Saturday, August 31, 2013

Perluas Diplomatik Bilateral, Hapus Faham Komunis

Wisata Budaya Laos

Seperti kita ketahui bersama bahwa Laos merupakan sebuah negara kecil yang menganut faham Komunis. Sebuah pemahaman yang tentu saja bersifat tertutup terhadap masuknya budaya maupun investasi dari luar. Ini sama dengan yang terjadi di Korea Utara, bedanya hanya terletak pada faktor SDA dan SDM yang dimiliki kedua negara tersebut. Laos apabila bertahan dengan sistem komunis dan bersifat tertutup, dia cenderung akan menutup kemakmuran bagi rakyatnya. Penyebabnya yakni masih minimnya sumber daya manusia berkualitas yang bersedia tinggal di negaranya sendiri lantaran tidak ada lapangan kerja tersedia.

Melihat dari kondisi geografis Laos yang banyak gunung-gunung dan hutan hujan tropis, ini sangat potensial sekali apabila dikelola menjadi wisata cagar alam. Pembangunan yang belum begitu terasa di berbagai sektor harus segera diakhiri. Caranya tentu saja dengan membuka kesempatan kepada investor asing untuk bersama-sama mengelola kekayaan alam di Laos agar bisa dimanfaatkan  untuk kemakmuran rakyat. Negara yang beribukota di Vientiane ini, semenjak masih menutup diri dari luar keadaannya sangat terpuruk.

Namun semenjak bergabung dengan ASEAN dan mulai membuka diplomasi dengan negara-negara di kawasan ASEAN khususnya dan negara-negara di dunia dengan melakukan kerjasama berbagai bidang, perekonomian antara tahun 1988 - 2004 mulai menunjukkan peningkatan yakni 6% per tahun. Dengan membuka diri dan melepaskan pengaruh komunis ini, tentu saja peluang akan pemerataan pembangunan di kawasan ASEAN bisa sejajar dengan negara berkembang lainnya. 

Memang saat krisis finansial di Asia pada tahun 1997, kondisi keuangan berbagai negara tidak terkecuali Laos sedang mengalami keterpurukan. Walaupun demikian, dengan terbukanya Laos bagi investor dan diplomasi dengan negara-negara di dunia khususnya ASEAN, pertumbuhan ekonomi Laos bisa melesat. Saat ini pembangunan di bidang ekonomi di Laos sudah bisa dirasakan di Vientiane, Luang Prabang, Pakxe, dan Savannakhet. Untuk dekade mendatang, pemerintah Laos akan berencana untuk membuka investasi di bidang transportasi dan pariwisata alam. Sehingga saat terbentuknya Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 (AEC2015) perekonomian di Laos dapat sejajar dengan negara lainnya.


masukan kode disini


Friday, August 30, 2013

Tingkatkan Kuantitas, Kuasai Export Kopi Dunia Bersama Vietnam

Kopi Sajian Wajib Pagi Hari

Kopi merupakan komoditi ekspor terbesar kedua di Indonesia setelah minyak bumi dan gas. Kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masa kini. Hampir 60% lebih masyarakat dunia, menikmati secangkir kopi hanya untuk sekedar teman membaca maupun disuguhkan dengan mendoan. Kebutuhan kopi yang begitu pesat, mendorong eksportir kopi terbesar dunia yakni Brazil, Vietnam dan Indonesia untuk terus berupaya meningkatkan hasil produksinya.

Brazil, Vietnam dan Indonesia memang sudah terkenal sebagai Negara penghasil kopi dunia. Kualitas kopi Brazil sudah tidak diragukan lagi karena memang sudah diakui dunia. Begitu pula mengenai kopi Indonesia, walau pun jumlah produksinya menurun disbanding Brazil dan Vietnam. Namun secara kualitas kopi di Negara kita lebih baik dibanding Vietnam. Penyebab dari kemerosotan hasil panen ini didasarkan pada berkurangnya lahan kopi dan umur tanaman tersebut.

Hal ini tentunya harus diantisipasi dengan menyiapkan lahan baru untuk memproduksi kopi. Pemanfaatan system pertanian dengan metode “Intensifikasi Pertanian” yakni memanfaatkan lahan yang sedikit dengan dibarengi pengetahuan teknologi pertanian modern, diharapkan mampu menghasilkan jumlah kopi yang lebih banyak. Intensifikasi perlu, pasalnya data dari Food Agriculture Organization (FAO) 2012, menyebutkan bahwa rata-rata 1 ha kebun kopi Indonesia menghasilkan 500kg. Sementara lahan kopi di Vietnam per hektarnya mampu mencapai 2 ton tiap panen. Untuk jenis kopi yang paling tinggi harganya adalah jenis Arabica yakni bisa mencapai 3-4 kali lipat dari harga kopi biasa. Untuk jenis Robusta sendiri harganya relatif murah.

