-

Download Tugas Makalah Seni Kriya Ukiran Kayu

 

MAKALAH

KARYA  SENI  KRIYA

TENTANG

KERAJINAN UKIRAN KAYU

 

 

 

Logo SMAN 1 Lakbok.jpg

 

 

 

Oleh :

 

Nama         :    1. Cucu Aeni

                        2. Fuji Rahayu

                        3. Linda Kusumahwati

                        4. Rizka Ramdani

                        5. Mugi Susilo

                        6. Yusuf Ragil P.

Kelas         :    XI  IPA  3

 

 

SMA NEGERI 1 LAKBOK


 

KATA PENGANTAR

 

 

 

Puji syukur saya panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya, saya dapat  menyelesaikan tugas paper seni kriya ini.

 

Saya mengucapkan terima kasih guru kepada pembimbing yang telah membimbing saya dalam menyelesaikan makalah ini.

 

Untuk kesempurnaan isi makalah seni kriya ini, saya sangat mengharapkan saran dan kritik dari bapak/ibu guru. Semoga tugas makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

 

 

 

 

     

Lakbok, 19 Agustus 2016

 

Penyusun


 

DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR    ……………………………………………………..         i

DAFTAR ISI    ………………………………………………………………        ii

 

BAB I PENDAHULUAN

A.    PENGERTIAN SENI KRIYA    …………………………………….        1

B.     PERKEMBANGAN SENI KRIYA DI NUSANTARA …………….       1

C.     JENIS DAN CONTOH SENI KRIYA ………….…………………..        3

D.    FUNGSI DAN TUJUAN SENI KRIYA  ……….…………………..        5

E.     JENIS-JENIS SENI KRIYA DI NUSANTARA ……………………       5

F.      TEKNIK DAN BAHAN SENI KRIYA ……………………………        5

 

BAB II POKOK BAHASAN

A.    TEKNIK DAN PROSES PEMBUATAN SENI KRIYA …………..        7

B.     MANFAAT ATAU FUNGSI KARYA SENI UKIR ………………        8

 

BAB III PENUTUP

A.    KESIMPULAN   …………………………………………………….        9

B.     SARAN     ……………………………………………………………        9

 

DAFTAR PUSTAKA     ……………………………………………………..      10

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

 

A.  PENGERTIAN SENI KRIYA

Seni Kriya sendiri berasal dari kata “Kr” (bahasa sansekerta) yang mempunyai arti mengerjakan, dari akar kata tersebutlah kemudia berkembang menjadi kriya. Dalam artian khusus kriya adalah mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan benda atau obyek yang mempunyai nilai seni. (Prof. Dr. Timbul Haryono: 2002).

 

Mengenai pergulatan asal muasal kriya Prof. Dr. Seodarso Sp mengutif dari kamu beliu mengungkapkan “kata kriya belum pernah dipakai dalam bahasa Indonesia; perkataan kriya sendiri berasal dari bahasa sansekerta, pada kamus Wojowsito memberikan arti kriya;pekerjaan, dan kamus Winter kriya diartikan sebagai “demel” atau membuat. (Prof. Dr. Soedarso Sp, dalam Asmudjo J. Irianto, 2000).

 

Pengertian kriya menurut Prof. Dr. I Made Bandem kata “kriya” mempunyai arti dalam bahasa Indonesia pekerjaan atau ketrampilan tangan. Sedangkan dalam bahasa Inggris biasa disebut dengan craft yang mempunyai arti energi atau kekuatan. Kenyataannya seni kriya sering diartikan sebagai karya yang dihasilkan karena ketrampilan seseorang. (Prof. Dr. I Made Bandem, 2002)

 

Dari ketiga uraian di atas bisa ditarik satu kesimpulan bahwa kriya adalah pembuatan atau pekerjaan, hal ini bisa diartikan sebagai penciptaan karya seni yang dihasilkan dari ketrampilan yang tinggi. Seperti telah disinggung pada bahasan awal bahwa istilah kriya diambil dari khasanah budaya Nusantara, tepatnya pada budaya jawa tertinggi (budaya yang tumbuh dan berkembang di dalam lingkup istana pada masa kekerajaan).

 

B.  PERKEMBANGAN SENI KRIYA DI NUSANTARA

Dalam perkembangan seni kriya di Indonesia dibagai dalam 3 kelompok fase perkembangan yaitu:

 

·      Seni kriya tradisional klasik (terjadi pada masa Hindhu-Budha)

·      Seni kriya tradisional rakyat (seni kriya yang berasal dari derah)

·      Seni kriya Indonesia baru (pada masa kolonial)

 

Itulah tiga fase perkembangan seni kriya yang ada di Indonesia untuk lebih memahami ketika kelompok fase tersebut, kita bisa mengenali dari ciri-ciri seni kriya yang ada pada masa tersebut.

