Thursday, September 26, 2013

Rahasia Sukses Melalui Ibadah Sunah

Banyak orang yang terlalu bekerja keras hingga menghabiskan waktunya di tempat kerja, perjalanan atau tempat-tempat berkumpulnya para pekerja. Mereka terkadang tidak menyadari akan pentingnya ibadah termasuk sunah sebagai penyeimbang dari ikhtiar tersebut. Kerja keras memang harus dan tentu sesuai kapasitas masing-masing. Akan tetapi berdoa juga menjadi hal yang wajib, karena segala sesuatunya menjadi perlu keseimbangan antara ikhtiar dan doa. Ibarat kata berdoa tanpa kerja itu bohong, dan kerja keras tanpa doa adalah sombong.

Lalu ibadah sunah seperti apa yang harus kita lakukan atau waktu tepat agar doa kita menjadi lebih besar kesempatan untuk diijabah. Bagi kawan-kawan yang pernah mengaji atau sekedar menyaksikan pengajian di televisi, tentu pak ustadz pernah memaparkan bahwa waktu yang mustajab dalam berdoa yakni waktu sepertiga malam dan fajar menyingsing. Sehingga kesimpulan yang dapat kita ambil yakni waktu berdoa dalam shalat sunah Tahajud dan Shalat Dhuha. Kedua ibadah shalat sunah ini memiliki keistimewaan tersendiri karena doa kita lebih besar kesempatan untuk diijabah.

Mengenai ibadah shalat sunah Tahajud bisa dilakukan jam berapapun tentu setelah kita bangun tidur. Namun paling bagusnya ya sekitar jam 3 pagi. Ibadah shalat sunah Tahajud juga harus diiringi dengan shalat witir. Shalat sunah witir boleh dilakukan habis isya dan cukup dilakukan 1x saja. Apabila usai shalat isya kawan-kawan sudah melaksanakan sunah witir, maka saat usai shalat sunah Tahajud tidak boleh mengulang shalat witir. Karena shalat witir tidak boleh dilakukan lebih dari 1x dalam semalam. Mengenai jumlah rakaat sunah witir itu ganjil, kita bisa memilih 1 rakaat, 3 rakaat atau berapapun asal ganjil. Pada rakaat terakhir shalat sunah witir, usai membaca Alfatihah, kita harus membaca 3 surat yaitu Al Ikhlas, An-Nas dan Al-Falaq.

Kemudian mengenai shalat sunah Dhuha itu dilakukan usai fajar menyingsing sekitar jam 6 pagi hingga akan memasuki waktu dhuhur yaitu batas waktunya jam 11 siang. Keutamaannya yakni membantu kelancaran akan rejeki kita agar mudah diperoleh. Kerja keras yang tidak didukung dengan upaya doa hanya akan menguras energi semata. Saya jadi ingat pepatah ketika masih bersekolah di SMK, yakni berbunyi "Usaha Keras Tawakal dan Doa". Upaya kerja keras harus dibarengi dengan doa, karena sekuat-kuatnya kita di dunia itu tidak ada apa-apanya dibanding kekuasaan Allah. Maka kita wajib meminta dan ikhtiar dalam tindakan nyata, apapun pekerjaan anda bahwa keseimbangan itu wajib.


Menjomblo Terlalu Lama Bikin Galau


Sempat terpikir bahwa memiliki pasangan terkadang pusing tujuh keliling. Mengapa bisa demikian? Karena dengan menyatukan dua insan berbeda baik dari karakter, penjiwaan dan lain sebagainya tentu butuh proses untuk beradaptasi. Apalagi hubungan tersebut diharapkan bisa berlangsung lama hingga ajal menjemput. Tentu saling cekcok dalam rumah tangga menjadi bumbu yang mengisi hari-hari kita, harapannya bisa saling introspeksi dan melengkapi agar permasalahan bisa ditangani bersama.

Konflik dalam rumah tangga seperti pertengkaran ketika sang anak ingin membeli mainan, soal masakan, rumah dan lain sebagainya yang terkadang menyita energi. Ketika hal tersebut terjadi, tentu harus pintar mencari solusi agar kerukunan tetap terjaga guna keharmonisan. Pernah dapat nasehat dari orang terdekat yaitu kakak ipar bahwa untuk menghindari cek-cok antar suami istri, yakni istri dinasehati supaya menyampaikan keluhan saat akan tidur.

Hal ini berguna untuk menjaga nama baik keluarga. Saat istri menyampaikan keluhan dalam posisi di kamar tidur, maka tetangga tidak akan mendengar obrolan ini. Tetanggapun mengira bahwa dalam rumah tangga kita tidak pernah terjadi cek-cok yang membuat hubungan bisa renggang. Istri kita pun ketika menyampaikan keluhannya pasti dengan nada yang ringan karena posisi sambil tiduran dan terkantuk-kantuk. Merasa lelah hingga akhirnya tertidur pulas.

Soal rejeki sudah digariskan bahwa akan dicukupkan. Kita sama-sama mencari dengan jalan yang berkah, pastinya semua bisa tercukupi dengan penuh rasa syukur. Jangan merasa takut lapar atau galau ketika membayangkan menikah. Menikah itu jalan kebaikan, sedangkan menjomblo terlalu lama bikin galau. Asiknya menikah karena bisa sama-sama berbagi kebahagiaan dan kesedihan untuk saling melengkapi. Kuncinya pahami karakter pasangan kita, siapkan trik agar bisa saling meredam konflik. Ingat, jomblo boleh saja tapi jangan kelamaan karena bikin galau. Menikah yuks (Ajakan untuk para jombloman dan jomblowati).


masukan kode disini


Wednesday, September 25, 2013

Jihad IT Pelosok Negeri


Blogger Cilacap Jelajah Pelosok Negeri

Terinspirasi dari ucapan macansewu bahwa perjalanan yang dilakukan dari Tasikmalaya ke Cikatomas merupakan runtutan kisah dalam membuka lebar-lebar jendela dunia. Sebuah kisah diawali ketika kami berlima yakni Ahmad Fauzan Ibnu Zaend Yossy Suparyo Sobat Bercahaya @kang mas baurekso melakukan kunjungan ke dukuh Sangkili Desa Cogreg Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya Selatan. Ini bukan perjalanan yang terschedule karena niat awal setelah usai dari acara #lautangalow di Gedung Sukapura Tasikmalaya, akan langsung meluncur ke rumah masing-masing.

Terprovokasi oleh seorang guru dan juga merangkap sebagai Kepala Sekolah di sebuah MTs Sangkili, akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi dukuh terpencil tersebut dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang blog kepada warga khususnya murid-murid MTs Sangkili. Sempat terkendala dengan sebuah sinyal, karena di lokasi tersebut hanya terdapat sinyal dari jaringan @Telkomsel @simPATI @kartu_as. Untungnya salah seorang dari kami yang merupakan penggagas gerakan desa membangun membawa gadget berisikan kartu telkomsel.

Saat asyik bercengkrama dengan para penghuni rumah yakni mas Anas Hasbuloh, tiba-tiba terdengar suara gemericik air turun dari atas langit. Alhamdulillah terucap puji penuh syukur bahwa hujan kembali tiba walaupun hanya sementara. Setidaknya itu sudah merupakan anugrah di musim kemarau. Kontan saja yang ada di dalam rumah segera berhamburan untuk mengamankan helm agar tidak basah terkena air hujan.

