Tuesday, June 21, 2016

Pencarian korban tanah longsor hari ini nihil terkendala alat berat


SEMPOR - Hari ketiga pencarian korban tanah longsor didusun semampir sampang sempor tidak menemukan korban.pasalnya banyak batu batu yang besar dan sulit untuk diangkat kecuali pakai alat berat."kami kesulitan mengangkat batu batu yang besar itu,kecuali pakai alat berat mas,kalau tidak ya diledakan tapi kalau diledakan resikonya tinggi mas"ungkap salah satu relawan kepada berita kebumen.


Setelah kemaren sore tim SAR dan relawan berhasil menemukan satu orang korban tewas.korban terakhir ditemukan pada senin (20/6/2016) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban yang ditemukan adalah Sarinem (34) yang merupakan istri dari Satimun (44) yang lebih dulu ditemukan pada Minggu (19/6) sore.

Adapun korban lain yakni Rustin (55), Marsiyem (50), dan Sutinem (25) masih belum ditemukan. Sebelumnya dua korban yang sudah ditemukan pada Minggu (19/6) sore bernama Poniyem (50) dan Satimun (44). Poniyem ditemukan sekira pukul 15.00, namun baru bisa dievakuasi pukul 17.00 WIB.

Pasalnya, tim SAR gabungan kesulitan mengangkat jasad korban lantaran bagian kaki tertindih material longsoran. Sedangkan Satimun ditemukan pukul 16.00 langsung bisa dievakuasi.

Sedikitnya 18 elemen terlibat dalam pencarian korban. Antara lain dari PMI, TNI, Polri, PMI, Satpol PP, Senkom Mitra Polri, SAR Elang Perkasa, Tagana, Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, hingga Menwa terjun melakukan pencarian.

Saturday, June 18, 2016

Hari Donor Darah Sedunia


Sambutan Plh. Ketua Umum Palang Merah Indonesia
Dalam rangka Peringatan Hari Donor Darah Sedunia 14 Juni 2016
Assalamu’alaikumWarohmatullohiWabarokatuh
Salam Kemanusiaan !!!
Segala puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan hidayahnya hingga kita, dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi kemanusiaan.

Dengan Tema “Darah menghubungkan kita semua“ Blood connects us all mengundang semangat kerelawanan pendonor darah yang tulus dan ikhlas dalam diri setiap individu yang telah memberikan darahnya kepada sesama yang membutuhkan. Sebagai penghargaan dan ucapan terima kasih baik pendonor darah dalam penyebaran nilai-aksi-kemanusiaan sekaligus nilai-nilai kepalangmerahan yang terus berkobar dan terus berkelanjutan membantu umat manusia di dunia tanpa membedakan suku, bangsa, agama dan ras. Sehingga melalui darah dapat menghubungkan kita semua.

Peringatan Hari Donor Darah Sedunia pada tanggal 4 Juni 2016, diadakan untuk mengingatkan semangat kebersamaan dan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada pendonor darah sukarela, karena melalui kegiatan donor darah dapat meningkatkan dan menghubungkan sesama manusia, baik yang memberikan atau yang menerima darah. Melalui darah dapat menyatukan perbedaan . Dengan terus meningkatkan semangat kebersamaan sehingga pada akhirnya kesadaran masyarakat tentang kegiatan kemanusiaan ini dapat memenuhi kebutuhan darah yang aman dan produk darah.

Palang Merah Indonesia sebagai Perhimpunan Nasional di Indonesia
 yang mendapat mandat untuk menjalankan pelayanan donor darah memiliki peran yang sangat besar dalam mengkampanyekan donor darah sukarela. Dan slogan kampanye pada peringatan Hari Donor Darah Se-Dunia kali ini adalah ”Share life, Give Blood” Hal ini didorong oleh semakin meningkatnya kebutuhan akan donor darah bagi para pasien.