Indonesia dan Vietnam merupakan 2 negara yang berada di kawasan ASEAN. Keduanya merupakan Negara penghasil kopi terbesar setelah Brazil. Menuju Komunitas ASEAN 2015 nanti, kita berharap kebutuhan kopi dunia bisa dipasok dari kawasan ASEAN menyaingi Brazil. Tentunya akan terjadi kesepakatan bahwa Negara-negara di Kawasan ASEAN ini akan saling bermitra untuk memajukan ekonomi di negaranya.





masukan kode disini


Thursday, August 29, 2013

Bebaskan Visa Wisata, Permudah Akses Liburan Turis Asing

Passport Syarat Mutlak Berkunjung Antar Negara

Setiap negara khususnya di kawasan ASEAN tentu memiliki beragam kebudayaan yang tidak kalah hebatnya dengan Indonesia. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan baik dari segi fasilitias atau yang lainnya. Tentu saja persaingan dari segi promosi dan layanan di tempat wisata perlu demi memberikan  pelayanan prima kepada turis untuk kembali mengunjungi tempat tersebut.

Terkait dengan adanya isu bahwa adanya keharusan membuat Visa Wisata di Kawasan yakni negara Myanmar, mungkin saja karena faktor keamanan dan ketertiban yang ingin mereka ciptakan agar selalu kondusif. Terlebih dari itu, memang harusnya untuk urusan wisata harus bebas visa. Agar siapapun bisa dengan mudah masuk ke negara lain untuk sekedar berlibur. Maka hal ini akan memperbesar income untuk suatu negara yang membebaskan visa wisata.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa kawasan ASEAN dengan terkecuali Myanmar telah membebaskan visa khususnya untuk urusan wisata. Artinya siapapun selama dalam kawasan ASEAN bisa liburan kemanapun dengan bebas, cukup menunjukkan passport saja saat melintasi perbatasan antar negara. Mengenai pengecualian ini khususnya pembebasan visa wisata, saya yakin kunjungan wisatawan akan lebih meningkat. Namun juga harus dibarengi dengan promosi wisata dan budaya atau yang sering saya singgung dengan Social Culture Promotion.

Berharap kedepannya dan dengan dimotivasi oleh berbagai kalangan di kawasan ASEAN terlebih lagi blogger yang memiliki peran sangat penting dalam hal promosi, bisa mempengaruhi pemimpin Myanmar untuk membuat kebijakan yang serupa yaitu bebaskan visa wisata. Apabila hal ini terwujud, kita akan lebih mudah untuk saling mengunjungi mengenai objek wisata budaya di masing-masing negara.


masukan kode disini


Wednesday, August 28, 2013

Sugeng Rawuh Surgone Indonesia

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat in Solo Indonesia

Terkesan agak nyeleneh dan ngawur memang apabila saya memakai judul seperti ini. Kok bisa? Berbeda dengan kawan-kawan blogger yang lain, dimana mereka hampir 90% lebih menggunakan bahasa Inggris sebagai slogan untuk menciptakan branding Indonesia. Saya sendiri dengan ide yang murni muncul dari dalam pemikiran dengan tujuan untuk mengenalkan lebih makna kedaerahan sebagai landasan budaya nusantara, dengan mengedepankan unsur edukasi berbahasa daerah kepada masyarkat Internasional umumnya dan ASEAN khususnya. Bahasa daerah yang harus benar-benar dikenal oleh bangsa lain khususnya di kawasan ASEAN. Melalui slogan "Sugeng Rawuh Surgone Indonesia", saya berharap bisa menjadi branding yang tepat untuk mempromosikan Indonesia melalui berbagai unsur budaya dan wisata alam dengan kekayaan yang tidak ternilai.

Tentunya masih banyak bahasa daerah lain yang bisa digunakan untuk menciptakan social culture branding of Indonesia. Namun Javanese Language saya rasakan lebih tepat lantaran dibalik itu semua juga ingin mengenalkan makna sebuah unggah-ungguh yang biasa dilakukan oleh Javanese People. Pokok program "Sugeng Rawuh Surgone Indonesia" yakni mengenalkan secara utuh akan budaya Jawa yang tercemar (bahasa lainnya terkenal) akan keramah tamahan dan keunikannya. Sugeng Rawuh is meaning welcome dan tentu saja sebuah bahasa yang baik dan santun juga akan mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia seutuhnya akan keramahtamahannya.