 

1.      Seni Kriya Tradisional Klasik (Hindu-Budha)

 

Seni-Kriya-Tradisional-Klasik-2.jpg

Pada masa ini kaidah seni dibakukan dalam sebuah pedoman seni oleh seniman atau empu pada masa itu.

Mutu seni yang bersifat estetik maupun teknik selalu dilandasi oleh pemikiran falsafah hidup serta pandangan agama Islam, Hindu dan Budha.

 

Salah satu contoh karya seni kriya pada masa ini adalah wayang kulit, batik, pandai perak dan emas, keris, ukiran kayu, kerajinan topeng serta wayang golek.

 

2.      Seni Kriya Tradisional Rakyat (Daerah)

Salah satu ciri dari kebudayaan etnik menghasilkan corak kesenian tradisional mengikuti watak serta adab kehidupan dalam masyarakat serta lingkungan alam tempat masyarakat itu tinggal. Jenis serta pembuatan karya seni kriya tradisional ditentukan dari bahan serta alat yang tersedia di lingkungan tempat tinggal.

 

Beberapa contoh karya seni kriya tradisional rakyat adalah : Anyaman, logam, gerabah, dan topeng yang masih bertahan sampai sekarang.

 

3.      Seni Kriya Indonesia Baru (Kolonial)

Seni kriya pada zaman kolonial pendidikan lebih menekankan pada nilai-nilai rasional serta kehidupan jasmaniah.

Tingkat kesadaran nilai luhur terhadap nilai-nilai tradisional seni kriya menjadi sangat lemah, baik seni kriya klasik maupun seni kriya rakyat atau derah.

Beberapa seni kriya baru dipadukan dengan seni tradisi serta bahan industri.

Komersialisasi yang melanda para seniman atau kriyawan, sehingga mereka tidak mewariskan keahlian yang dimiliki.

 

C.  JENIS DAN CONTOH SENI KRIYA

contoh-seni-kriya.jpg

Jenis karya seni kriya sangat banyak sekali dan mudah untuk kita temukan di berbagai daerah di Nusantara. Berikut ini adalah beberapa jenis serta contoh seni kriya yang ada di Nusantara.

 

1.    Seni Kriya Dua Dimensi

Seni kriya dua dimensi adalah seni kriya yang dibuat pada media yang mempunyai panjang serta lebar saja. Pada karya seni ini biasanya berupa sulaman, mozaik, bordir, batik, rilief, tenun serta hiasan dinding. Ada banyak sekali bahan yang bisa digunakan sebagai media membuat seni kriya 2 dimensi seperti kertas, kulit, kayu dan lain sebagainya.

 

Saat ini seni dua dimensi sudah sangat berkembang. Ada yang menggunakan teknik sederhana dan juga teknik modern. Media yang digunakan juga tidak terbatas pada media umum saja tetapi juga media-media lain yang jarang digunakan untuk seni seperti tubuh manusia dll.

 

2.    Seni Kriya Tiga Dimensi

Seni-Kriya-3-Dimensi.jpg

Seni kriya tiga dimensi adalah seni kriya untuk membuat suatu kerajinan tangan dengan hasil produk mempunyai panjang, lebar, tinggi atau suatu karya seni yang memiliki volume dan menempati suatu ruangan. Berikut ini adalah beberapa contoh seni kriya tiga dimensi:

 

a.    Karya Seni Kriya dari Bahan Keramik

Keramik bisanya dibuat dari bahan dasar tanah liat. Di Indonesia sendiri kerajinan keramik sudah ada sejak zaman dahulu dan sampai sekarang karya seni kriya dari bahan keramik masih tetap bertahan ditengah gempuran teknologi. Kerajinan yang terbuat dari bahan keramik misalnya gucci, vas bunga, peralatan rumah tangga, kendi, teko dan lain sebagainya.

 

b.    Karya Seni Kriya dari Bahan Logam

Karya seni kriya logam adalah kerajinan yang bahan dasar pembuatannya berasal dari logam, seperti perak, emas, perunggu, besi aluminium, serta kuningan.

 

Produk-produk yang dihasilkan dari seni kriya bahan logam seperti perhiasan emas, patung perunggu, senjata tajam, dan juga peralatan rumah tangga serta alat musik gamelan. Sekarang ini kerajinan logam dibuat dalam berbagai variasi dan bentuk.

 

c.    Karya Seni Kriya dari Bahan Kulit

Kerajinan kriya dari bahan kulit sangat beragam bentuk serta jenisnya. Biasanya bahan kulit digunakan untuk membuat kerajinan berupa tas, wayang kulit, jaket, sepatu serta alat musik rebana.

 

 

d.   Karya Seni Kriya dari Bahan Kayu

Dari bahan kayu tercipta berbagai jenis kerajinan seperti wayang golek, topeng patung, funiture, dan juga hiasan ukir-ukiran.