Oleh karena itu Palang Merah Indonesia semakin terpacu untuk meningkatkan strategi:
1. Mengajak masyarakat terutama anak muda yang sehat untuk menjadikan donor darah sebagai gaya hidup (lifestyle), dengan terus menjaga kondisi tubuhnya tetap sehat. Setiap tahunnya target hingga 4,5 juta kantong darah sesuai dengan kebutuhan darah nasional, disesuaikan dengan standar Lembaga Kesehatan Internasional (WHO) yaitu 2% dari jumlah penduduk setiap harinya.
2. Peningkatan keamanan darah dari resiko penularan infeksi dari donor kepada pasien penerima darah, terhadap infeksi Sifilis, Hepatitis B, Hepatitis C dan HIV.
3. Mempermudah akses masyarakat dalam mendonorkan darahnya dapat dilakukan di 212 UTD di 210 Kabupaten/Kota se Indonesia, menyediakan gerai Donor Darah di tempat tempat public dan pusat keramaian di tengah kota seperti Mall, kampus kampus, sekolah, dan mobilisasi Mobil unit donor darah di UTD PMI di 33 propinsi.
4. Memberikaan apresiasi penghargaan terhadap para Donor Darah Sukarela, PMI memberikan piagam penghargaan kepada DDS yang telah menyumbangkan darahnya sebanyak 15 kali, 25 kali, 50 kali, 75 kali, dan 100 kali. Khusus untuk DDS 100 kali, PMI dengan Departemen Sosial memberikan penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial yang disematkan langsung oleh Presiden RI.

Saudara-saudara dan semua Pendonor Darah Sukarela yang saya cintai,Tantangan PMI kedepan , dituntut untuk menjalankan tugas pelayanan secara professional dan memastikan penyediaan darah yang aman dan mudah diakses, melalui momentum Peringatan Hari Donor Darah Sedunia ini kami mendorong kepada semua jajaran Pengurus Provinsi, jajaran Pengurus Kabupaten/Kota dan Kepala UTD agar berkomitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bertepatan juga peringatan tahun ini dengan bulan Ramadhan, merupakan momentum untuk meningkatkan ketakwahan kita kepada Tuhan, menjalankan kewajiban agama dan memberikan semangat keakraban dan mempersatukan para pendonor darah sukarela / Komunitas Donor Darah Sukarela dengan tujuan untuk meningkatkan self esteem/ harga diri kepada pendonor darah sukarela dan motivasi untuk terus berbagi kepada sesama.

Selamat memperingati Hari donor Darah Sedunia.
SemogaTuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi kegiatan kemanusiaan .
Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Jakarta, Mei 2016
Plh. Ketua Umum
PALANG MERAH INDONESIA

GINANDJAR KARTASASMITA

Friday, June 17, 2016

Pengumuman 20 Besar Lomba Blogger #RedCrossDay



Lomba Blogger yang diadakan selama 1 bulan sejak 12 Mei hingga 12 Juni dalam rangka memperingati Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah se-Dunia pada 8 Mei kemarin, telah terjaring 20 blogger yang bakal menjadi juara 1, 2, 3 dan 15 blogger lainnya untuk mendapatkan hadiah marchandise.

Lomba Blogger dalam rangka #RedCrossDay kali ini bekerjasama antara Palang Merah Indonesia dengan Komunitas Tau Dari Blogger dan berikut 20 blogger yang beruntung untuk menjadi pemenang hadiah utama dan marchandise :