Melalui program ini, wisatawan juga akan diperkenalkan bagaimana belajar memainkan gamelan, mencoba menikmati bermain wayang dan tentu saja bisa pelajari bahasa Jawa Kromo Inggil. Saya yakin dengan menciptakan branding "Sugeng Rawuh Surgone Indonesia" masyarakat Internasional akan lebih mengenal budaya yang kita miliki lebih secara utuh. Selain itu berkunjung ke berbagai tempat wisata alam maupun kesenian juga dapat dinikmati dengan lebih leluasa.

Sangat disayangkan bahwa seolah-olah Indonesia hanya memiliki tempat kunjungan wisata alam dan budaya yang patut, aman dan indah cuma Bali. Padahal banyak sekali tempat wisata alam dan budaya yang belum tereksplore dengan baik. Sebagai blogger tentunya kita berkewajiban untuk terus mempromosikan paket wisata alam dan budaya di negara kita agar menjadi #destinationASEAN. Kekuatan blogger yang begitu mendunia didukung dengan media internet yang serba cepat sebagai salah satu alat promosi, saya yakin brand Indonesia dengan slogan "Sugeng Rawuh Surgone Indonesia" akan cetar membahana.




Sedia blangkon Solo maupun Jogja baik klewer atau mbendol, Kontak 085871265667


Tuesday, August 27, 2013

Menelisik Keserumpunan Asean Berdasarkan Candi

Candi Angkor Wat di Cambodia

Candi merupakan sebuah bangunan yang biasa digunakan untuk tempat peribadatan umat agama Hindu – Budha. Bangunan yang biasanya berbentuk segi empat dengan hiasan ukiran dipermukaan luarnya, berbentuk stupa hingga ketinggian tertentu dan terdapat patung di berbagai sudut luar maupun pintu gerbang ke bangunan candi. Indonesia yang terkenal akan unsur budayanya yang multi culture, pun memiliki banyak bangunan candi dengan ciri khas yang hampir banyak kesamaan di berbagai wilayah termasuk di kawasan ASEAN.

Candi Borobudur Magelang-Jawa Tengah

Borobudur sebagai salah satu cagar budaya bangunan candi, yang hingga kini sering dijadikan tempat peribadatan saat galungan dan objek wisata. Candi ini selesai dibangun pada masa pemerintahan Raja Samaratungga tahun 825 M. Tidak seperti raja yang memerintah sebelumnya, Sri Maharaja Samaratungga yang biasa dikenal dengan Raja Samaratungga ini lebih mengedepankan pembangunan aspek agama dan budaya. Bangunan tersebut memakan waktu kurang lebih 100 tahun dalam masa pembangunannya.

Borobudur saat itu merupakan bangunan candi yang termegah hingga menjadi sebuah keajaiban dunia. Candi ini memiliki 10 tingkatan dengan 6 tingkat berbentuk kotak persegi sementara 3 bagian tingkatan di atasnya berupa lingkaran. Selain itu, 1 tingkat bagian paling atas dari candi Borobudur berbentuk stupa besar dengan patung di dalamnya. Setiap permukaan dari candi Borobudur ini, terdapat relief yang menggambarkan 10 tingkatan bodhisattva untuk mencapai kesempurnaan menjadi Budha.

Lantas yang menjadi pokok perbincangan adalah mengenai statement para pakar sejarah bahwa relief bangunan Candi Borobudur terdapat kesamaan dengan Candi Angkor Wat di Kamboja. Apabila mengkaji mengenai masa pembangunan dari bangunan kedua candi tersebut, sebetulnya berbeda yakni selisih 3 abad. Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia merupakan bangunan Candi termegah yang dimiliki oleh Umat Budha yang pembangunannya selesai di tahun 825M. Sedangkan Candi Angkor Wat dibangun pada abad ke-12 oleh Raja Suryawarman II.

Perlu diketahui bahwa Raja Suryawarman II saat itu memerintahkan pembangunan Angkor Wat dengan menggunakan pengaruh agama Hindu dan meletakkan gunung Meru sebagai pusat dunia sekaligus tempat tinggal dewa-dewi. Namun akhirnya Angkor Wat ini dijajah oleh Siam pada tahun 1431 M dengan membawa pengaruh Budha. Karena pengaruh baru inilah akhirnya terdapat beberapa perubahan terhadap relief candi Angkor Wat. Apabila mengkaji kemiripan antara Angkor Wat dengan Borobudur sebetulnya terletak pada pengaruh Budha. Hanya saja untuk Candi Angkor Wat pengaruh Budha dibawa oleh Siam dari Thailand yang secara nyata masih dalam kawasan ASEAN. Sebagai tambahan bahwa negara-negara di kawasan ASEAN merupakan serumpun, itu karena terjadi hubungan kerjasama terutama dalam hal perdagangan. Sehingga para penduduk yang berdagang kadang menetap dan menikah hingga memiliki keturunan di tempat yang baru.



