Wednesday, November 21, 2012

Aku, Blogger Nusantara, dan Makassar Bisa Tonji

Rasa penasaran yang teramat tinggi terkadang membuat kita ingin melakukan hal baru yang bersifat pengetahuan. Bukan karena usil atau apa, yang jelas hanya sekedar menguasai rasa penasaran akibat ilmu pengetahuan yang belum terobati. Wah nampaknya memang kita harus giat belajar supaya meraih apa yang diharapkan.

Ngeblog atau yang biasa disebut blogging memang hal yang pertama kali saya idamkan. Walau dahulunya saya ingin sekali membuat sebuah website, tujuannya tak lain dan tak bukan ya ingin memberikan informasi tentang apapun terhadap khalayak ramai. Namun seiring berjalannya waktu, ternyata saya menjerumuskan diri untuk mempelajari yang namanya ngeblog itu sendiri.

Nggak kebayang deh kalau ngeblog ternyata asyik juga dan lebih flexibel serta apa ya istilahnya nggak formal banget gitu lho. Dengan menulis di sebuah blog, kita justru terpancing untuk menulis dengan sekreatif mungkin. Apalagi dalam ngeblog disarankan menggunakan bahasa yang kasual alias menyesuaikan dengan pembaca seolah-olah sedang berdialog gitu. Hal ini pun tentu saja wawasan baru buat saya dan kerennya ternyata ada komunitas juga tentang menulis ini.

Kopdar Bloggernusantara. Ya merupakan sebuah ajang silaturahmi bagi para netter dalam hal ini blogger khususnya untuk bertemu jumpa di dunia nyata alias kopi darat. Selama ini kita hanya ngobrol lewat jejaring sosial maupun saling blogwalking dengan meninggalkan jejak di blog teman-teman kita. Lalu di manakah kopdar yang pernah diadakan oleh IBN ini? Tahun lalu acara ini digelar di Sidoarjo Jawa Timur pada bulan oktober, sementara tahun ini diadakan di kota besar yang terletak di ujung selatan pulau Sulawesi yakni Makassar.

Beragam ilmu pengetahuan serta doorprize diberikan dalam event tahunan di kota Makassar tersebut. Acara kali ini memang dibilang lebih meriah dibanding dengan tahun lalu, apalagi sekarang banyak sponsor yang mendukung acara ini. Salah satu pendukungnya adalah lintas.me. Situs ini merupakan semacam share seperti kebanyakan situs sharing dari url blog. Semoga dalam tahun depan kita bisa menikmati beragam informasi teknologi dan semua hal yang dibutuhkan untuk kemajuan suatu bangsa. Bloggernusantara memang dahsyat dan luar biasa, begitu pun pendukung alias sponsornya yakni lintas.me. Selamat tinggal Makassar semoga kita bisa menikmati liburan dan kopi darat lagi di sana.

Monday, November 12, 2012

Peran Blogger Indonesia Dalam Sosialisasi Potensi Budaya dan Wisata di Kawasan ASEAN

Semakin meningkatnya perkembangan teknologi khususnya dibidang informasi, membuat kita para pengguna dunia maya atau internet dapat mengupdate segala bentuk kebutuhan informasi secara cepat. Selain itu, perkembangan teknologi ini juga menciptakan generasi muda yang haus akan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan perkembangan yang supercepat di bidang informasi dan telekomunikasi, diharapkan akan mampu membawa perubahan yang baik di segala bidang.

Blogger yang merupakan netizen jurnalis, tentu saja sangat gembira dengan semakin canggihnya dunia teknologi informasi. Apalagi keberadaannya sangat dibutuhkan guna update informasi secara real dan fakta tanpa embel-embel uang atau apapun karena apa yang mereka tuangkan dalam bentuk informasi adalah dari nurani mereka sendiri. Sehingga apapun yang disajikan baik itu dalam bentuk tulisan, foto maupun video, itu patut kita apresiasi.

Lalu, apa pengaruh para blogger ini terhadap Budaya dan Wisata di kawasan Asean dan Indonesia khususnya? Secara lebih dekat, budaya merupakan suatu kebiasaan di tiap daerah entah itu dari cara mereka bersosialisasi, berpakaian, atau membangun rumah. Kebiasaan itu terjadi selama kurun waktu yang sangat lama, turun-temurun dari nenek moyang mereka hingga sekarang hingga disebutlah dengan istilah budaya. Budaya ini akan kekal abadi selama generasi penerusnya melakukan suatu tindakan kebiasaan yang dilakukan pendahulu mereka.