Semua udah terselamatkan, kini tinggal melanjutkan aktivitas selanjutnya yaitu pembelajaran blog kepada warga setempat. Walau hanya 1 orang yang belajar, semua bisa berjalan dengan baik dan lancar. Tugas saat itu jatuh kepada Fauzan untuk mengajarin blog. Belajar blognya berlangsung lancar, tetapi sontak pada bergumam karena warga yang belajar blog tiba-tiba membuka alamat facebook. Hadueh sudah jauh-jauh datang dengan bersusah payah, yang diajarin blog malahan main facebook. Dalam pandangan Fauzan sendiri selaku tutor, yakni sang murid seolah-olah menggampangkan diri, ibaratnya "Gampang nanti saja dibuka lagi".

Sebetulnya banyak para blogger lokal atau orang yang melek IT untuk bisa diajak berama-sama mengembangkan ilmu pengetahuan tentang blog. Artinya kang Yossy berharap bahwa penggiat melek IT yakni Iteung Justina, terlebih dahulu memanfaatkan SDM lokal untuk diajak bersama-sama memberikan pengetahuan tentang blog sebagai sarana berpromosi atau menginformasikan tentang kondisi real di daerah tersebut.

Sejauh ini kami memandang bahwa pemberdayaan kearifan lokal itu perlu dilakukan. Selanjutnya bila memang kapasitas kurang memadai, memberdayakan yang pengetahuannya lebih haru dilakukan. Saling berbagi ilmu itu sesuatu yang membuat pengetahuan kita justru bertambah. Terlebih manfaat dunia akhirat bisa didapatkan dengan keikhlasan berbagi. Mari tunjukkan rasa cinta tanah air dengan berbagi terhadap sesama sesuai dengan kapasitas kita.




Monday, September 23, 2013

Pangandaran Sejuk Nan Indah

Pantai Barat di atas pasir putih

Mendengar kata "Pangandaran" mungkin bukan hal yang baru bagi warga Jawa Barat dan sekitarnya. Tetapi walaupun belum begitu asing di telinga, sudahkah kita mengunjungi Pantai yang memiliki panorama alam dan pantai yang indah ini? Kalau hanya sekedar menikmati wacana dari televisi atau koran, cerita dari tetangga yang habis berkunjung, itu saya rasa kurang alias omong kosong. Harus ada bukti nyata bahwa kita pernah mengunjungi, kalau bukan kita yang meramaikan potensi wisata di daerah sendiri, lalu siapa lagi?

Pangandaran merupakan wilayah pemekaran baru dari Kabupaten Ciamis. Kabupaten Pangandaran ini memiliki 10 kecamatan lebih dan 3 kecamatan diantaranya merupakan daerah pesisir yakni Kecamatan Parigi, Kecamatan Cijulang dan Kecamatan Pangandaran. Sebagai Kabupaten yang baru, tentu masih dijabat oleh PLT Bupati sebagai kepala pemerintahan. Untuk pengukuhan dan pemilihan Bupati yang baru masih dalam tahap perencanaan.

Potensi kabupaten pangandaran sendiri selain dari sektor wisata laut, juga terdapat wisata yang terletak di Kecamatan Cijulang yakni Green Canyon. Merupakan sebuah tempat wisata yang memiliki pemandangan sungai hijau bersih hingga menuju ke sebuah goa dengan jarak tempuh sekitar 1 jam. Penghujung atau wilayah Green Canyon terdapat sebuah curug yang airnya segar banget untuk mandi. Pastikan ketika anda berkunjung ke Pangandaran sekaligus mampir ke GreenCanyon yakni 16km ke arah barat dari Kecamatan Pangandaran.

Gambaran lain yang bisa dinikmati dari Pangandaran ini yaitu cagar alam. Di dalamnya terdapat beragam hutan kayu heterogen dan dihuni oleh puluhan monyet yang sudah jinak. Anda tidak diperkenankan terlalu dekat karena bila tidak bisa menguasai keadaan bisa-bisa anda diserang. Fasilitas tambahan untuk mengunjungi lautan ini dipersiapkan perahu dengan tarif Rp 10.000,- per orang. Anda akan dibawa menuju pasir putih dan terlebih dahulu melewati bebatuan karang yang tembus pandang. Wow sungguh fantastis.

Anda capek berenang dan berkeliling di pantai Pangandaran, ada alternatif lain bila merasa bosan. Pergi ke arah barat kurang lebih 10km, ada sebuah pantai dan juga perbukitan yang terletak di bibir pantai, tempat tersebut bernama Batu Hiu. Memasuki tebing yang bawahnya langsung ombak dengan batu karang terjal, sangat menantang dengan arus yang sangat deras. Begitu derasnya memang hingga kita tidak diperbolehkan berenang di sana.




Sedia kebutuhan Propolis untuk segala macam penyakit seperti HIV AIDS, Jantung, Katarak, Liver dan lain sebagainya. Untuk 1 Paket Rp 600.000,- 3 Paket Rp 1.700.000,- 7 Paket Rp 3.900.000,- Pemesanan silahkan kontak ke 085871265667 Akan saya terima langsung.


Sunday, September 22, 2013

Sajiwa Unggul Dalam Pilbup Ciamis

Pesta demokrasi yang berlangsung selama sehari penuh pada minggu kemarin (22/9), berlangsung tertib dan aman. Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tersebut tidak menggunakan jasa quick count. Sehingga masyarakat yang ingin mengetahui hasilnya harus menunggu rekapitulasi dari pihak KPU. Sementara itu, sembari memantau perkembangan terhadap siapa yang menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih, saya sibukkan diri dengan berdiskusi dalam kegiatan "Gerakan Desa Membangun".

Saya sendiri memang sengaja tidak melakukan pencoblosan, lantaran tidak ada calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati Ciamis tidak memaparkan visi misinya di lingkungan tempatku tinggal. Entah karena jadualnya minim atau memang terkendala modal, sehingga mobilitas dan pembagian atribut kampanye tidak tercium aromanya. Saya memutuskan tidak memilih karena calon yang sekarang ini tidak ada yang cocok di hati. Mungkin lebih tepatnya tidak ada rasa empati terhadap keempat calon Bupati dan Wakil Bupati Ciamis.

Akhirnya ketika membaca running text di televisi dan googling dari internet, saya mendapati bahwa pasangan nomor urut 1 yakni Syamsul - Jeje Wiradinata berhasil mendapatkan keunggulan dengan perolehan suara 60% lebih. Semoga siapapun yang terpilih baik nanti Sajiwa atau pasangan lain, bisa menjadi pemimpin yang amanah dan penuh gebrakan nyata dalam pembangunan. Mari dukung pembangunan di Ciamis agar bisa kembali tertata dengan baik demi Ciamis manjing Dinamis. 


masukan kode disini


Thursday, September 19, 2013

PilBup Ciamis Adem Ayem

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ciamis periode untuk 2013-2018 nampaknya adem ayem. Apakah ini karena akan membludagnya golongan putih alias netral bak TNI Polri, ataukah memang mereka sengaja adem ayem tidak melakukan kampanye secara besar-besaran seperti periode sebelumnya. Entah jawaban apa yang akan kita dapatkan, tentu saja berharap semoga mendapatkan Ciamis yang lebih baik.