Sedia produk herbal Propolis dengan khasiat untuk mengobati semua penyakit. Call Me 085871265667


Monday, August 26, 2013

Ketika Salon Thailand Berdiri Samping Rumah


Terbentuknya Asean Economy Community 2015 (AEC2015) merupakan proses dimana terbukanya pangsa pasar se Asean secara bebas. Hal ini akan berdampak pada persaingan yang sangat ketat, dimana kualitas dari produk dan jasa sangat berpengaruh besar bagi kelangsungan usaha. Guna mempersiapkan diri dalam persaingan bebas di kawasan ASEAN, tentu saja harus ada sinergi antar stakeholder seperti pemerintah, pelaku usaha, kalangan akademisi dan insan media agar mampu membuat satu inisiatif mengenai standar kualitas pelayanan maupun produk di AEC2015.

Salah satu wacana yang akan menyelimuti dan mungkin bisa menjadi beban pikiran bagi pelaku usaha Indonesia khususnya dibidang jasa salon. Pertumbuhan salon dan spa memang sedang menjamur di Indonesia, sebuah pasar yang subur bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang jasa kecantikan ini. Salon dalam pandangan majemuk awam, merupakan tempat di mana seseorang berias guna mendapatkan kecantikan. Salon juga bagian dari seni, seperti riasan (make-up), potong rambut dengan berbagai mode (hair cut) dan lain-lain.

Apabila melihat tema dari lomba blog yang diselenggarakan @aseanblogger dengan #10daysforASEAN "Bagaimana kalau di sekitar perumahan kamu banyak berdiri salon-salon Thailand yang profesional dan mempunyai sertifikat tingkat internasional apakah akan menggeser salon lokal ? Apa analisismu ?", tentunya ada dua sudut pandang yang bisa kita jabarkan di sini. Pertama kita memposisikan diri sebagai seorang konsumen, di mana sebagai manusia khususnya wanita tentu mendambakan kecantikan sesuai dengan trend masa kini dengan patokan dandanan artis. Apalagi kaum remaja terutama gadis ABG, dengan pemikirannya yang labil.dan ingin selalu tampil gaya, pasti jadi sasaran empuk salon-salon yang memiliki berbagai desain mode kecantikan. Ketika AEC2015 nanti benar-benar sudah terlaksana, tentu sebagai konsumen akan memilih salon yang memberikan pelayanan prima dengan standar kualitas terbaik, dan tentu saja produk jasa yang dipilih juga akan memiliki trend dengan gaya keunikan tersendiri. Mengenai selera asal perihal "Jangan menjadi tamu di negeri sendiri", itu pribadi masing-masing personal bangsa.

Kedua melihat dari sudut pandang seorang pebisnis yakni pengusaha salon itu sendiri, tentu ini sebuah ancaman yang harus benar-benar diperhatikan secara teknis. Pengusaha harus mempelajari sisi keunikan dan kelebihan mereka, apa yang menjadi standar pelayanan mereka sehingga begitu ketatnya mode persaingan kita harus ekstra pasang aba-aba siaga. Persaingan kita dengan salon Thailand, tentu berlatar social culture budaya yang berbeda. Apalagi target pemasaran salon ada di negeri kita sendiri, tentu harus bisa menerka apa yang konsumen butuhkan. Pengusaha yang baik dan mencintai negerinya, tentu akan memperkaya seni-seni di bidang salon sesuai dengan culture di negerinya tanpa harus terbawa arus. Maka mencegah terjadinya gulung tikar karena ketatnya persaingan, standar pelayanan serta inovasi harus terus ditingkatkan agar bisa bertahan di era kebebasan terutama di kawasan ASEAN.





Sedia Blangkon dan Keris serta Propolis juga Biyang untuk kesehatan terhadap berbagai penyakit. Kontak 085871265667


Sidaharja Desa Terkaya Se-Ciamis


Tidak sengaja mendapat banyak pencerahan atau lebih tepatnya pandangan baru mengenai keadaan di Desa Sidaharja. Sebuah informasi dari seorang warga yang sangat giat menggerakkan para pemuda Karang Taruna. Perbincangan dengan seorang anggota BPD Sidaharja bernama Rasimun dengan seorang warga tersebut, menarik perhatian saya untuk mendekatinya. Mencengangkan karena terdapat statement bahwa Sidaharja merupakan desa terkaya di Kabupaten Ciamis.

