-

Maraknya Kendaraan dan Industri yang Berkembang, Menyumbang Timbulnya Polusi diluar Ambang Batas

Buruknya sistem drainase lingkungan dan tingkat polusi di berbagai wilayah di tanah air khususnya kota besar, membuat  kondisi kesehatan masyarakat terutama anak-anak menjadi sangat rentan penyakit. Apalagi banyak sekali kendaraan angkutan umum yang memiliki tingkat polutan tinggi di samping sumbangan industri besar yang tentu saja juga memiliki emisi gas buang di luar ambang batas. Limbah cair dari industri tersebut juga sangat merusak tatanan ekosistem bawah air, sebab sangat berbahaya bagi manusia itu sendiri karena mereka yang tinggal di bantaran sungai terkadang memanfaatkan air sungai untuk mencuci bahkan mandi. Dahsyat, tahukah kamu kenapa mereka demikian? Itu mereka lakukan karena tidak adanya sumber mata air lain di samping memanfaatkan air sungai. Kalau pun terpaksa membeli air, paling itu yang digunakan untuk konsumsi alias air minum dan keperluan memasak.

Adakah tindakan tegas dari pemerintah terkait hal ini? Saya tidak memungkiri bahwa sebagian dari petinggi Negara ini acapkali menengok atau mengkritik, tetapi sampai saat ini tidak ada tindakan tegas terhadap industry yang membuang limbah cairnya ke aliran sungai. Alhasil masyarakat kecil kembali dirugikan karena mendapati sumur mereka airnya menjadi keruh dan mengandung minyak. Bukankah sudah jelas bahwa suatu industry yang berdekatan dengan aliran sungai, harus mengolah air limbahnya sebelum dibuang ke DAS??? Tetapi sebagian besar dari mereka dengan seenaknya terus melakukan tindakan yang merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat.

Sepertinya kondisi ini terus dialami jika stakeholder yang ada tidak turut andil dalam penyelesaian yang larut berkepanjangan, ibaratnya jauh panggang dari api. Kita sebagai warga Negara yang baik, harus memberikan sumbangsih berupa tindakan kali bersih sesuai dengan kemampuan kita.

Masyarakat di jogja pun melalui beberapa orang yang sadar akan kebersihan sungai, khususnya para remaja dewasa yang semasa kecilnya sering bermain di sungai. Mereka merasa sedih lantaran sungai yang dahulu kala dijadikan tempat bermain, kini sudah keruh dan berjubel sampah di segala tempat. Akibat dari kondisi tersebut, mereka kemudian mengajak rekan-rekan sepermainan di masa kecil untuk kembali membersihkan daerah aliran sungai dengan cara membersihkan sampah serta tindakan lain yang bisa dilakukan secara gotong royong.

Ibarat gayung disambut, rupanya rencana salah seorang ini ternyata sama dengan apa yang dipikirkan oleh kawan-kawan lain yang semasa kecil hidup berdampingan dengan sungai. Lalu mereka berkumpul untuk duduk bersama-sama membahas rencana apa yang harus dilakukan. Rupanya mereka akan mengumpulkan stakeholder untuk melakukan sosialisasi serta tindakan untuk pembersihan lingkungan. Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan rupanya tidak semudah yang dibayangkan, apalagi kebanyakan penduduk yang tinggal di bantaran irigasi atau sungai, acapkali membuang sampah ke sungai lantaran tidak memiliki tempat sampah sendiri.

Perlahan tapi pasti dan dengan penuh kesabaran, akhirnya mereka bisa mengajak masyarakat untuk turut serta membersihkan lingkungan sungai agar bisa digunakan untuk bermain dan berenang. Bukan hanya itu saja, aliran sungai yang bersih dan sejuk tentu saja bisa menjadi tempat untuk menenangkan pikiran serta mencari ide bagi penulis atau tempat belajar. Di samping itu, dibangun pula area hijau di beberapa titik yang menghadap langsung ke sungai untuk dijadikan tempat rekreasi atau sekedar menenangkan diri. Lingkungan yang bersih adalah wujud pribadi yang baik, peduli lingkungan itu harus dan wajib ditanamkan kepada anak cucu kita lebih dini. Selamatkan lingkungan dan selamatkan dunia menuju masyarakat Indonesia yang sehat.
Previous
Next Post »

Silahkan berkomentar tetapi dengan santun.

Buat yang pengen lihat kehebohan kami di Youtube, silahkan lihat di sini https://goo.gl/FQGQku atau https://goo.gl/1ufXwB Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Thanks for your comment