Sebagai golongan yang menjaga netralitas yakni golongan putih, saya berkewajiban untuk tidak mengikutsertakan diri sebagai pemilih pada pilbup Ciamis. Mengapa demikian, karena saya memandang selama puluhan tahun ini wilayah tempat tinggal saya yakni di Kecamatan Lakbok tidak ada perubahan sama sekali. Jalanan penghubung antar desa dan kecamatan dibiarkan terbengkalai dengan lubang menganga sepanjang jalan.

Masyarakat Lakbok kayaknya juga akan ramai-ramai melakukan netralitas, pasalnya mereka juga ingin agar wilayah Lakbok segera direalisasikan masuk ke wilayah Kota Banjar. Mengapa bisa demikian, pandangan masyarakat Lakbok terkait pembangunan baik itu irigasi dan jalan raya dinilai masih sangat jauh dari kelayakan. Hal ini dapat dipantau ketika melewati area perbatasan antara kota Banjar dengan Lakbok.

Sepanjang jalan khususnya ketika di jalan irigasi yang notabene masih dalam kekuasaan Kota Banjar, jalanan begitu halus laksana sutera karena dibalut dengan aspal kualitas hotmix. Namun saat roda kendaraan anda mulai menginjakkan kaki di daerah perbatasan yang sudah masuk Kecamatan lakbok Kabupaten Ciamis, tubuh anda laksana digoyang-goyang karena lubang yang berjejer seperti sempoa.

Itulah sekelumit kisah daerah Lakbok yang masih jauh dari layak, padahal hasil yang didapat dari Lakbok ini begitu besar yakni padi. Kecamatan Lakbok ini merupakan lumbung padinya Ciamis, tetapi jalan rayanya malah rusak tak terpelihara. Ibarat tumbuhan tebu, habis manis sepah dibuang. Saya yakin bahwa masyarakat Kecamatan Lakbok akan memilih netral alias golput


Sedia Propolis untuk mengobati segala jeins penyakit termasuk HIV/AIDS, Jantung, Ginjal, Liver, Katarak dan penyakit lainnya yang ada dalam tubuh manusia. Untuk pemesanan silahkan order via sms 0858712656677 atau 085221882886. Untuk 1 Paket Rp 600.000,- 3 Paket Rp 1.700.000,- 7 Paket Rp 3.900.000,-


Petani, Pahamkah AEC2015?

Tahun 2013 sudah mendekati masa akhir yakni hanya 3 bulan lagi kita akan berganti tahun menuju 2014. Bagi sebagian orang tentu mempunyai dampak psikologis yang cukup memakan energi, pasalnya mereka harus bersinergi dengan kondisi yang mengharuskan individu-individu memiliki skill lebih dibandingkan masyarakat pada umumnya. Mengapa harus seperti itu? Karena akhir dari 2015 kita sudah sepakat untuk membentuk komunitas baru di kawasan Asean yakni AEC2015.

AEC2015 atau yang lebih dikenal dengan sebutan Komunitas Ekonomi ASEAN 2015, yakni sebuah upaya melakukan kerjasama dalam berbagai bidang seperti ekonomi, budaya dan pariwisata dengan cara memberikan kebebasan kepada masyarakat di kawasan ASEAN untuk mencari kerja di area tersebut. Kebebasan lintas negara di ASEAN ini tentu mendorong kita untuk lebih meningkatkan skill dan pengetahuan agar mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar Indonesia.

Lantas siapakah yang harus berbenah diri agar seluruh aspek bisa siap menghadapi Asean Economyc Community 2015? Tentu saja dalam hal ini pemerintah lebih bertanggungjawab, sejauh menyediakan pendidikan keterampilan bagi calon tenaga kerja produktif, sertifikasi peserta didik dan berbagai persiapan lain guna mendukung AEC2015. Indonesia merupakan sasaran empuk para pencari tenaga kerja asing, khususnya masyarakat ASEAN yang ingin berbondong-bondong mendirikan usaha laksana angkringan yang menjamur di DIY.

Masih diedit, terkadung dipublish. hehehehe


masukan kode disini


Makna Kertas Kusut

Sebuah Kertas Kusut

Masih sempat bingung dengan sebuah kalimat yang berisi perpaduan antara kata "kertas" dengan "kusut". Apakah kertas kusut itu begitu berarti sehingga sering diucapkan berulang-ulang? Entahlah yang jelas saya juga sempat terheran-heran. Apabila kertas kusut ini hanya sekedar kiasan saja, lantas apa sebetulnya makna yang tersembunyi. Bukan tanpa sengaja saya ingin mengungkapnya di sini, tetapi ijinkan saya mencari tahu mengenai apa yang aku lihat.

Rasa penasaran ini bermula ketika saya melihat beranda yang isinya penuh dengan status salah seorang kawan relawan Bojonegoro. Dalam berbagai uraiannya dia menuliskan berbagai status laksana pesbuk dengan menyertakan hastag #KertasKusut. Kebetulan ada kawan relawan yang saya tidak kenal, dan sempat saya cek dari data diri yang dicantumkan berasal dari Makassar.

Lantas adakah hubungan antara kertas kusut yang dijadikan hastag dengan sebuah akun facebook milik anak muda dari Makassar yang juga namanya kertas kusut? Sangat menarik perhatian saya akan persamaan dua buah kata tersebut, apabila memang menyimpan rahasia tersembunyi tentu aku pun tidak ada rencana untuk meneliti lebih jauh. Hanya saja persamaan dua kata tersebut begitu menarik perhatian hingga memancing orang-orang untuk nimbrung di sana.

Menyampaikan sesuatu dengan bijaksana terhadap permasalahan yang ada, tentu lebih baik dicurhatkan dalam sebuah blog ketimbang menggunakan media kertas kusut. Blog lebih leluasa karena bisa mencurhatkan segala isi hati ketimbang sebuah kertas kusut yang tiada berguna. Sampai di sini masihkah ingin menggunakan kertas kusut yang dekil dan tidak beraroma?


Sedia Propolis untuk kebutuhan terhadap pengobatan berbagai penyakit seperti Jantung, Liver, Ginjal, Stroke hingga HIV AIDS. Untuk pemesanan silahkan kontak ke 085221882886. Harga 1 paket Rp 600.000,- 3 paket Rp 1.700.000,- 7 paket Rp 3.900.000,-


Wednesday, September 18, 2013

Mengenal Lebih Dekat Mas Hamudi

Foto di warung anak Mbah Maridjan Desa Kinahrejo (Lereng Merapi)

Sempat tercengang ketika melihat postingan Bang Aswi yang merupakan kawan blogger dari Bandung, memposting diri saya bak artis yang sedang direview. Kontan saja kaget, bingung dan penuh dengan rasa kekaguman, ternyata diri saya yang berasal dari pelosok nusantara bisa menarik perhatian seorang Bang Aswi. Melalui postingan blognya yang diikutsertakan dalam lomba #30harinonstopngeblog dengan judulnya "Bangmisno itu Janda".

Sepintas orang yang belum menelisik lebih jauh tentang kata "Janda" itu pasti terheran-heran, masa seorang laki-laki koq janda. Setelah ditelusuri lebih jauh mulai dari paragraf awal sampai akhir, makna janda ini sebetulnya suku atau bahasa daerah yang digunakan yakni JAwa dan suNDA. Istilah lain untuk menyebutkan orang yang multi bahasa yakni jawa sunda yaitu Jasun.