Saya sangat kaget dan ternyata memang benar fakta yang ada di Sidaharja, kekayaan yang ada begitu berlimpah dan bisa untuk kemakmuran rakyat apabila dikelola dengan baik. Salah satu kekayaan yang paling menonjol adalah sebuah tanah raja. Merupakan sebuah wilayah perbukitan milik negara yang terletak di kampung Sindanghaji dengan luas 42 Ha. Kondisi tanahnya memang sebagian merah, namun bisa ditanami berbagai tanaman seperti kayu-kayuan dan ubi-ubian.

Masyarakat setempat yang berada di Kampung Sindanghaji lebih banyak memanfaatkan tanah raja tersebut untuk menanam ubi kayu. Memang hal itu menjadi primadona karena sudah bertahun-tahun masyarakat lebih menyukai bercocok tanam jenis ubi kayu. Pernah tanah raja disewa oleh seorang pengusaha bernama Wardini. Perbukitan tanah raja yang begitu luas tersebut ditanami dengan kayu Albasia. Bahkan karena begitu luasnya, sang pengusaha tersebut membuatkan jalan raya di area hutan tersebut.

Namun kebobrokan kembali terjadi lantaran pekerja yang ditugaskan sebagai mandornya melakukan tindakan menyimpang, yakni berani menjual kayu-kayu yang ada di sana hingga berulang kali. Perbuatan ini membuat kerugian besar bagi Wardini. Oleh karena kejadian tersebut, tidak berlangsung lama akhirnya pengusaha itu mengalami kebangkrutan.

Kekayaan lain milik Sidaharja selain tanah raja tersebut juga ada pentasan penyebrangan lintas propinsi yang terletak di Dusun Kedawung. Omset harian penyebrangan tersebut bisa hampir 1 juta. Penghasilan tersebut apabila dikelola dengan baik tentu bisa membawa banyak manfaat besar guna pembangunan Sidaharja. Pasar maupun sawah di Sidaharja juga bernilai banyak apabila tata kelola berlangsung baik.



Sedia Blangkon berbagai ukuran, Call Me 085871265667

Sunday, August 25, 2013

Sedekah Itu Mudah Murah


Berbagai masalah yang dihadapi manusia itu merupakan tanda ujian, sebuah tester yang menguji daya kemampuan seseorang dalam menjalani kehidupan di muka bumi ini. Masalah merupakan perwujudan kasih sayang Sang Pencipta terhadap makhluknya. Cobaan atau masalah tersebut bagi setiap orang tidaklah sama, melainkan sudah sesuai takarannya masing-masing. Oleh karena itu, manusia yang sedang menghadapi masalah sebetulnya tidak perlu terlalu khawatir akan ujian yang dilanda, hanya perlu berfikir mencari titik temu solusi atas sesuatu yang dihadapinya.

Sudah berupaya penuh dalam menyelesaikan masalah dan terkadang belum ketemu juga solusinya? Sepertinya itu ada faktor penghambat yang memang muncul dari diri sendiri atas perbuatan kita terhadap orang lain dan jiwa kita. Faktor tersebut bisa berupa komunikasi antar tetangga sehingga menjadi pemicu konflik batin (bukan perang fisik). Bisa juga masalah yang ada berkaitan dengan anggota keluarga kita sendiri, misalnya menjual tanah warisan tanpa sepengetahuan saudara-saudaranya yang lain.

Selain dari pada itu, sebuah masalah yang timbul terkadang juga karena diri ini sering melakukan tindakan dosa. Maklum saya sendiri juga masih sering berbuat dosa dan dalam fikiran saya sering berdialog dengan jiwa ghaibku "apakah dosa-dosa saya yang menyebabkan jiwa ini masih takut untuk menikah? Ataukah karena ketakutan itu saya belum mengetahui rejeki saya dari mana nantinya?". Ketakutan itu memicu saya untuk menghindari diri dari kenyataan bahwa saya sudah waktunya menikah. Semoga suatu saat nanti dan secepatnya, muncul tekad untuk menikah. Ketika orang-orang berkata bahwa saya pengangguran yang kerjaannya cuma ngeblog tiap hari depan netbook, saya yakin dengan blogging itu jalan rejekiku.

Mengkaji dari berbagai ilmu yang disiar langsung oleh Ust. Yusuf Mansur, bahwa permasalahan yang dihadapi manusia itu bisa dipermudah urusannya dengan jalan sedekah. Memang banyak faktor yang membantu untuk melicinkan sebuah masalah selain tahajud, dhuha dan puasa sunah. Sedekah nampaknya sebuah solusi yang paling mudah dan murah. Karena senyuman saja sudah bernilai sedekah. Ingat, jangan senyum-senyum sendiri kalau lagi menyendiri lho ya. Syukur-syukur bisa lebih dari itu, yakni bersedekah dengan materi. Sebagai contoh di lingkungan sekitar ada rehab mushola maupun pembangunan gedung pendidikan MI. Ikhlas hati beramal itu untuk diri sendiri. Sedekah itu jalannya, Mudah dan Murah.


