Wednesday, July 25, 2012

Silaturahmi Mempererat Persahabatan yang Telah Hilang ditelan Usia

Hari ini tepatnya sekitar satu jam yang lalu, saya memutuskan untuk mencari teman atau bisa dikatakan  sebagai penduduk local ketika saya sedang melaksanakan tugas sebagai relawan di daerah Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Juli 2006 silam. Kala itu saya bertugas untuk membantu masyarakat Bantul yang kehilangan rumah akibat bencana gempa yang melanda wilayah tersebut. Tugas pokoknya yakni mendata mereka atau siapa saja yang termasuk rentan dan membutuhkan prioritas bantuan. Rentan macam mana yang dimaksud, apakah itu rentan penyakit, rentan sakit atau rentan terhadap goncangan gempa susulan? Ya memang ada beberapa factor yang terkait hal tersebut, yakni bahwa diantara mereka itu terdapat kelompok atau masyarakat mulai dari Lansia, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Itulah kategori rentan yang saya maksud, namun dalam kenyataan di lapangan mereka ternyata masih banyak yang tinggal di hunian sementara atau tenda yang tentu saja bisa menyebabkan penyakit akut yang membahayakan kesehatan.

Ketika pendataan terhadap orang rentan ini sudah kita lakukan, kemudian kita bertindak untuk melakukan crosscek akan kebutuhan prioritas yang harus segera dipenuhi agar keselamatan dan kesehatan mereka tidak menjadi parah atau mencegah terjadinya kondisi yang tidak diinginkan. Sebelum kita bertindak lebih jauh, tentunya ada sebuah mekanisme berupa pelatihan yang diselenggarakan oleh panitia alias pemilik program. Dalam hal ini yang memegang kendali adalah IFRC sebagai pemilik program sekaligus control terhadap kegiatan di lapangan yang selanjutnya dilaporkan kepada pihak donor. Donor yang dimaksud di sini adalah Negara-negara yang memberikan bantuan dana guna kegiatan kemanusiaan. Pihak IFRC memilih relawan melalui seleksi yang diadakan di PMI Cabang tempat terjadinya bencana yang selanjutnya akan dididik untuk kegiatan di lapangan. Sebagai pemberi materi adalah stakeholder dari pihak donor itu sendiri beserta tenaga ahli yang diterjunkan guna membantu dan mengontrol kegiatan di lapangan.

Pelatihan yang diadakan waktu itu berlangsung selama empat hari, istilah kerennya para relawan ini dikarantina untuk menerima ilmu guna kelancaran tugas di lapangan. Beberapa metode yang diterapkan yakni penggambaran kondisi rumah serta pertanian, kesehatan masyarakat, gambaran musim dan lain sebagainya. Tujuan awal dari proyek ini sebetulnya membantu warga rentan tersebut agar memiliki hunian sementara yang layak huni agar nyaman dan aman untuk ditempati sebelum musim hujan tiba. Singkat cerita usai pelatihan ini, kemudian kita diterjunkan ke lapangan untuk sosialisasi terlebih dahulu dengan didampingi pihak delegasi serta Pembina lapangan. Sosialisasi awal ditujukan kepada PMI Cabang yang wilayahnya akan dijadikan pilot project (PP), tentunya dengan melibatkan semua stakeholder yang ada. Ketika pihak pemerintah kabupaten dan PMI Cabang menyetujui program ini kemudian kita bertindak untuk sosialisasi program di tingkat kecamatan. Selanjutnya diteruskan ke tingkat keluarahan/desa, RW/dukuh dan RT.

Pola Makan dan Radikal Bebas serta Rasa Malas Memicu Gejala Diabetes

Seringnya makan yang mengandung banyak kandungan karbohidrat, terutama nasi yang menjadi kebutuhan pokok kita ternyata jarang diiringi dengan makanan yang mengandung protein dan unsur lain yang melengkapi kebutuhan nutrisi. Makan nasi memang membuat kita merasa kenyang, namun kandungan karbohidratnya yang tinggi tentu saja bisa memicu timbulnya penyakit gula darah. Dampak dari penyakit ini tentu saja bisa memicu terjadinya komplikasi. Penyebab secara ilmiah adalah bahwa tubuh kita khususnya ginjal tidak  bisa memproduksi hormone insulin secara normal. Fungsi dari hormon ini adalah untuk menetralisir kandungan karbohidrat berlebih yang masuk ke dalam tubuh.

Ketika seseorang terkena gejala diabetes, dia akan mengalami gejala gampang tidur, nafsu makan bertambah, minum air putih berlebih dikarenakan rasa haus yang amat sangat dan lain sebagainya. Ketika seseorang merasakan hal itu, tentu saja harus diwaspadai atau merujuk ke dokter guna cek kondisi kesehatan lebih lanjut. Jika terlalu lama dibiarkan, akan terjadi komplikasi atau infeksi pada beberapa tempat khususnya jika terjadi luka luar yang akibatnya bisa menjadi luka parah, hingga timbulnya nanah dan borok. Penderita dengan diabetes mellitus, akan sangat tersiksa karena merasa sering lelah, lemah dan lesu.