1Yusuf Efendi  Menjadi Relawan Adalah Pengabdian
2 Iswati Berani Menjadi Relawan Siap Siaga
3 M Dio Riza        Kisahku Bersama PMI
4 Imawan Anshari       PMI Mengabdi sepenuh hati
5 Dina Mariana        Semula Bantu Keponakan Teman, Kini Sudah 55 Kali Donorkan Darah
6 Wulan Endah  Penanaman Lubang Biopori
7 Al-hanan    Mengisi senja bersama PMI
8 Muhammad Fawwaz Monumen Sepatu Anakku
9 Dwi Suparno   Relawan PMI Selalu Hadir di Manapun
10 Dwi Ernawati    Beraksi dalam aksi donor darah
11 Rahmi Isriana  PMI dalam Hati
12 Mahmudi     PMI, Peran dan Kehadirannya Yang Kian Terasa
13 Akhmad Solihin   SIBAT: Kolaborasi Sukarelawan PMI dalam Pengurangan Risiko Bencana di Wilayah Pesisir
14 Elisabeth Murni  PMI, Ada Dimanapun Untuk siapapun
15 Khairunisa Maslichul   Lestari Lingkungannya, sibat PMI donornya
16 Sella Rizky Asilya    Tidak hanya darah, lingkungan hidup juga
17 Lutfi Kurniawan  Berbenah dengan sampah
18 Ira Guslina Sufa      Selalu ada PMI di segala situasi
19 Tauhid Patriajaya     PMI riwayatmu kini
20 Syamsiah Ikhlas beramal berdayakan lingkungan

Selamat, bagi kamu yang masuk seleksi awal 20 besar. Tunggu pengumuman selanjutnya ya! Baca data selengkapnya di sini dan rekomendasi tulisan terbaik bisa dibaca di sini.

Sunday, June 12, 2016

PMI, di manapun untuk siapapun sigap tanggap respon bencana

PMI dalam respon bencana alam
Perjalanan panjang Palang Merah Indonesia (PMI) dalam mengatasi berbagai bencana alam sudah terbukti tangguh, sigap tanggap kapanpun, di manapun dan untuk siapapun. PMI lahir atas dasar kemanusiaan yang beriringan dengan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebelum membahas lebih jauh tentang ketangguhan PMI dalam respon bencana, mari kita lihat berbagai peristiwa tentang adanya organisasi kemanusiaan tertua di NKRI ini. Harapannya agar perjuangan dalam mengelorakan semangat untuk sahkan #RUUKepalangmerahan segera terealisasi sebagai bentuk perlindungan terhadap tugas kemanusiaan.

Sejarah Lahirnya Palang Merah Indonesia
  • 21 Oktober 1873
Pemerintah kolonial Belanda mendirikan organisasi Palang Merah di Indonesia dengan nama Het Nederland-Indiche Rode Kruis (NIRK) yang kemudian namannya menjadi Nederlands Rode Kruiz Afdelinbg Indie (NERKAI).
  • 1932 dan 1940
Pada 1932 timbul semangat untuk mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) yang dipelopori oleh dr. RCL. Senduk dan Bahder Djohan. Kemudian, proposal pendirian diajukan pada kongres NERKAI (1940), namun ditolak. Pada saat penjajahan Jepang, proposal itu kembali diajukan, namun tetap ditolak.
  • 3 September 1945
Pada 3 September 1945 Presiden Soekarno memerintahkan kepada Menteri Kesehatan dr. Buntaran Martoatmodjo untuk membentuk suatu Badan Palang Merah Nasional untuk menunjukan kepada dunia internasional bahwa keberadaan Negara Indonesia adalah suatu fakta nyata setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
  • 5 September 1945
Pada 5 September 1945, dr. buntaran membentuk Panitia Lima yang terdiri dari dr. R. Mochtar, dr. Bahder Johan, dr. Joehana, Dr. Marjuki dan dr. Sitanala, untuk mempersiapkan pembentukan Palang Merah di Indonesia.
  • 17 September 1945
Tepat pada tanggal 17 September 1945 terbentuklah Pengurus Besar Palang Merah Indonesia (PMI) dengan ketua pertama, Drs. Mohammad Hatta.
  • 16 Januari 1950
Di dalam satu negara hanya ada satu perhimpunan nasional, maka Pemerintah Belanda membubarkan NERKAI dan menyerahkan asetnya kepada PMI. Pihak NERKAI diwakili oleh dr. B. Van Trich sedangkan dari PMI diwakili oleh dr. Bahder Djohan. 
  • 1950 dan 1963
PMI terus melakukan pemberian bantuan hingga akhirnya Pemerintah Republik Indonesia Serikat mengeluarkan Keppres No. 25 tanggal 16 Januari 1950 dan dikuatkan engan Keppres No. 246 tanggal 29 November 1963. Pemerintah Indonesia mengakui keberadaan PMI.
Adapun tugas utama PMI berdasarkan Keppres RIS No. 25 tahun 1950 dan Keppres RI No. 246 tahun 1963 adalah untuk memberikan bantuan pertama pada korban bencana alam dan korban perang sesuai dengan isi Konvensi Jenewa 1949.
  • 1950
Secara Internasional, keberadaan PMI diakui oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC) pada 15 Juni 1950. Setelah itu, PMI diterima menjadi anggota Perhimpunan Nasional ke-68 oleh Liga Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (Liga) yang sekarang disebut Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) pada Oktober 1950.
  • Saat ini
Saat ini, PMI telah berdiri di 33 Provinsi, 371 Kabupaten/Kota dan 2.654 Kecamatan (data per-Maret 2010). PMI mempunyai hampir 1,5 juta sukarelawan yang siap melakukan pelayanan



