish - Finishes
Teach - Teaches
Go - Goes
Fix - Fixes

Kata kerja yang berakhiran dengan huruf “-y” dan dimulai dengan huruf mati, akhiran “-y” diubah menjadi “-i” kemudian ditambah “-es”, contohnya:
Study - Studies
Carry - Carries
Cry - Cries

Sedangkan kata kerjanya berakhiran dengan huruf “-y” yang diawali dengan huruf hidup, cukup ditambah dengan akhiran “-s” saja, contohnya:
Buy - Buys
Play - Plays
Say - Says

Apabila kata kerjanya diawali dengan huruf kata kerja bantu (Modal Auxiliaries), maka tidak mendapatkan tambahan “s/es”,contohnya:
He Will work
She Can open
He Must close

Fungsi Simple Present Tense pada kalimat verbal

Menyatakan suatu perbuatan yang menjadi kebiasaan atau yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu (Habitual Action), contohnya:
We study hard everyday.
She visits the library twice a month.

Menyatakan suatu kebenaran atau kenyataan umum, atau suatu kebenaran yang dianggap terjadi terus-mnerus (The General Truth), contohnya:
A year has twelve months.
The sun rises in the East.

Selengkapnya UNDUH DI SINI.