Untuk bahasa daerah ini saya yang terkadang dipanggil mas hamudi, memang cukup menguasainya walau lebih condong ke bahasa jawa. Terlebih dengan seringnya tinggal di Jogja, dialek bandek itu lebih melekat ketimbang bahasa sundanya. Sedangkan logat jawa ngapak sudah pasti nggak perlu lagi belajar, karena itu bahasa asli yang tertanam dalam chip memori otak dengan kapasitas yang tidak diketahui besarnya,

Terlahir dengan nama Misno di pedalaman hutan mbah Dipa tepatnya samping makam nan angker dan terselip pepohonan beringin serta pohon bambu, tumbuhlah saya menjadi seorang anak yang penuh rasa penasaran untuk mencoba ilmu terapan di bidang informasi. Bapak Ibu saya asli keturunan dari Kebumen tepatnya dukuh Kalikarag desa Peniron, Kecamatan pejagoan Kabupaten Kebumen. Untuk tanggal lahir saya sesuai KTP 14 Juli 1986.

Untuk urusan sekolah saya menyelesaikan pendidikan SMK di Kabupaten Banjarnegara dengan jurusan arus lemah yakni teknik elektro. Entah kenapa saya malah lebih jatuh cinta ke bidang teknologi informasi khususnya bidang komputer dan internet. Bagi pandangan sebagian orang mungkin laksana rejeki yang seolah kita belajar bidang A, tahu-tahu rejekinya dari bidang B yang konon bisa berbeda jauh dengan skil aslinya.

Semasa sekolah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler PMR dan karena jalinan komunikasi yang begitu dekat dengan orang-orang di PMI, usai lulus saya langsung merapat ke PMI guna mendapatkan berbagai ilmu kepalangmerahan dan sosial kemasyarakatan. Alhamdulillah segala bidang bencana alam sudah pernah ditemui dan berbagai daerah (masih di pulau jawa) sudah pernah dikunjungi. Kegiatan di PMI beragam, mulai dari sosialisasi tentang pendidikan remaja sebaya, Pertolongan Pertama, Perawatan Keluarga, Distribusi, Logistik, Dapur Umum, TMS, tanggap darurat bencana dan masih banyak disiplin ilmu yang diajarkan.

Membahas langsung mengenai nama Mas Hamudi, ini sebenarnya berawal ketika saya menggunakan mig33. Ketika di PMI saya pernah diberi nama oleh kepala markas PMI Banjarnegara, beliau bernama Mas Edi Purwanto. Nama saya yang semula Misno, dibubuhi nama Muhammad. Hasilnya tentu saja menjadi Muhammad Misno. Sempat bergumam mengenai nama baru ini, dan ternyata saya menikmatinya hingga tak cantumkan dalam aplikasi chat mig33.

Dalam sebuah group chatting mig33 ini, saya mendapat panggilan baru "Hamudi". Sebetulnya mereka sedikit geram karena saya sering melakukan flood (istilah lain untuk mengirim pesan sama secara berulang-ulang). Masih sedikit ingat akan komentar kawan di sana, "Oalah Hamudi ini koq malah ngeflood". Pelan tapi pasti saya menerima nama panggilan tersebut. Nama Hamudi ini kemudian saya gunakan untuk panggilan di facebook yaitu "Mas Hamudi".

Soal facebook saya sih ada lebih dari 6, kalau yang sering digunakan tentu saja Bang Misno, Hamudi Ronggo Suwito dan Mas Misno. Ketiga nama facebook tersebut adalah asli milik saya sendiri. Isinya tentu saja terkadang ngawur dan terkadang lebay apabila berstatusisasi. Mungkin uraian ini bisa mengobati rasa penasaran Bang Aswi akan nama saya yang punya julukan lain "Mas Hamudi". Oiya, di kampung saya juga sering dipanggil Hamudi. Malahan ada nama baru karena saya sering bepergian yakni "Ahmad Maulana". Maulana itu sendiri semacam plesetan karena saya suka berkelana. hehe see you. 
 


masukan kode disini


Tuesday, September 17, 2013

Kesejahteraan Petani Masih Terancam





Swasembada pangan yang digembar-gemborkan pemerintah sampai sejauh ini masih isapan jempol. Pasalnya masih banyak petani di berbagai daerah yang keadaannya memprihatinkan, hal tersebut dinilai dari segi kebutuhan pengelolaan pertanian mulai dari pupuk yang mahal, kualitas padi yang tidak menentu ditambah lagi dengan harga jual yang menurun.

"Piye Le Kabare, Tesih Penak Jamanku Tho?" adalah sebuah curhatan masyarakat melalui sebuah stiker bergambarkan alm. Presiden Soeharto. Secara tidak langsung stiker tersebut merupakan sebuah curhatan masyarakat kepada pemerintah kita. Betapa rakyat Indonesia mendambakan kemakmuran dan kesejahteraan, karena pada jaman Soeharto berbagai pekerjaan tersedia dimana-mana.

Pedagang dan pengusaha dapat dengan mudah melakukan aktivitasnya. Sementara para pencari kerja juga bisa mendapatkan pekerjaan yang tentu saja lebih mudah dibandingkan sekarang. Tentu ini juga dapat dirasakan oleh petani masa itu, dimana kebutuhan pupuk, bibit padi dan lain sebagainya diatur oleh pemerintah. Sedangkan sekarang kondisi berbeda sangat jauh, pemerintah melalui kementrian pertanian gembar-gembor swasembada pangan tapi dalam kenyataan lapangan, kita impor beribu-ribu ton baik kedelai hingga beras.

Ancaman yang dihadapi petani sekarang selain menyempitnya lahan pertanian, juga faktor cuaca dan kondisi tanah yang kesuburannya sudah tidak alami lagi. Penyebab menurunnya tingkat kesuburan tanah yakni penggunaan pupuk kimia seperti urea dan NPK selama kurun waktu yang cukup lama. Tentu harus berani mengubah pola tanam agar bisa kembali ke alam, artinya walaupun menggunakan pupuk urea itu harus diminimalisir penggunaannya.

Oleh karena itu, menanggapi berbagai permasalahan yang komplek terkait dengan kesejahteraan petani, nampaknya inovasi dari petani sendiri yang tentu harus didukung tenaga pertanian berpendidikan, perlu dimulai dari sekarang. Memang kita sudah bisa melihat beberapa contoh keberhasilan kerjasama antara penyuluh pertanian dengan petani yang telah menghasilkan kebutuhan pokok dengan cara kembali ke alam alias memakai pupuk organik. Semoga dengan tindakan nyata untuk mendukung kesejahteraan petani bisa berjalan baik dan nyata.




masukan kode disini


Bangga Menggunakan BRI Syariah IB

Nasabah BRI Syariah iB sedang bersosialisasi manfaat perbankan Syariah

Sebagai masyarakat yang hobi menabung dan tentu saja untuk simpanan jangka panjang, saya telah menemukan tambatan hati yang pas untuk dipilih menemani kehidupan ini. Bukan persoalan terkait jodoh pasangan hidup saya maksudkan, melainkan sebuah tempat dimana saya menaruh kepercayaan hati guna menitipkan sebagian rejeki saya untuk ditabung. Menabung merupakan syarat mutlak bagi manusia agar dia memiliki rasa aman dan nyaman ketika sedang kepepet.