Alm. H. Tutur Priyanto (Pahlawan Kemanusiaan)
Berbagai peristiwa panjang dan pahit tentang perjuangan sukarelawan PMI dalam respon bencana salah satunya terlihat jelas ketika erupsi gunung Merapi tahun 2010 silam. Bencana alam yang menewaskan sukarelawan PMI asal Bantul bernama H. Tutur Priyanto (alm) merupakan salah satu cerminan atau wujud betapa PMI cepat tanggap dan sigap dalam merespon suatu bencana.

H. Tutur Priyanto, relawan TSR PMI Kab. Bantul gugur saat melakukan evakuasi penduduk dusun terdekat dengan puncak ketika erupsi Gunung Merapi 2010. Ia bersama reporter Viva News, Wawan, gagal membujuk Mbah Maridjan untuk turun gunung sehingga dirinya beserta mobil yang saat itu digunakan untuk evakuasi hangus tertelan awan panas.


Beliau dengan semangat kerelawanannya selalu berusaha terdepan dalam berbagai bencana, bahkan dalam setiap kesempatan selalu membisikkan kepada rekan-rekan sukarelawan di kalangan PMI Bantul dengan kalimat "Humanity Hingga Titik Darah Penghabisan".

Offroad Satgana PMI Bantul (Legendaris)
Setahun sebelum tewasnya beliau, Sukarelawan PMI Bantul dengan biaya sendiri meluncur ke Padang dengan menggunakan kendaraan offroad milik almarhum H. Tutur Priyanto pada September 2009. Beberapa relawan asal Bantul sempat singgah di Markas Pusat guna melakukan koordinasi. Gempa Padang dengan kekuatan 7.2 SR menewaskan seribu lebih korban jiwa. Data Satkorlak kala itu menunjukkan korban jiwa mencapai 1.117 orang.

Catatan lain yang menunjukan ketangguhan sukarelawan PMI dalam atasi bencana yaitu ditunjukkan ketika erupsi gunung rokatenda di NTT pada Februari 2013. Relawan PMI yang pernah bertugas kala itu yakni Mas Eko Legok asal PMI Sleman, menuturkan bahwa untuk bertahan hidup dirinya harus mengendapkan air yang telah tercampur debu vulkanik.

Sungguh besar perjuangan dan kini ditengah ketangguhan sukarelawannya dalam merespon berbagai bencana, mereka masih terus berjuang walau belum ada perlindungan hukum yaitu Undang-undang Kepalangmerahan. Semoga melalui postingan ini pihak pemerintah khususnya DPR tergerak hatinya untuk turut serta melindungi perjuangan sukarelawan PMI layaknya slogan dari H. Tutur Prinyanto (Alm) yakni "Humanity hingga titik darah penghabisan" melalui pengesahan RUUKepalangmerahan.

Note : Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog dalam rangka memperingati Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia 8 Mei 2016 Kerjasama antara Palang Merah Indonesia dan Komunitas Tau Dari Blogger.

Sumber :