-

Daging Kambing Aqiqah Tetangga


Tadi pagi tetangga yang akan naik haji beraqiqah tiga kepala kambing. Ada sekitar 20 orang yang turut serta membantu dalam membereskan maksudnya memotong daging kambing hingga dimasak untuk keperluan tasyakuran malam ini dan besok pagi. Walau pun ada banyak begitu hidangan kambing yang tersedia, sayangnya aku nggak suka dengan daging kambing. Nggak apa-apa sih rela aja nggak menikmatinya, padahal yang lainnya asik bakar sate kambing dan benar-benar menggugah selera.

Kambing yang tadi dipotong cukup gemuk memang. Belum terlalu tua juga kambingnya sehingga enak untuk diolah menjadi berbagai menu dengan daging kambing. Kalau di Jogja (ingat waktu tasyakuran 1000 Hari Den Tutur), ada menu daging kambing bernama tengkleng. Menu yang berpadu antara kuah dengan tulang-tulang kambing. Nikmat benar saat kumelihat mereka yang gemar tengkleng mencicipi setiap tulang demi tulang.

Ada pepatah bahwa sesuatu yang tidak disukai nggak baik untuk dipaksakan. Tentu saja aku lebih baik menghindari untuk makan daging tersebut. Padahal bila dibikin sate ya suka sih atau pun digoreng. Jadi inget pula nih waktu makan sate kambing goreng di jalan Imogiri Timur. Waktu itu akan membeli perlengkapan ibadah buat korban gempa Aceh, kita menunggu waktu berbuka dan akhirnya santap menu buka di warung tersebut. Rasanya enak dan harganya terjangkau, soal nama tempat nanti menyusul ya harus aku cek dulu.

Kembali ke topik awal, bahwa tadi tetangga yang bantu pelihara potong kambing pada bikin sate. Anehnya lagi ada seorang yang bernama Kasno alias Kasdut makan daging kambing secara mentah. Saat yang lain melihatnya, mereka malah pada muntah-muntah akhirnya. Betul-betul aneh bin nyata. Besok dagingnya dibikin menu sate, pasti deh bakalan nikmat ku santap langsung ambil 10 tusuk.


Sedia Blangkon dan PIN, kontak 085871265667


Previous
Next Post »

Silahkan berkomentar tetapi dengan santun. Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Thanks for your comment