Mengapa muncul rasa aman ketika menabung tersebut? Mengenai jawaban tentu akan saya awali dengan ucapan "Karena". Sudah pasti itu muncul rasa aman ketika kita punya tabungan. Karena dengan memiliki tabungan apalagi disimpan dalam jangka waktu yang lama tanpa potongan biaya perawatan, tentu tidak ada kekhawatiran yang membuat pikiran galau. Tabungan tersebut akan berguna ketika keadaan darurat memaksa kita untuk membobolnya. Artinya kapan pun dan dimanapun kita bisa mengambil isi tabungan bila sedang dibutuhkan.

Berbeda dengan orang yang tidak gemar menabung, setiap hari dia menghasilkan tetapi setiap hari pula dia habiskan. Tidak ada rencana simpanan jangka panjang, sehingga dalam keadaan darurat dan membutuhkan dana talangan dirinya merasa kebingungan. Tipe orang semacam ini biasanya tipe perampok kelas teri, sedangkan tipe perampok kelas atas atau koruptor dia bisa menabung yakni dengan membeli cafe atau bar dan lain sebagainya.

Bangga Menggunakan BRI Syariah IB, merupakan sebuah perwujudan rasa aman dalam menyimpan rejeki anda. Tentu saja ini bisa dibuktikan sendiri apabila anda belum percaya tentang komentar saya. Pengalaman pribadi yang saya alami ketika menjadi nasabah BRI Syariah IB ini, setiap transaksi menggunakan kartu ATM BRI Syariah baik di ATM BRI Syariah maupun ATM yang lain dengan logo ATM Bersama, kita tidak akan dipungut biaya sepeserpun. Transaksi di ATM Bersama ini beragam jenisnya, baik itu transfer uang, cek saldo, ngambil duit dan lain sebagainya itu free.

Selain itu, perhitungan yang digunakan dalam BRI Syariah ini jelas menggunakan sistem syariah yang diajarkan oleh agama Islam. Tentu saja tidak ada pemotongan untuk biaya bulanan, sehingga berapapun lamanya uang anda tersimpan walaupun cuma isi 50ribu rupiah akan tetap pada tempatnya. Sungguh besar banget kan manfaat dari menabung di BRI Syariah. Tulisan ini bukan sebuah konspirasi untuk menjerumuskan anda ke tebing kemakmuran, hanya ingin bersosialisasi terhadap manfaat perbankan Syariah.


Sedia PROPOLIS untuk kesehatan anda terhadap penyakit seperti ginjal, liver, jantung, asma, HIV/AIDS dan lain sebagainya. Untuk pemesanan kontak langsung 085871265667 untuk 1 paket Rp 600.000, 3 paket Rp 1.700.000, 7 Paket Rp 3.900.000. Untuk transfer pembayaran langsung ke BRI Syariah an. MISNO dgn nomor rekening 1009134103.


Saturday, September 14, 2013

Yuks Donor Darah Bareng PMI dan Indosat di Bundaran HI

Menjelang peringatan hari ulang tahun ke 68, PMI akan menggelar donor darah massal di sekitar Bundaran HI. Acara tersebut dijadualkan hari minggu 15 September 2013 jam 7 sampai 10 pagi. Tema yang akan diusung dalam donor darah massal ini yaitu "Setetes Darah Kita, Sejuta Harapan Hidup Bagi Sesama". Suatu anugrah apabila rekan-rekan semua sebangsa dan setanah air bisa turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah sukarela tersebut.

Kegiatan ini juga dijadualkan akan dihadiri ketua umum Palang Merah Indonesia yaitu Bapak Jusuf Kalla dan Bapak Rachmat Gobel. Masyarakat yang ingin berpartiipasi hendaknya mengirimkan email pendaftaran terlebih dahulu sebagai peserta donor kepada panitia, diantaranya Eva Yulianti (eva.yulianti@indosat.com), Harris Seswitra (harris.seswitra@indosat.com) dan Rommy Alief G. Pribadi (rommy.pribadi@indosat.com).

Ada souvenir menarik yang disediakan panitia bagi peserta donor darah yakni T-Shirt branding sponsor yaitu Indosat. Selain itu juga masih ada souvenir yang bisa dibawa pulang. Mari kita sehatkan jiwa raga dan orang lain. Kalau bukan kita yang peduli siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Tambahan info lokasi ada di Bundaran HI yakni Arah Belokan Kiri - Jl. Imam Bonjol (Depan Dutch Bank dan Samping Mandarin Hotel).

Sedia keris bertuah, berminat silahkan PM 085871265667


Wayang Tontonan Tuntunan Tatanan

Arjuno Wayang Banyumas

Masih teringat dengan percakapan di Bantul bersama pak Seto Handoko dan pak Dalang Geseh, bahwasanya wayang itu merupakan sebuah tontonan, tuntunan dan tatanan. Wayang merupakan sebuah sarana hiburan yang digunakan oleh para wali sebagai media dakwah Islam. Wayang memiliki keluwesan karena isinya mudah dipahami oleh masyarakat jawa sehingga bisa diselipkan wejangan-wejangan dakwah agama.

Wayang bisa menjadi tuntunan karena dalam cerita pewayangan itu cakupannya luas dan banyak piatur-piatur yang dapat menuntun manusia untuk berlaku baik, bijaksana dan penuh didikan. Wayang memiliki banyak falsafah tersembunyi yang dapat diartikan oleh kalangan tertentu saja. Seperti contoh ketika dalang memulai penampilan wayang yakni ketika membuka gunungan, "heng wilaheng" sepintas orang memandang itu seperti nyanyian biasa kayak lagu "hooo hooo hooo". Ternyata lebih dari itu, contoh yang bisa kujelaskan Ooooo..ooooo yang dapat bermakna "O" artinya ono (ada) menjadi "O" ora ono (tidak ada).

Makna ketiga yaitu wayang sebagai "Tatanan". Hal ini dapat dimaksudkan bahwa dalam cerita pewayangan terdapat berbagai kisah yang menjelaskan bagaimana seharusnya laku hidup manusia. Tindakan dalam bersosialisasi di berbagai tingkat lingkungan agar bisa sejalan harmonis dengan makhluk lainnya. Tatanan inilah yang tentunya apabila dijalankan dengan baik oleh masyarakat Indonesia, akan menciptakan kemakmuran, kesejahteraan dan keamanan bersama.

Mari kita renungi, pahami dan cintai kebudayaan sendiri. Karena budaya merupakan warisan leluhur yang tentunya banyak manfaat untuk keharmonisan dan kebahagiaan laku hidup manusia. Cintai budaya sebagai wujud bangsa yang memiliki rasa nasionalisme.




Sedia Blangkon dengan berbagai ukuran. Kontak 085871265667


Sedikit Memberikan Tanggapan Penembakan Polisi

Akhir-akhir ini memang banyak kasus penembakan yang melibatkan beberapa calon tersangka dengan sasaran acak anggota kepolisian. Tentu saja membuat kekhawatiran di kalangan kepolisian, pasalnya dalam jarak beberapa hari saja penembakan kembali terjadi. Terakhir korban meninggal adalah mr. Sukardi, yang ditembak saat bertugas di luar jam dinas ketika mengawal kendaraan.

Sebagai masyarakat tentu saja saya tidak terpengaruh, takut atau apapun. Karena di lingkungan masyarakat, polisi masih menjadikan sosok yang mengerikan, musuh bebuyutan dan lain sebagainya. Masyarakat merasakan sikap acuh saat mendengarkan berita di televisi bahwa penembakan tersebut terjadi hanya selang beberapa hari saja. Mengapa bisa acuh demikian, karena warga sudah krisis kepercayaan terhadap polisi akibat seringnya razia jalan raya yang terkadang memaksa sidang di tempat (jalan) tetapi uang masuk kantong (tanpa surat tilang).

