-

Polemik Kurikulum Baru 2013

Membaca postingan dari  Om Jay mengenai perubahan kurikulum baru 2013 yang isinya sangat menekankan kepada guru sebagai pihak yang berhadapan langsung dengan anak didik, dituntut untuk meningkatkan kualitas dan performanya sebagai tenaga pengajar.

Peraturan dan kurikulum baru yang seolah-olah atau bisa dikatakan kebijakan yang hanya dibuat tanpa mempertimbangkan berbagai aspek khususnya mengenai kualitas guru yang berbeda di berbagai tingkatan maupun daerah.

Bagi guru di daerah perkotaan maupun area Jawa khususnya, berbagai fasilitas pembelajaran maupun seminar training tentu saja bisa sering diadakan dan didapatkan oleh para guru. Namun hal ini tentu saja tidak sama dengan yang di dapat para guru di luar pulau Jawa.

Dalam kurikulum baru tersebut, setiap penyampaian materi harus menggunakan metode baru yang cenderung mengajak siswa untuk lebih pro aktif. Mengenai bagaimana mekanisme selanjutnya tidak dijabarkan secara gamblang.

Menurut kawan saya tersebut yang notabene juga merupakan seorang guru, pendidik dituntut untuk meningkatkan kemampuan dalam penyampaian materi di kelas. Tetapi hal ini tidak didukung dengan pembelajaran ataupun seminar guna menunjang pengetahuan para guru tersebut.

Lantas bila hal ini yakni kurikulum baru 2013 tetap dipaksakan akan menghambat sistem pembelajaran di sekolah. Selain itu beberapa mata pelajaran yang menjadi unggulan masa kini karena sesuai dengan perkembangan zaman, tentu saja materi Informatika juga terancam dihapus.
Previous
Next Post »

1 comments:

Click here for comments
July 23, 2013 at 1:03 AM ×

bagus juga

Selamat Dien dapat PERTAMAX...! Silahkan antri di pom terdekat heheheh...
Balas
avatar
admin

Silahkan berkomentar tetapi dengan santun. Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Thanks for your comment