-

Menelisik Keserumpunan Asean Berdasarkan Candi

Candi Angkor Wat di Cambodia

Candi merupakan sebuah bangunan yang biasa digunakan untuk tempat peribadatan umat agama Hindu – Budha. Bangunan yang biasanya berbentuk segi empat dengan hiasan ukiran dipermukaan luarnya, berbentuk stupa hingga ketinggian tertentu dan terdapat patung di berbagai sudut luar maupun pintu gerbang ke bangunan candi. Indonesia yang terkenal akan unsur budayanya yang multi culture, pun memiliki banyak bangunan candi dengan ciri khas yang hampir banyak kesamaan di berbagai wilayah termasuk di kawasan ASEAN.

Candi Borobudur Magelang-Jawa Tengah

Borobudur sebagai salah satu cagar budaya bangunan candi, yang hingga kini sering dijadikan tempat peribadatan saat galungan dan objek wisata. Candi ini selesai dibangun pada masa pemerintahan Raja Samaratungga tahun 825 M. Tidak seperti raja yang memerintah sebelumnya, Sri Maharaja Samaratungga yang biasa dikenal dengan Raja Samaratungga ini lebih mengedepankan pembangunan aspek agama dan budaya. Bangunan tersebut memakan waktu kurang lebih 100 tahun dalam masa pembangunannya.

Borobudur saat itu merupakan bangunan candi yang termegah hingga menjadi sebuah keajaiban dunia. Candi ini memiliki 10 tingkatan dengan 6 tingkat berbentuk kotak persegi sementara 3 bagian tingkatan di atasnya berupa lingkaran. Selain itu, 1 tingkat bagian paling atas dari candi Borobudur berbentuk stupa besar dengan patung di dalamnya. Setiap permukaan dari candi Borobudur ini, terdapat relief yang menggambarkan 10 tingkatan bodhisattva untuk mencapai kesempurnaan menjadi Budha.

Lantas yang menjadi pokok perbincangan adalah mengenai statement para pakar sejarah bahwa relief bangunan Candi Borobudur terdapat kesamaan dengan Candi Angkor Wat di Kamboja. Apabila mengkaji mengenai masa pembangunan dari bangunan kedua candi tersebut, sebetulnya berbeda yakni selisih 3 abad. Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia merupakan bangunan Candi termegah yang dimiliki oleh Umat Budha yang pembangunannya selesai di tahun 825M. Sedangkan Candi Angkor Wat dibangun pada abad ke-12 oleh Raja Suryawarman II.

Perlu diketahui bahwa Raja Suryawarman II saat itu memerintahkan pembangunan Angkor Wat dengan menggunakan pengaruh agama Hindu dan meletakkan gunung Meru sebagai pusat dunia sekaligus tempat tinggal dewa-dewi. Namun akhirnya Angkor Wat ini dijajah oleh Siam pada tahun 1431 M dengan membawa pengaruh Budha. Karena pengaruh baru inilah akhirnya terdapat beberapa perubahan terhadap relief candi Angkor Wat. Apabila mengkaji kemiripan antara Angkor Wat dengan Borobudur sebetulnya terletak pada pengaruh Budha. Hanya saja untuk Candi Angkor Wat pengaruh Budha dibawa oleh Siam dari Thailand yang secara nyata masih dalam kawasan ASEAN. Sebagai tambahan bahwa negara-negara di kawasan ASEAN merupakan serumpun, itu karena terjadi hubungan kerjasama terutama dalam hal perdagangan. Sehingga para penduduk yang berdagang kadang menetap dan menikah hingga memiliki keturunan di tempat yang baru.



Sedia produk herbal Propolis dengan khasiat untuk mengobati semua penyakit. Call Me 085871265667


Previous
Next Post »

Silahkan berkomentar tetapi dengan santun. Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Thanks for your comment