Selain itu juga dipengaruhi faktor lain mengapa masyarakat bisa acuh atas penembakan terhadap polisi, diantaranya adalah sikap polisi yang cenderung kasar, semena-mena terhadap rakyat kecil. Sementara kepada golongan konglomerat atau pejabat, polisi itu tunduk laksana anjing yang diberikan tulang. Dia menggonggong dan terkadang bahkan sering menggigit kepada rakyat jelata. Bukannya melindungi tetapi malah menggerogoti hingga menimbulkan dampak kebencian terhadap polisi.

Memang setiap instansi itu ada yang baik ada yang tidak. Tentu diantara oknum polisi yang seperti anjing itu, masih banyak anggota polisi yang benar-benar bekerja dengan niatan untuk mengabdi. Bekerja untuk negara dengan melindungi rakyat, memberikan rasa aman, nyaman dan sentosa. Mengenai tanggapan terhadap motif polisi, itu saya rasa persaingan usaha atau bisa jadi memang permainan intern di tubuh kepolisian. Maksud saya begini, menembaki anggota kepolisian lalu membuat skenario hingga seolah-olah dirinya jadi pahlawan. Padahal memang tersangka dan lain sebagainya suruhan anggota polisi juga tentu yang berpangkat tinggi.

Harapan masyarakat adalah penembakan tersebut sebaiknya dipindahkan sasaran yakni macam Djoko Susilo, Angelina Sondakh, Andi Malarangeng dan seluruh koruptor-koruptor yang masih bebas berkeliaran sekaligus juga hakim yang berani mempermainkan hukum hingga berani memberikan vonis ringan hingga bebas terhadap koruptor tersebut.


Menerima pemesanan Propolis untuk khasiat pengobatan kanker, ginjal, jantung, katarak dan lain sebagainya. Harga Perpaket Rp 600.000,- Kontak 085871265667.


Friday, September 6, 2013

Pertamax Sehatkan Kendaraanmu

Saat Isi Pertamax di SPBU depan BCA Banjar
Benar-benar sebuah keputusan yang tepat. Keputusan yang akan membawa banyak dampak positif baik bagi perekonomian Indonesia maupun bagi pribadi. Karena berdasarkan banyak pengalaman pribadi dari tetangga yang kebetulan masih saudara, namanya Masno yang menggunakan kendaraan Jupiter MX tahun 2006. Sepeda motor tersebut sering menggunakan bahan bakar jenis Pertamax.

Ada manfaat yang begitu besar dengan menggunakan pertamax, selain membantu pemerintah dari penggunaan bahan bakar non subsidi, tentu pengaruh bagi kendaraan sangat jelas terlihat nyata. Manfaat tersebut yaitu kendaraan menjadi lebih bersih yakni tarikan gas menjadi enteng dan dapat berlari kencang. Seolah-olah dengan menggunakan bahan bakar Pertamax ini, karburator dicuci langsung sehingga lebih bersih.

Berbeda sekali apabila kita menggunakan bahan bakar jenis lain (asal jangan solar untuk sepeda motor). Penggunaan bahan bakar seperti premium, solar (kalau bisa untuk motor) dan lainnya tentu terkadang membuat karburator bisa kotor atau terjadi pengembunan. Oleh karena itu, apabila penggunaan Pertamax memang sangat bagus bagi stamina motor, kenapa tidak (why not?). Jadi yuks beralih ke Pertamax.

Namun ada masalah yang terkadang dihadapi bagi para pengguna sepeda motor apabila harus menggunakan Pertamax. Harga non subsidi mencapai Rp 9.950,- ternyata bisa membuat kantong kempes. Sebuah pengorbanan tentu harus ada demi mendapatkan kualitas terbaik. Solusinya yang perlu dipecahkan apabila penggunaan Pertamax mengancam kesejahteraan kantong dompet, kita oplos dengan bahan bakar premium. Selain hemat dan hebat, kita selamatkan kesehatan motor dan keuangan negara (kalau nggak dikorupsi). Bersama Pertamina kita bisa.



Sedia Blangkon, Keris dan hiasan bros dengan harga bersahabat. Call me 085871265667


Wednesday, September 4, 2013

Jakarta Pusat Diplomasi Asean dan Dunia

Monas Salah Satu Icon Jakarta

Terpilihnya Jakarta sebagai Ibukota ASEAN bukan sesuatu yang mustahil apalagi dipandang sebelah mata. Indonesia dengan pengaruh budaya ketimuran telah diakui di berbagai belahan dunia yang memiliki etika unggah-ungguh, tidak rakus dan tentu saja bisa menjadi penengah yang baik antar elemen apabila terjadi konflik.

Menelisik tema kali ini terkait dengan #10daysforASEAN yakni "Jakarta, Diplomatic City of ASEAN", tentu merupakan kabar yang menggembirakan. Kepercayaan masyarakat dunia khususnya ASEAN, menempatkan Jakarta sebagai kota penghubung antar negara-negara di dunia dan kawasan ASEAN. Atas dasar kepercayaan itu, didirikanlah sebuah markas ASEAN Secretary di jalan Sisingamangaraja 70 A Jakarta Selatan.

Pendirian markas ASEAN Secretary di Jakarta ini juga merupakan bentuk penghargaan, apresiasi, dedikasi dan tentu saja akan membawa dampak positif bagi Indonesia. Dampak positifnya tentu saja semakin meningkatnya kepercayaan plus tanggung jawab Indonesia sebagai negara yang memiliki peran penting dalam pembentukan ASEAN. Selain itu, juga dapat berpengaruh pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke Indonesia khususnya Jakarta. Secara tidak langsung kunjungan ataupun pertemuan duta-duta besar, diplomat dan berbagai utusan dari berbagai bidang dari negara tetangga, merupakan salah satu sarana promosi, tentu harus dengan persiapan baik dari kebersihan lokasi Jakarta, sarana prasarana dan lain sebagainya agar memberikan kesan yang baik.

Dampak negatif yang bisa timbul dari kebebasan akan Jakarta sebagai pusat diplomasi tentu semakin maraknya kebudayaan asing. Budaya barat yang sudah jelas bisa merusak sendi-sendi budaya timur harus diwaspadai. Budaya tersebut bukan berupa nyanyian, tari-tarian akan tetapi lebih condong ke arah gaya hidup seperti seks bebas, tindak kekerasan menggunakan senjata api, geng motor, pembajakan dan semua hal itu tidak bisa kita hindari melainkan hanya perlu membentengi diri akan bahaya budaya barat tersebut. 

Budaya lain yang juga memicu keprihatinan sejumlah pihak yakni gejolak kawula muda yang cenderung meniru kebudayaan salah satunya berupa tarian seperti boyband atau girl band macam Super Junior, Cherry Bele. Maksud dari keprihatinan ini adalah bahwa generasi muda Indonesia, lebih cenderung meniru, mempelajari bahkan menjadikan budaya-budaya baru tersebut sebagai kesenangan mereka ketimbang memahami budaya lokal yang secara nyata dikagumi warga barat.