Budaya yang lahir tersebut tentunya sangat menarik untuk disimak dan diperhatikan lebih jauh, dan dalam hal pengetahuan ini akan mendorong kita khususnya para blogger untuk mengkaji dan menelaah suatu budaya dari tiap-tiap daerah di manapun. Budaya tiap daerah itu berbeda-beda dan memiliki ciri khas tersendiri. Contoh kecil yang bisa kita lihat secara kasat mata adalah tari-tarian, senjata tradisional, rumah tradisional dan lain sebagainya. Berbagai bentuk ciri khas tersebut merupakan budaya yang tidak boleh ditinggalkan oleh generasi penerusnya agar tidak kehilangan identitas atau jatidiri suatu kaum/bangsa.

Perbedaan budaya yang ada tersebut, tentunya menarik rasa penasaran kita akan keunikan yang melekat pada kelompok suatu kaum. Hal ini tentu saja perlu disebarkan atau diperluas informasinya kepada khalayak ramai, dengan tujuan agar informasi kebudayaan yang ada bisa disebarluaskan hingga ke pelosok ASEAN.

Indonesia memang salah satu negara dengan keragaman budaya serta potensi wisata yang patut disyukuri dan dibanggakan oleh generasi muda yakni bangsa Indonesia ini. Memiliki ratusan hingga ribuan budaya merupakan suatu tantangan berat dalam menjaga kelestariannya, apalagi bila harus memperkenalkan kepada dunia termasuk di Kawasan ASEAN khususnya.

Kebudayaan dan wisata yang dimiliki Indonesia tentu saja sangat beragam, dan dengan kemajuan ini tentu saja kita harus menyebarkan informasi tersebut secara cepat kepada masyarakat lain di tanah air termasuk kawasan ASEAN. Teknologi juga telah menciptakan para blogger dari berbagai kalangan yang kontribusinya tidak boleh kita abaikan begitu saja. Keberadaan para blogger ini membawa pengaruh positif terhadap kemajuan budaya dan penyampaian informasi secara cepat dari tiap-tiap daerah.

Peran serta blogger Indonesia dalam sosialisasi potensi budaya dan wisata di Kawasan ASEAN, patut didukung oleh segenap kalangan dan berbagai lapisan khususnya masyarakat dari kawasan ASEAN tersebut. Nah tentu saja sebagai blogger Indonesia, kita juga harus mengutamakan penyebarluasan informasi atau sosialisasi budaya terhadap kawasan ASEAN dari daerah-daerah yang ada di Indonesia. Dengan keragaman budaya dan potensi wisata yang ada di tanah air, sebagai blogger kita patut mengambil peran untuk mensosialisasikan kepada masyarakat di ASEAN.

Mengapa sebagai blogger Indonesia harus mengutamakan penyebarluasan informasi budaya dan potensi wisata dari tanah air dibanding dengan sosialisasi budaya di kawasan ASEAN. Ada falsafah yang sering kita dengar dari guru-guru kita tentunya, yakni “cintailah budaya sendiri”. Maksud dari hal ini adalah mengajak kita para blogger untuk memperkenalkan budaya serta potensi wisata yang merupakan identitas kita sendiri sebagai bangsa yang besar. Bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya dan mencintai budayanya.

Peran blogger Indonesia yang merupakan masyarakat sipil namun melek teknologi, dengan ide-ide cemerlangnya akan menyebarkan informasi budaya serta potensi wisata di Kawasan ASEAN pada umumnya dan dari daerah terpencil khususnya yang ada di Indonesia tercinta ini. Dengan informasi yang tersebar luas dari berbagai daerah ini, diharapkan masyarakat di kawasan ASEAN akan mengetahui pontensi wisata serta budaya yang ada di Indonesia. Harapan lain tentu saja masyarakat ASEAN bisa berkunjung dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan wisata favorit bagi mereka.

Penyebaran informasi dari daerah-daerah di Indonesia ini juga diharapkan memacu kreativitas dan kemampuan serta pemahaman para blogger dalam hal budaya dan wisata tanah air. Selanjutnya kita juga akan merangkul para blogger dari negara di kawasan ASEAN untuk terus menulis dalam menginformasikan berbagai potensi wisata dan budaya di negara mereka. Peran aktif blogger khususnya blogger Indonesia dalam sosialisasi budaya dan potensi wisata di kawasan Asean, diharapkan akan meningkatkan jumlah wisatawan baik domestik maupun internasional ke tempat wisata serta melirik budaya di kawasan ASEAN.