Sedia Melia Propolis dan Melia Biyang untuk mengatasi berbagai penyakit luar dan dalam termasuk HIV. Kontak pemesanan 085871265667, Pin BB 2711C838


Kambing, Tak Kusukai Pernah Kunikmati


Hari raya kurban merupakan moment di mana banyak nyawa melayang. Ini bukan cerita soal lakalantas maupun pembunuhan berencana lho, melainkan sebuah acara sakral dengan menyembelih hewan kurban baik itu sapi atau kambing. Satu bulan lebih sedikit, kita akan menghadapi Hari Raya Idul Adha dan biasa disebut oleh beberapa kalangan dengan istilah Hari Raya Kurban.

Sudah barang tentu akan ada hewan yang disembelih untuk dijadikan kurban. Merupakan sebuah perwujudan syukur atas nikmat dan karunia yang diberikan Allah SWT terhadap rejeki dan berbagai nikmat. Ada ancaman besar kalau tidak berkurban, padahal dari kekayaan begitu berlimpah. Itu cerita sang kyai tadi malam saat sedang duduk santai bareng warga lain di rumah seorang calon haji yang akan berangkat nanti.

Pak Kyai yang dalam KTP tertera nama Otun Syahrotun, menuturkan bahwa kurban sapi dibandingkan dengan kambing lebih baik sapi saja. Karena satu kepala sapi, itu setara kurbannya 7 orang. Sedangkan kurban kambing ya hanya untuk satu orang saja. Terus untuk urusan aqiqah, itu dihitungnya per nyawa. Satu kepala kambing dengan satu kepala sapi sama saja satu nyawa, sehingga lebih memilih satu kepala kambing untuk perkara aqiqah ini.

Tadi siang itu, pak Dulah Muhsin menyerahkan tiga kepala kambing untuk disembelih. Bukan untuk berkurban melainkan aqiqah dirinya dan sang istri yang akan berangkat ke tanah suci. Sudah dapat ditebak berapa jumlah kambing yang disembelih kan, ya betul banget ada 3 kepala. Karena seorang laki-laki tebusannya dua kepala kambing dan perempuan satu kepala kambing.

Banyak banget tentu daging yang dihasilkan. Bagi mereka yang suka dengan daging kambing tentu mengolahnya menjadi sate bakar maupun kepala kambingnya dijadikan sop alias tengkleng (versi Jogja). Kebetulan saya nggak suka daging kambing dengan pengolahan dimasak seperti itu. Semenjak kecil memang saya nggak menyukai daging kambing, tapi kalau dimasak dengan cara dibikin menu sate masih bisa kumakan dengan lahapnya.



Sedia Blangkon, Keris dan Pakaian Tradisional Jawa. Kontak me 085871265667


Saturday, August 24, 2013

Daging Kambing Aqiqah Tetangga


Tadi pagi tetangga yang akan naik haji beraqiqah tiga kepala kambing. Ada sekitar 20 orang yang turut serta membantu dalam membereskan maksudnya memotong daging kambing hingga dimasak untuk keperluan tasyakuran malam ini dan besok pagi. Walau pun ada banyak begitu hidangan kambing yang tersedia, sayangnya aku nggak suka dengan daging kambing. Nggak apa-apa sih rela aja nggak menikmatinya, padahal yang lainnya asik bakar sate kambing dan benar-benar menggugah selera.

Kambing yang tadi dipotong cukup gemuk memang. Belum terlalu tua juga kambingnya sehingga enak untuk diolah menjadi berbagai menu dengan daging kambing. Kalau di Jogja (ingat waktu tasyakuran 1000 Hari Den Tutur), ada menu daging kambing bernama tengkleng. Menu yang berpadu antara kuah dengan tulang-tulang kambing. Nikmat benar saat kumelihat mereka yang gemar tengkleng mencicipi setiap tulang demi tulang.

Ada pepatah bahwa sesuatu yang tidak disukai nggak baik untuk dipaksakan. Tentu saja aku lebih baik menghindari untuk makan daging tersebut. Padahal bila dibikin sate ya suka sih atau pun digoreng. Jadi inget pula nih waktu makan sate kambing goreng di jalan Imogiri Timur. Waktu itu akan membeli perlengkapan ibadah buat korban gempa Aceh, kita menunggu waktu berbuka dan akhirnya santap menu buka di warung tersebut. Rasanya enak dan harganya terjangkau, soal nama tempat nanti menyusul ya harus aku cek dulu.