Terlepas dari dampak positif dan negatif dari Jakarta sebagai markas ASEAN Secretary, tentu banyak hal yang harus dipersiapkan guna mendukung kenyamanan, keamanan dan kemudahan baik dalam aspek komunikasi, transportasi, informasi dan lain sebagainya. Pembenahan tersebut meliputi pembangunan prasarana transportasi yang ramah lingkungan dan meminimalisir dampak kemacetan, ruang terbuka hijau yang lebih luas, membiasakan gaya hidup sehat dengan membuang sampah di tempatnya, pengolahan sampah Jakarta agar lebih manfaat dan ramah lingkungan. Berbagai pekerjaan rumah di kota Jakarta ini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena selain pembangunan sarana prasarana juga perlu membangun kesadaran berbudaya ketimuran.

Atas dasar pandangan dampak positif dan negatif serta berbagai hal yang harus dipersiapkan tersebut. Niscaya Jakarta dengan keanekaragaman budaya lokal sebagai pemikat dan sikap Indonesia baik dalam perannya yang tinggi di ASEAN dan dunia, mampu menjadi leader dunia khususnya negara-negara di kawasan ASEAN. Sebelum terbentuknya Badan Pembangunan ASEAN dengan deadline 31 Desember 2015, Jakarta dengan pelan tapi pasti bisa menjadikan kota yang nyaman, aman dan bersih sebagai "Jakarta, Diplomatic City of ASEAN". Sehingga Jakarta bisa menjadi pusat diplomasi ASEAN dan dunia.




Sedia blangkon baik model Solo maupun Jogja. Order 085871265667. Pin BB 2711C838


Tuesday, September 3, 2013

Persatuan Asean Masa Depan Dunia


Mengawal Terbentuknya Badan Persatuan ASEAN

ASEAN merupakan sebuah komunitas antara negara-negara serumpun di Asia Tenggara. Mereka memiliki berbagai sumber daya baik alam maupun manusia yang saling mendukung. Apabila hal tersebut menjadi satu kesatuan dengan satu visi dan misi yang sama guna membentuk kemakmuran seluruh masyarakat, maka akan mendongkrak ASEAN menjadi sebuah super power yang luar biasa.

Kekuatan komunitas ASEAN akan diperkuat dengan dibentuknya Badan Persatuan ASEAN. Pembangunan Badan Persatuan ASEAN ditargetkan selesai pembentukannya pada 31 Desember 2015. Merupakan hasil kesepakatan musyawarah KTT ASEAN Ke-33 pada April 2013 lalu di Brunei Darussalam, dengan tema khusus yaitu "Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan". Tentunya dengan didukung oleh 3 Pilar utama yakni Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan.

Ketiga pilar tersebut merupakan pondasi utama kekuatan ASEAN untuk menyatukan rakyat hingga menciptakan masa depan bagi seluruh rakyat di kawasan ASEAN. Menelaah satu persatu mengenai 3 pilar yang dibentuk tadi, salah satunya Persatuan Keamanan. Dengan terbukanya secara lebar akan kebebasan baik dari segi perdagangan, pertanian dan berbagai sektor, tentu keamanan menjadi hal yang mutlak dalam memberikan rasa aman. Apabila salah satu negara terjadi konflik baik itu internal maupun eksternal harus segera diselesaikan untuk menciptakan suasana kondusif karena pada dasarnya kita sudah sepakat menjadi satu kesatuan. Sehingga dengan hal ini akan mendorong siklus perdagangan baik lokal ASEAN maupun Internasional untuk masuk ke kawasan ASEAN kembali normal.

Persatuan Ekonomi merupakan upaya untuk menciptakan kekuatan stabilitas baik dari neraca perdagangan maupun penguasan pangsa pasar dunia. Salah satu contoh bentuk konkrit akan persatuan ekonomi ini yakni kerjasama di bidang perkebunan kopi antara negara Indonesia dengan Vietnam untuk mensuplai kebutuhan kopi dunia bersaing dengan Brazil tentunya. Selain kopi juga masih banyak lagi berbagai bidang baik itu peternakan, perkebunan maupun pertanian agar bisa saling bersinergi antar negara anggota ASEAN.

Terkait dengan pilar yang ketiga yakni Persatuan Sosial dan Kebudayaan, tentu saja erat kaitannya dengan saling menghargai budaya masing-masing negara anggota ASEAN. Konflik mengenai pengakuan budaya suatu negara seperti kisah reog Ponorogo dan berbagai budaya Indonesia yang diklaim Malaysia, sudah cukup sampai di situ. Artinya apa yang terjadi di masa lalu merupakan cerminan untuk tidak lagi saling klaim, melainkan lebih mengedepankan aspek Persatuan baik di bidang Sosial maupun Kebudayaan. Tentu salah satu cara mencegah saling klaim budaya antara negara di kawasan ASEAN adalah saling memperkenalkan budaya masing-masing dari berbagai daerah agar lebih dipahami oleh 600 juta jiwa penduduk ASEAN. Pasalnya kita semua dari segi bahasa, warna kulit, tampak wajah dan budaya memiliki banyak kemiripan.

Apabila ketiga pilar tersebut benar-benar dijaga dan diyakini sebagai kekuatan utama masyarakat ASEAN. Tentu pembentukan Badan Persatuan ASEAN akan lebih cepat teralisasi. Kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan melalui tiga pilar tadi, merupakan modal utama membangun kekuatan ekonomi, politik, pendidikan dan teknologi dikawasan ASEAN, bahkan bisa menjadi komunitas dengan kekuatan terbesar di dunia.


Sell ​​Blangkon with type Solo or Yogyakarta. Price from 35K IDR. Phone 085871265667


Monday, September 2, 2013

Menelisik Kebebasan Berekspresi Warga Filipina

Simbol Kebebasan Berekspresi

Perkembangan teknologi yang begitu pesat tentunya membuat segala informasi yang datang dari segala lini meluncur dengan cepat. Percepatan teknologi ini tentu dapat membawa pengaruh yang positif maupun negatif. Semuanya sudah ada resiko yang harus dihadapi namun sejauh mana kita bijak dalam memanfaatkan teknologi ini untuk kebebasan berekspresi. Apalagi Indonesia termasuk surganya kebebasan berekspresi di mana sudah diatur dalam UUD 1945 yang berbunyi bahwa "Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-Undang".

Kebebasan mengeluarkan pendapat dan berekspresi ini sejalan dengan Pasal 19 Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia. Dalam upaya membangun kebebasan mengeluarkan pendapat, demokrasi dan perlindungan hak-hak asasi manusia dengan fokus pembahasan mengenai prosedural mengemukakan pendapat di muka umum, ditentukan juga melalui Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang "Kebebasan Mengemukakan Pendapat di Muka Umum dalam pemenuhan jaminan hak asasi manusia". Inilah gambaran mengenai kebebasan berekspresi dan perlindungan tentang hak asasi manusia di Indonesia.

Apa yang kita rasakan mengenai kebebasan informasi ini tentu saja berbeda di tiap negara. Mari sejenak kita tengok belakang yakni ke Vietnam, terkait dengan penangkapan seorang blogger Khatolik bernama Ta Phong Tan karena tulisannya yang menyuarakan "kebenaran dan keadilan", namun oleh pemerintah dirinya dianggap berupaya mempropaganda dan mengancam keutuhan negara. Itu hanya sekilas gambaran mengenai kisah nyata seorang blogger yang dipenjara karena tulisannya.