 

e.    Karya Seni Kriya Anyaman

Kerajinan kriya anyaman biasanya menggunakan bahan dasar berupa bambu, tali plastik, daun mendong. Bahan-bahan tersebut dibuat berbagai kerajinan tangan yang memiliki keindahan sertai seni yang tinggi dan juga memiliki nilai jual.

 

Saat ini sudah mulai susah menemukan kriya anyaman. Di era modern semua kerajinan anyaman banyak digantikan dengan barang yang lebih modern. Contoh kerajinan anyaman adalah topi, tikar, tutup nasi, gantungan pot tanaman, dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

D. FUNGSI DAN TUJUAN SENI KRIYA.

1.    Sebagai benda pakai, adalah seni kriya yang diciptakan mengutamakan fungsinya, adapun unsure keindahannya hanyala sebagai pendukung.

2.    Sebagai benda hias, yaitu seni kriya yang dibuat sebagai benda pajangan atau atau hiasan. Jnis ini lebh menonjolkan aspek keindahan daripada aspek kegunaan.

3.    Sebagai benda mainan,  adalah seni kriyayang dibuat untuk digunakan sebagai alat permainan.

 

E. JENIS-JENIS SENI KRIYA DI NUSANTARA

1.    Seni kerajinan kulit, adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari kulit yang sudah di masak, kulit mentah atau kulit sintesis. Contonhya; tas, sepatu, wayang, dan lain-lain.

2.    Seni kerajinan logam, ialah kerajinan yang mengguakan bahan logam seperti besi, perunggu, emas, dan perak. Sedangkan teknik yang digunakan biasanya menggunakan system cor, ukir, tempa atau sesuai dengan bentuk yang di inginkan. Contohnya; pisau, barang aksesoris dan lain-lain.

3.    Seni ukir kayu, yaitu kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang di kerjakan dan di bentuk menggunakan tatah ukir. Kayu yang biasanya  digunakan adalah kayu jati, mahoni,waru, sawo, nangka dan lain-lain. Contonhya; mebel, relif, dan lain-lain.

4.    Seni kerajinan anyaman, kerajinan ini biasanya menggunakn bahan rotan, bamboo, daun lontar, daun pandan,  serat pohon, enceng gondok, dan ohon pisang. Contohnya; topi,tas,keranjang, dan lain-lain.

5.    Seni kerajinan batik, yaitu seni membuat pola hias di atas kain dengan proses teknik tulis (casting), atau teknik cetak (printing). Contohnya; baju, gaun, horden, dan lain-lain.

6.    Seni kerajinan keramik, adalah kerajinan yang menggunakn bahan baku dari tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit,butsir,pilin,pembakaran dan glasir), sehingga menghasilkan barang atau benda pakai atau bemnda hias yang indah. Contohnya; gerabah,piring, dan lain-lain.

 

F. TEKNIK DAN BAHAN SENI KRIYA

Ada bebarapa teknik pembuatan benda kriya yang di sesuaikan dengan bahan. Alat dan cara yang digunakan antara lain cor atau tuang,mengukir, membatik menganyam,menenun, dan membentuk.

1.    Teknik cor (cetak tuang).

Ketika kebudayaan perunggu mulai masuk ke Indonesia, maka mulai dikenal teknik benda kriya dari bahan perunggu seperti gendering perunggu, kapak, bejana, dan perhiasan. Teknik pada waktu itu ada dua macam (teknik tuan berulang dan teknik tuang sekali pakai).

2.    Teknik ukir.

Di Indonesia, karaya ukir sudah di kenal semenjak zaman batu muda. Pada masa itu banyak peralatan yang dibuat dari batu seperti perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu.  Benda-benda itu di beri ukiran bermotif garis, swastika, zig-zag, dan segitiga. Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus,ukiran rendah, ukiran tinggi, ukiran timbul, dan ukiran utuh. Karya seni ukir memiliki beberapa fungsi, diantaranya; fungsi hias,magis,simbolik,konstruksi.

3.    Teknik membatik

Batik merupakan karya seni rupa yang umumnya berupa gambar pada kain. Proses pembuatannya adalah dengan cara menambahkan lapisan malam dan kemudian proses dengan cara tertentu atau melalui beberapa tahapan pewarnaan dan tahap nglorod yaitu penghilangan malam. Alat dan bahan yang umumnya di pakai membatik, yaitu; kain polos,malam, bahan pewarna, canting, dan kuas. Adapun beberapa teknik membatik, diantaranya; batik celup,batik tulis, batik cap, batik lukis, batik modern, batik printing.

