-

Mengenal Lebih Dekat Mas Hamudi

Foto di warung anak Mbah Maridjan Desa Kinahrejo (Lereng Merapi)

Sempat tercengang ketika melihat postingan Bang Aswi yang merupakan kawan blogger dari Bandung, memposting diri saya bak artis yang sedang direview. Kontan saja kaget, bingung dan penuh dengan rasa kekaguman, ternyata diri saya yang berasal dari pelosok nusantara bisa menarik perhatian seorang Bang Aswi. Melalui postingan blognya yang diikutsertakan dalam lomba #30harinonstopngeblog dengan judulnya "Bangmisno itu Janda".

Sepintas orang yang belum menelisik lebih jauh tentang kata "Janda" itu pasti terheran-heran, masa seorang laki-laki koq janda. Setelah ditelusuri lebih jauh mulai dari paragraf awal sampai akhir, makna janda ini sebetulnya suku atau bahasa daerah yang digunakan yakni JAwa dan suNDA. Istilah lain untuk menyebutkan orang yang multi bahasa yakni jawa sunda yaitu Jasun.

Untuk bahasa daerah ini saya yang terkadang dipanggil mas hamudi, memang cukup menguasainya walau lebih condong ke bahasa jawa. Terlebih dengan seringnya tinggal di Jogja, dialek bandek itu lebih melekat ketimbang bahasa sundanya. Sedangkan logat jawa ngapak sudah pasti nggak perlu lagi belajar, karena itu bahasa asli yang tertanam dalam chip memori otak dengan kapasitas yang tidak diketahui besarnya,

Terlahir dengan nama Misno di pedalaman hutan mbah Dipa tepatnya samping makam nan angker dan terselip pepohonan beringin serta pohon bambu, tumbuhlah saya menjadi seorang anak yang penuh rasa penasaran untuk mencoba ilmu terapan di bidang informasi. Bapak Ibu saya asli keturunan dari Kebumen tepatnya dukuh Kalikarag desa Peniron, Kecamatan pejagoan Kabupaten Kebumen. Untuk tanggal lahir saya sesuai KTP 14 Juli 1986.

Untuk urusan sekolah saya menyelesaikan pendidikan SMK di Kabupaten Banjarnegara dengan jurusan arus lemah yakni teknik elektro. Entah kenapa saya malah lebih jatuh cinta ke bidang teknologi informasi khususnya bidang komputer dan internet. Bagi pandangan sebagian orang mungkin laksana rejeki yang seolah kita belajar bidang A, tahu-tahu rejekinya dari bidang B yang konon bisa berbeda jauh dengan skil aslinya.

Semasa sekolah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler PMR dan karena jalinan komunikasi yang begitu dekat dengan orang-orang di PMI, usai lulus saya langsung merapat ke PMI guna mendapatkan berbagai ilmu kepalangmerahan dan sosial kemasyarakatan. Alhamdulillah segala bidang bencana alam sudah pernah ditemui dan berbagai daerah (masih di pulau jawa) sudah pernah dikunjungi. Kegiatan di PMI beragam, mulai dari sosialisasi tentang pendidikan remaja sebaya, Pertolongan Pertama, Perawatan Keluarga, Distribusi, Logistik, Dapur Umum, TMS, tanggap darurat bencana dan masih banyak disiplin ilmu yang diajarkan.

Membahas langsung mengenai nama Mas Hamudi, ini sebenarnya berawal ketika saya menggunakan mig33. Ketika di PMI saya pernah diberi nama oleh kepala markas PMI Banjarnegara, beliau bernama Mas Edi Purwanto. Nama saya yang semula Misno, dibubuhi nama Muhammad. Hasilnya tentu saja menjadi Muhammad Misno. Sempat bergumam mengenai nama baru ini, dan ternyata saya menikmatinya hingga tak cantumkan dalam aplikasi chat mig33.

Dalam sebuah group chatting mig33 ini, saya mendapat panggilan baru "Hamudi". Sebetulnya mereka sedikit geram karena saya sering melakukan flood (istilah lain untuk mengirim pesan sama secara berulang-ulang). Masih sedikit ingat akan komentar kawan di sana, "Oalah Hamudi ini koq malah ngeflood". Pelan tapi pasti saya menerima nama panggilan tersebut. Nama Hamudi ini kemudian saya gunakan untuk panggilan di facebook yaitu "Mas Hamudi".

Soal facebook saya sih ada lebih dari 6, kalau yang sering digunakan tentu saja Bang Misno, Hamudi Ronggo Suwito dan Mas Misno. Ketiga nama facebook tersebut adalah asli milik saya sendiri. Isinya tentu saja terkadang ngawur dan terkadang lebay apabila berstatusisasi. Mungkin uraian ini bisa mengobati rasa penasaran Bang Aswi akan nama saya yang punya julukan lain "Mas Hamudi". Oiya, di kampung saya juga sering dipanggil Hamudi. Malahan ada nama baru karena saya sering bepergian yakni "Ahmad Maulana". Maulana itu sendiri semacam plesetan karena saya suka berkelana. hehe see you. 
 


masukan kode disini


Previous
Next Post »

2 comments

Click here for comments
September 18, 2013 at 3:32 AM ×

lha, panggilan misno dari mana itu ya? :D

Balas
avatar
admin
May 19, 2016 at 5:12 AM ×

I'm interested in your article
I also have the same article that you can read in http://ps-tsi.gunadarma.ac.id
thank you

Balas
avatar
admin

Silahkan berkomentar tetapi dengan santun. Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Thanks for your comment