-

Prasarana Jalan di Lakbok Memprihatinkan

Perbedaan pembangunan antara Banjar dengan Ciamis sungguh sangat mencolok. Hal ini saya pantau ketika melewati jalan irigasi yang mengalirkan debit air dari Dobo Banjar ke arah Sidaharja Lakbok. Saat melintasi jalan irigasi yang memang masih wilayah Kota Banjar, jalannya enak karena full hotmix.

Sementara ketika menginjakkan roda dua di wilayah mulai dari Kampung Cikawung, Desa Cintaratu, Lakbok jalanan banyak dipenuhi kubangan ikan lele (sindiran) dan berlubang di mana-mana. Ironis sekali pembangunan jalan di wilayah Lakbok ini.

Mengapa permasalahan jalan di Lakbok perlu ditinjau lebih jauh. Terang saja bahwa Lakbok merupakan sentra penghasil padi nasional yang wilayahnya sanggup memenuhi kebutuhan masyarakat satu provinsi Jawa Barat.

Tetapi perhatian pemerintah terhadap pembangunan prasarana jalan sebagai prioritas utama masih sangat lamban, bahkan terkesan tidak ada perhatian sama sekali. Pantas saja banyak kawan-kawan yang ketika melewati Langensari jalan enak, namun saat berada mulai wilayah pasar Cikawung jalannya rusak parah. Dalam perbincangan mereka akan bilang "oh ini sudah sampai Ciamis".

Saat saya melakukan perbincangan dengan petugas PU, bahwa sarana irigasi beserta jalan yang ada di atasnya merupakan tanggung jawab dari Balai Besar Sungai Citanduy. Namun mengapa terlihat mencolok sekali perbedaan pembangunannya. Apakah kurangnya koordinasi dari pihak Kabupaten Ciamis terhadap Balai Besar Sungai Citanduy? Semoga permasalahan ini segera di atasi.
Previous
Next Post »

Silahkan berkomentar tetapi dengan santun. Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Thanks for your comment