4.    Teknik anyam.

Benda-benda kebutuhan hidup sehari-hari, seperti keranjang, tikar, topi, dan lain-lain. Di buat dengan teknik anyam, bahan baku yang digunakan untuk membuat benda-benda anyaman ini berasal dari berbagai tumbuhan yang diambil seratnya, seperti bamboo, palem, rotan, mending, dan lain-lain.

5.    Teknik tenun.

Teknik menenun pada dasarnya hampir sama dengan teknik menganyam,perbedaannya hanya pada alat yang digunakn, Untuk anyaman kita cukup melakukannya dengan tangan, sedangkan pada kerajinan menenun kita menggunakan alat yang biasa di sebut lungsi atau pakan.

6.    Teknik membentuk.

Teknik membentuk yaitu pembuatan karya seni rupa dengan meda tanah liat yang lazim disebut gerabah, tembikar, atau keramik. Keramik merupakan karya dari tanah liat yang prosesnya melalui pembakaran sehingga mengasilkan barang yang baru berbeda dari bahan mentahnya.

 


 

BAB II

POKOK BAHASAN

 

 

A. TEKNIK DAN PROSES PEMBUATAN SENI KRIYA

Teknik pembuatan karya seni kriya disesuaikan dengan bahan yang dipakai. Teknik-teknik yang digunakan dalam membuat karya seni kriya antara laln teknik cor, teknik ukir, teknik membatik, teknik anyam, teknik tenun, teknik bordir dan teknik membentuk. Seni kriya berdasarkan teknik pembuatannya tersebut, dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut.

 

Teknik dan Proses Pembuatan Seni kriya pahat atau seni kriya ukir

 

senipahat.jpg

Kriya Pahat atau kriya ukir, yaitu kerajinan yang dibuat dengan menggunakan tatah ukir. Mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, dan menoreh pola pada permukaan benda yang diukir. Di Indonesia, karya ukir sudah dikenal sejak zaman batu muda. Pada masa itu banyak peralatan yang dibuat dari batu seperti perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu. Benda-benda itu diberi ukiran bermotif geometris, seperti garis, lingkaran, swastika, zig zag, dan segitiga.

 

Jenis, bentuk, bahan, dan teknik dalam seni pahat sangat beragam, dari jents ukir, patung, dan aneka kerajinan lainnya. Seni pahat selain menggunakan bahan kayu, juga menggunakan batu, aneka logam, emas, serta tulang dan kulit hewan. Contohnya mebel, relief, patung, topeng, wayang, dan lain-lain. Deerah yang dikenal sebagai penghasil kerajinan ini yaitu Asmat, Nias, Toraja, Simalungun, Batak, Bali, Minangkabau, Lampung, Madura, Jepara, Klaten, Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon.

 

Dilihat dari jenisnya. ada beberapa ukiran, antara lain ukiran tembus (krawangan), ukiran rendah, ukiran tinggi (timbul), dan ukiran ukir Pada umumnya, ukiran selain sebagal hiasan juga mengandung makna atau fungsi tertentu, seperli makna simbolis dan religius.

 

B.  MANFAAT ATAU FUNGSI KARYA SENI UKIR

Manfaat atau fungsi hasil karya seni ukur yaitu :

·      Fungsi hias, yaitu ukiran yang dibuat semata-mata sebagai hiasan dan tidak memiliki makna tertentu.

·      Fungsi magis, yaitu ukiran yang didalamnya mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan splritual.

·      Fungsi simbolik, yaitu ukiran tradisional, dimana selain sebagai hiasan juga berfungsi menyimbolkan hal tertentu yang berhubungan dengan spirttual d. Fungsi konstruksi, yaitu ukiran yang selain sebagal hiasan juga berfungsi sebagai pendukung sebuah bangunan.

·      Fungsi ekonomis, yaitu ukiran yang bertungsi untuk menambah nilai jual suatu benda.

 

 


 

BAB III

PENUTUP

 

 

A.  KESIMPULAN

Seni Kriya Ukir merupakan salah satu upaya menjadikan kayu bekas bernilai jual tinggi. Kreativitas sangat diutamakan guna mendapatkan hasil maksimal seperti ukiran Jepara yang terkenal hingga ke mancanegara.

 

B.  SARAN

Hendaknya kita lebih mencintai suatu benda hasil kreativitas agar bisa terus berkembang dan menjadi hasil industri rumah tangga yang memberikan banyak sumbangsih untuk masyarakat yaitu meningkatnya taraf kehidupan masyarakat pedesaan.

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

http://senibudayacenter.blogspot.co.id/2016/02/teknik-dan-proses-pembuatan-seni-kriya.html

 

http://sarungpreneur.com/seni-kriya-pengertian-dan-contohnya/

 

http://sarungpreneur.com/umumkan/wp-content/uploads/2015/05/Seni-Kriya-3-Dimensi.jpg

 

Previous
Next Post »

Silahkan berkomentar tetapi dengan santun. Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Thanks for your comment