Kembali ke topik awal, bahwa tadi tetangga yang bantu pelihara potong kambing pada bikin sate. Anehnya lagi ada seorang yang bernama Kasno alias Kasdut makan daging kambing secara mentah. Saat yang lain melihatnya, mereka malah pada muntah-muntah akhirnya. Betul-betul aneh bin nyata. Besok dagingnya dibikin menu sate, pasti deh bakalan nikmat ku santap langsung ambil 10 tusuk.


Sedia Blangkon dan PIN, kontak 085871265667


Monday, August 19, 2013

Manfaat Pertamax Untuk Kendaraanmu

Sepeda motor kita terkadang sering mengalami suspensi dan tarikan yang kurang maksimal, bisa jadi itu pertanda bahwa karburator maupun pengapian di busi kotor. Penyebab lain juga terkadang dari oli pelumas mesin yang jarang kita ganti. Pelumas yang bersih dan mudah melekat ke dalam bagian mesin, menjadikan kendaraan lebih awet dan tahan lama.

Kendala dan solusi yang saya jelaskan di atas, terkadang kurang cukup. Ternyata ada cara baru yang tentu saja bukan solusi utama, melainkan sebagai penyelesaian tambahan atas kendaraan anda agar tarikan sepeda motor kita lebih cepat wush melesat. Penggunaan bahan bakar jenis pertamax, sangat bagus untuk akselerasi maksimum.

Hal ini pernah dilontarkan oleh beberapa kawan di kampung saya terkait dengan pengalaman mereka menggunakan pertamax. Mereka tidak langsung mengganti bahan bakarnya dari premium ke pertamax, melainkan hanya mengoplosnya saja. Yakni premium dipadukan dengan pertamax, dan hasilnya sangat bersih bagi karburator hingga menyebabkan tarikan gas menjadi enteng.

Akhirnya saya pun turut mencoba menggunakan pertamax dengan dipadukan premium, alhasil memang setelah beberapa saat sepeda motor mba Vega ZR yang saya kemudikan lari kenceng dengan tarikan enteng. Lucunya lagi (bacanya sambil ketawa yaaa) pas saya mau isi pertamax di POM Bensin alias SPBU Kota Banjar, petugasnya bilang "amih hampang nya kang". Wah ternyata sudah banyak juga ya yang memakai pertamax ini. Saya bangga menggunakan #Pertamax bersama #Pertamina.


Sedia pesanan blangkon dalam jumlah besar maupun kecil.


Wednesday, August 14, 2013

Saat Bertemu Relawan PMI Ciamis

Bagiku menggunakan subjek kata "Relawan" lebih luas maknanya daripada mengelompokkan ke dalam suku tertentu seperti KSR, TSR dan sebagainya. Pengelompokkan tersebut cenderung lebih mengkotakkan makna general dari relawan. Jujur saja dengan menggunakan kata relawan, lebih ada ekspresi khusus yakni bisa sebagai individu yang memiliki jiwa sosial tanpa menyebutkan apakah dirinya dari grup KSR, TSR, PMR maupun DDS di lingkungan PMI.

Hal ini lebih santai saat ditanya "anda KSR mana?". Lantas kita pun seringnya menjawab "Oh saya KSR Unit Satpol PP" (ingat waktu upacara penutupan #TKNV2013 di Selorejo Malang). Saat itu memang petugas upacara penutupan Temu Karya Nasional V PMI 2013 untuk petugas pengibar bendera diambil dari Satpol PP. Memang nyleneh itu panitia Jawa Timur, khususnya arek Relawan PMI Malang sendiri juga mengubah berbagai peraturan dan konsep awal pelaksanaan Jumbara. Hadeuh piye iki dab, mosok aku kudu ngomong dancok ro arek PMI Malang. Tapi ya sudah, ini menjadi bagian dari evaluasi. Alangkah baiknya lho bila petugas Paskibra diambilkan dari perwakilan masing-masing kontingen. Sekian ribu personel pasti ada yang bisa dilatih Paskib.

Kembali ke Laptop. Menggunakan kata "Relawan" itu lebih luas maknanya sehingga kita bisa luwes. Yup intinya saya sendiri lebih nyaman menggunakan kata itu ketimbang harus menyebutkan KSR, TSR, PMR maupun DDS dari kelompok mana. Kalau yang lain nggih monggo mau menyebutkan dirinya dari kelompok mana. Terus ada lagi, saat menjadi relawan yang mandiri adalah suatu anugrah lebih yang diberikan kepada kita. Kelebihan tersebut salah satunya berbentuk materi, dengan kelebihan rejeki ini kita bisa menyokong PMI maupun aktivitasnya. Artinya Awake dewek iso ngopeni PMI dan bukan Awake dewek diopeni PMI.