Jembatan Putus, Pembangunan Terbengkalai

Nampak Sisi Pondasi Jembatan yang Sudah Jadi Letak Desa Sidaharja 

Kawan blogger di mana pun anda berada, tentu saja sehat kan kabar malam ini? Senang sekali kita bisa jumpa lagi untuk saling bertukar wawasan dan informasi mengenai kejadian di sekitar kita. Sebagai netizen journalist tentu saja sering mengalami kejadian atau pun peristiwa yang ingin diangkat menjadi sebuah topik dengan maksud mencari solusi dari permasalahan yang ada. Begitu pula saya di sini, malam ini ingin sedikit berbagi serta saling tukar pengetahuan dan solusi apa yang tepat dari permasalahan yang akan saya utarakan nanti.

Dalam kehidupan sosial tentunya kita selalu terhubung dengan daerah atau desa lain yang merupakan salah satu akses menuju kota atau kecamatan. Seringkali perbatasan antar desa tersebut juga merupakan pesawahan bahkan sungai kecil walau lebar hanya 15 meter.  Namun dengan jarak yang lebar tersebut walau lebih kecil dibandingkan dengan lebar sungai citarum atau serayu, kita tidak bisa serta merta loncat sampai seberang. Lalu apa yang terjadi bila ternyata penghubung dua desa tersebut adalah sebuah jembatan kuno, namun kini keadaannya memprihatinkan lantaran proyek pembangunan hanya bisa selesai dengan pondasi sebelah. Guna keperluan sehari-hari warga lalu-lalang dengan melewati sasak bambu yang dibuat secara swadaya.

 Nampak Sasak Penghubung Antar Desa yang Bisa dilalui Sepeda Motor

Pembaca yang budiman, hal ini merupakan fakta yang terjadi di daerah saya, letaknya di wilayah kecamatan Lakbok, Banjar. Jembatan yang menghubungkan antara desa Sidaharja dengan desa Kertajaya kini kondisinya sangat tidak relevan dan mungkin baru pertama kali dalam sejarah bahwa proyek pembangunan jembatan hanya sebelahnya saja, sementara sudah jangka waktu satu tahun lebih belum ada tindak lanjut dari pemerintah kabupaten maupun stakholder yang bertanggung jawab dalam hal ini.

Beberapa tahun silam jembatan ini dirawat dan dijaga oleh desa sidaharja lantaran desa sebelah yakni kertajaya tidak memberikan respon dalam perbaikan dan pemeliharaan. Pihak desa Sidaharja selalu memberikan jalan keluar yakni mengganti balok kayu yang rusak akibat dimakan usia dengan kayu yang baru. Namun karena dimakan usia, besi penopang dibawahnya terus mengalami keropos hingga setahun yang lalu lebih tepat 18 bulan sebelumnya, jembatan ini terpaksa tidak bisa dilewati kendaraan roda empat.

Sebetulnya jembatan tersebut dari segi kontruksinya masih bagus kokoh, karena buatan jaman belanda. Padahal hanya dibutuhkan besi panjang mungkin semacam rel tapi lebih tebal lagi untuk menopang kayu balok di atasnya. Mengapa harus dibongkar pondasi lama tersebut? Alih-alih mendapat informasi bahwa akan ada pembangunan jembatan dengan kondisi jalan yang lebih lebar, maka dibongkarlah pondasi lama itu. Proyek pengerjaan pun berlangsung cukup lama yakni 3 bulan lebih hanya untuk pondasi sebelah saja. Sementara pondasinya yang sebelah lagi dan terletak di desa Kertajaya , belum ada tindakan hingga sekarang.
Sisi Jembatan yang Belum dibangun terletak di Desa Kertajaya


Kepentingan politik macam apa yang sebenarnya terjadi di atas sana hingga satu tahun sudah sejak pembangunan pondasi pertama hingga kini belum ada realisasi atau isu untuk diteruskan proyeknya. Baru dalam sejarah kutemukan bahwa ada proyek pembangunan jembatan dengan lebar sungai hanya 15 meter memakan waktu bertahun-tahun dengan kondisi yang tidak jelas arahnya. Sementara hasil yang sudah diperoleh hanya pondasi jembatan sebelah saja. Wah teman-teman semua, doa dan dukungan ya semoga lekas ada titik terang dari permasalahan ini. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga tulisan ini didengar oleh para pemimpin di atas kursi panas.