Kebijakan akan kebebasan berekspresi yang berbeda ini tentu saja harus menjadi perhatian serius. Kita harus memahami daerah atau negara mana saja yang masih mengekang kebebasan ekspresi, sehingga bisa meminimalisir resiko baik berupa ancaman penjara maupun pembunuhan. Ancaman semacam ini memang dapat memicu tingginya konflik sosial di berbagai kalangan, yang memaksa setiap orang harus benar-benar menjaga dirinya masing-masing jika ingin berkoar baik di sosmed atau pun majalah dan koran.

Filipina, sebuah negara yang juga termasuk dalam kawasan Asean pun tak jauh berbeda dengan Vietnam yang mengekang akan kebebasan berekspresi. Menyampaikan pendapat baik berupa keluhan, curhatan atau sekedar opini pribadi di social media seperti facebook, twitter maupun blog misalnya, bisa mendapat ancaman yang serius termasuk penjara. Dasar hukum yang digunakan pemerintah Filipina dalam membatasi interaksi warganya melalui socmed dan interaksi secara langsung, yakni Undang-Undang Pencegahan Kriminal (Cybercrime Prevention Act) tahun 2012 yang ditandatangani presiden Benigno Aquino, 12 September tahun lalu.

Undang-undang tersebut berisi bahwa seseorang dapat dinyatakan bersalah dan mendapatkan denda termasuk dipenjara dengan tuduhan memfitnah baik di media informasi seperti televisi, koran hingga social media. Ancaman lain yang juga menjadi momok menakutkan bagi warga negara Filipina dalam mengeksplorasi pemikirannya, yakni lemahnya penegakan hukum di negara tersebut. Ketika seorang blogger atau pengguna social media mengemukakan opininya, dan terdapat seseorang yang tidak senang akan tulisan tersebut, dirinya akan mengancam hingga melakukan pembunuhan terhadap blogger tersebut. Tindakan ini dilakukan secara sengaja karena memang lambatnya penegakan hukum, sehingga mereka dengan memanfaatkan Undang-undang Pencegahan Kriminal bisa memenjarakan dengan mudah para blogger.

Terkait dengan rencana pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 (AEC2015), diharapkan pemerintah di kawasan ASEAN melonggarkan kebijakan akan kebebasan berekspresi ini. Sehingga setiap individu bisa menyampaikan berbagai informasi khususnya terkait dengan pembangunan ekonomi, wisata dan lain sebagainya yang sangat bermanfaat untuk seluruh elemen. Kebebasan berinteraksi dan berekspresi tentu saja bukan sekedar bebas dalam menyampaikan opini, melainkan juga ada etika, tata krama, unggah-ungguh yang harus dijunjung tinggi agar tidak ada pihak yang merasa terfitnah.

Di undang-undang tersebut dikatakan bahwa seseorang dapat dinyatakan bersalah dan akan mendapatkan denda serta dipenjara karena komentar memfitnah di media sosial, dunia maya, termasuk komentar yang ada di facebook, twitter, atau blog. Sebuah undang-undang yang terkait dengan kriminal di dunia maya tersebut banyak menuai protes dari berbagai kalangan dan kelompok termasuk wartawan karena akan menganggu kebebasan berekspresi dan berinformasi.

masukan kode disini


Sunday, September 1, 2013

Konflik Perbatasan Hal Sensitif

Pulau Perbatasan Daerah Rawan Konflik

Perbatasan antar negara di segala penjuru dunia, memang menjadi suatu hal yang sensitif. Hal ini terjadi karena kedua belah pihak yang bertikai, menginginkan pulau yang sama ibarat pemain bola saling berebut bola. Terkadang dalam perebutan kekuasaan wilayah di perbatasan ini laksana permainan tarik tambang yang lebih condong menggunakan kekuatan otot. Pihak yang lemah dari segi senjata dan militer tentu saja akan kalah dan harus menerima kenyataan pahit bahwa pulau yang diperebutkan menjadi pihak lain.

Konflik perbatasan yang saat ini masih menjadi perbincangan di kancah Internasional khususnya kawasan ASEAN yaitu perebutan tiga pulau di sebelah timur selat Singapura yakni Pedra Branca atau yang biasa disebut masyarakat Malaysia sebagai pulau Batu Puteh, Batuan Tengah dan Karang Selatan. Perundingan pun sudah dilakukan oleh kedua belah pihak hingga menyerahkannya ke Mahkamah Internasional untuk dicarikan solusinya pada tahun 2008. Dalam keputusan yang dihasilkan tersebut yakni menyerahkan Pulau Pedra Branca kepada Singapura, dan kedua pulau lainnya yaitu Karang Selatan dan Batuan Tengah masih belum jelas apakah milik Malaysia atau disengketakan.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Malaysia memang memiliki catatan sejarah yang buruk yakni seringnya membuat konflik perbatasan. Apabila mengkaji mengenai daerah perbatasan khususnya di Kalimantan, Malaysia secara diam-diam sudah merampok banyak sekali wilayah kehutanan Indonesia untuk dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit. Tentu pemerintah bertanggungjawab akan penyerobotan hutan ini, lantaran kurangnya kewaspadaan dan pengamanan ketat di daerah perbatasan.

Konflik lain yang pernah dilakukan oleh Malaysia yakni dengan Thailand terkait kepemilikan bukit Ko Losin Islet, Malaysia dengan Brunei Darussalam mengenai pulau Limbang juga antara Malaysia dengan Fillipina terkait pulau Spartly. Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan, memang Malaysia negara yang paling ngotot akan klaim mengenai perbatasan wilayah. Kandungan dan kekayaan alam tentu menjadi dasar dari konflik yang terjadi khususnya Sipadan dan Ligitan. Rupanya hal ini mendorong rasa kerakusan mereka untuk menguasai berbagai pulau yang berbatasan dengan negara lainnya tanpa melihat bukti sejarah secara nyata.

Lantas mengenai pertikaian tersebut yakni pertikaian tiga pulau di pintu masuk selat Singapura, seharusnya masyarakat Malaysia legowo untuk menerima keputusan Mahkamah Internasional tahun 2008. Keputusan tersebut menjelaskan bahwa pulau Pedra Branca diserahkan ke Singapura, tentu saja secara tidak langsung Pulau Batuan Tengah dan Karang Selatan menjadi milik Malaysia. Seharusnya konflik yang terjadi mulai tahun 1979 itu sudah mereda, namun kembali lagi ke sifat dasar manusia yakni kerakusan bahwa masyarakat Malaysia tidak merelakan Pedra Branca diambil Singapura.

Menuju Komunitas Asean 2015 nanti, ke-10 Negara di Kawasan ASEAN merupakan satu kesatuan komunitas yang memiliki satu visi dan misi untuk mengembangkan perekonomian maupun kerjasama di berbagai bidang. Kita bukan lagi pesaing melainkan mitra yang harus bersatu padu dalam wadah komunitas Asean Economy Community 2015. Harapan saya tentu saja saat terbentuknya nanti #AEC2015, seluruh konflik eksternal mengenai perbatasan di berbagai negara Kawasan ASEAN sudah tidak ada lagi. Kalau pun masih saja terjadi perebutan wilayah, diharapkan perundingan yang dilakukan benar-benar dihormati dengan patokan dari Sejarah wilayah, adat budaya di wilayah konflik dan memanfaatkan Zona Economy Exlusif (ZEE) sebagai alat penyelesaian masalah perbatasan.


masukan kode disini