Tulisan saya kali ini nampaknya agak melenceng jauh ya dari judul yang dibuat. Intinya ketika 3 hari yang lalu duduk di rumah paklik Sarwan. Datanglah seorang tamu berambut hitam ditambahin puluhan uban, dengan ciri khasnya tersendiri ke rumah pamanku. Saat itu saya sedang asik membuka file-file wayang kulit yang kubawa dari Bantul. Kebetulan juga kaos yang kupakai adalah saat relawan PMI memakainya di tugas kemanusiaan tsunami Aceh. Tamu yang setelah ditelusuri bernama Iis Iskandar, bertanya padaku "PMI mana mas?". Langsung aja ku jawab, "Banjar".

Padahal dalam hati ku saat itu mau jawab Banjarnegara, tapi ya memang ku besar di PMI Banjarnegara, Namun saat ini lebih banyak aktivitas di Lakbok (Sebuah Kecamatan Baru di Kota Banjar). PMI Banjar yang letaknya dekat RSU Banjar, juga tempat saya terkadang singgah walau sekedar untuk donor darah. Akhirnya obrolan pun nyambung hingga ke masalah kegiatan di Selorejo. Foto selama kegiatan berlangsung, saya tunjukkan kepada saudara Iskandar tersebut. Beliaupun sempat menyesali kenapa saat TKN V di Malang dirinya tak ikutan hadir. Udah sekian aja. Wassalam.


Sedia Blankon, Keris dan Gamelan. Untuk Gamelan terbuat dari perunggu Asli. Harga 600juta full set dengan wayang. Kontak 085871265667. Tanpa Perantara.


Tuesday, August 6, 2013

Lalu Lintas Sekitar Sedayu Padat Lancar

Kendaraan yang melaju ke arah DIY dan sebaliknya, terpantau lancar dan cukup padat. Namun hingga sore ini belum terjadi kemacetan yang cukup berarti. Kendaraan baik roda dua maupun roda empat, dapat melaju dengan kecepatan rata-rata 60km/jam. Kendaraan dari arah Purworejo menuju Jogjakarta, sudah mulai dipadati kendaraan dari luar kota, diantaranya Bandung dan Jakarta.

Sementara itu, RAPI dan PMI Bantul masih terus bersiaga memantau arus mudik yang melintas di area Sedayu tersebut. Tercatat ada 9 personel yang bersiaga di #PoskoSedayu dan terletak di depan kantor kecamatan Sedayu. Hingga menjelang waktu maghrib, Selasa (6/8) pukul 17.17 WIB, kendaraan yang melaju masih dalam taraf normal. Untuk rata-rata volume kendaraan per menitnya, roda dua berada pada kisaran 14 dan roda empat 10 unit.

Dalam kesiapan terhadap antisipasi berbagai kejadian, PMI Bantul juga mengerahkan ambulans untuk mengevakuasi korban bila terjadi #33. Pemudik yang merasa kelelahan dihimbau agar beristirahat di posko terdekat.


Jual Wayang dan Gamelan Lengkap, 700juta nego. Perunggu. CP 085871265667


Thursday, August 1, 2013

Tenggak Miras, Pria Paruh Baya Alami Perdarahan Usai Terjungkal

Kecelakaan lalu lintas terjadi di selatan pintu masuk wisata Parangtritis, Jum'at (2/8) dini hari. Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan tunggal lantaran pengendara sepeda motor yang diketahui bernama Sumardi warga Gilangharjo Pandak Bantul, terperosok ke aspal dengan posisi tertelungkup dan diduga usai menenggak minuman keras. Dari mulut korban tercium aroma minum alkohol jenis Anggur Cap Orang Tua.

Polsek Parangtritis yang mengetahui kejadian tersebut, segera meluncur ke TKP untuk memberikan pertolongan dan dibawa ke klinik setempat. Korban yang masih dipengaruhi minuman keras, terus memberontak dengan mengucap kalimat "Petugas ora disiplin, anak ora disiplin. Ben aku ra sah ditulungi mati yo ben sing penting urip", celoteh korban.
 
Dua orang perawat yang saat itu berjaga, sempat ketakutan dan kebingungan lantaran korban terus memberontak saat akan diberi pertolongan. Petugas kepolisian yang berjumlah sekitar 5 orang dan beberapa orang warga, turut bersiaga di klinik karena korban terus berteriak tidak karuan.
 
PMI Bantul yang mendapat informasi mengenai kejadian ini, langsung meluncur ke TKP untuk mengevakuasi korban. Saat saya, pak Toro dan Giyono melihat kondisi korban, ternyata mengalami perdarahan. Korban yang tidak bisa diam dan dengan kondisi mabok, terpaksa segera kami evakuasi menuju Rumah Sakit Panembahan Senopati untuk diberi perawatan lebih lanjut.