Secara ilmiahnya atau biasa disebut dengan gejala klinis, penyakit diabetes ditandai dengan :
  • Kadar gula darah meningkat
  • Penderita sering mengalami gejala ingin makan minum yang berlebih serta sering kencing
  • Berat badan menurun, lemah serta rasa ngantuk yang teramat sangat
  • Jika terjadi luka maka akan sulit sembuh

Sekiranya sudah sampai tingkat yang sangat parah atau terjadi komplikasi, maka akan terjadinya kerusakan sampai pada organ dalam seperti ginjal, mata, otak/saraf, otot dan kulit. Di samping itu, bagi mereka yang sedang dalam masa kehamilah namun memiliki gejala diabetes, bisa terjadi keguguran secara mendadak hingga kematian janin dalam rahim. faktor lain yang bisa kita lakukan untuk mencegah atau meminimalisir terjadinya diabetes adalah dengan sedikit olahraga serta aktivitas fisik lainnya.

Pengobatan dengan propolis adalah dengan cara mengkonsumsi HGH Biyang 3x5 semprot di bawah lidah, diamkan selama satu menit agar meresap ke dalam stomata lidah. Selain itu, konsumsi propolis sebanyak 5x10 tetes perhari sampai kadar gula darah normal.

Maraknya Kendaraan dan Industri yang Berkembang, Menyumbang Timbulnya Polusi diluar Ambang Batas

Buruknya sistem drainase lingkungan dan tingkat polusi di berbagai wilayah di tanah air khususnya kota besar, membuat  kondisi kesehatan masyarakat terutama anak-anak menjadi sangat rentan penyakit. Apalagi banyak sekali kendaraan angkutan umum yang memiliki tingkat polutan tinggi di samping sumbangan industri besar yang tentu saja juga memiliki emisi gas buang di luar ambang batas. Limbah cair dari industri tersebut juga sangat merusak tatanan ekosistem bawah air, sebab sangat berbahaya bagi manusia itu sendiri karena mereka yang tinggal di bantaran sungai terkadang memanfaatkan air sungai untuk mencuci bahkan mandi. Dahsyat, tahukah kamu kenapa mereka demikian? Itu mereka lakukan karena tidak adanya sumber mata air lain di samping memanfaatkan air sungai. Kalau pun terpaksa membeli air, paling itu yang digunakan untuk konsumsi alias air minum dan keperluan memasak.

Adakah tindakan tegas dari pemerintah terkait hal ini? Saya tidak memungkiri bahwa sebagian dari petinggi Negara ini acapkali menengok atau mengkritik, tetapi sampai saat ini tidak ada tindakan tegas terhadap industry yang membuang limbah cairnya ke aliran sungai. Alhasil masyarakat kecil kembali dirugikan karena mendapati sumur mereka airnya menjadi keruh dan mengandung minyak. Bukankah sudah jelas bahwa suatu industry yang berdekatan dengan aliran sungai, harus mengolah air limbahnya sebelum dibuang ke DAS??? Tetapi sebagian besar dari mereka dengan seenaknya terus melakukan tindakan yang merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat.

Sepertinya kondisi ini terus dialami jika stakeholder yang ada tidak turut andil dalam penyelesaian yang larut berkepanjangan, ibaratnya jauh panggang dari api. Kita sebagai warga Negara yang baik, harus memberikan sumbangsih berupa tindakan kali bersih sesuai dengan kemampuan kita.

Masyarakat di jogja pun melalui beberapa orang yang sadar akan kebersihan sungai, khususnya para remaja dewasa yang semasa kecilnya sering bermain di sungai. Mereka merasa sedih lantaran sungai yang dahulu kala dijadikan tempat bermain, kini sudah keruh dan berjubel sampah di segala tempat. Akibat dari kondisi tersebut, mereka kemudian mengajak rekan-rekan sepermainan di masa kecil untuk kembali membersihkan daerah aliran sungai dengan cara membersihkan sampah serta tindakan lain yang bisa dilakukan secara gotong royong.

Ibarat gayung disambut, rupanya rencana salah seorang ini ternyata sama dengan apa yang dipikirkan oleh kawan-kawan lain yang semasa kecil hidup berdampingan dengan sungai. Lalu mereka berkumpul untuk duduk bersama-sama membahas rencana apa yang harus dilakukan. Rupanya mereka akan mengumpulkan stakeholder untuk melakukan sosialisasi serta tindakan untuk pembersihan lingkungan. Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan rupanya tidak semudah yang dibayangkan, apalagi kebanyakan penduduk yang tinggal di bantaran irigasi atau sungai, acapkali membuang sampah ke sungai lantaran tidak memiliki tempat sampah sendiri.

Perlahan tapi pasti dan dengan penuh kesabaran, akhirnya mereka bisa mengajak masyarakat untuk turut serta membersihkan lingkungan sungai agar bisa digunakan untuk bermain dan berenang. Bukan hanya itu saja, aliran sungai yang bersih dan sejuk tentu saja bisa menjadi tempat untuk menenangkan pikiran serta mencari ide bagi penulis atau tempat belajar. Di samping itu, dibangun pula area hijau di beberapa titik yang menghadap langsung ke sungai untuk dijadikan tempat rekreasi atau sekedar menenangkan diri. Lingkungan yang bersih adalah wujud pribadi yang baik, peduli lingkungan itu harus dan wajib ditanamkan kepada anak cucu kita lebih dini. Selamatkan lingkungan dan selamatkan dunia menuju masyarakat Indonesia yang sehat.

Perwujudan budaya bangsa menuju Indonesia bermakna

Maraknya pencurian hak cipta budaya bangsa yang dikukan Negara-negara tetangga, khususnya Malaysia tentu saja mengundang keprihatinan dan emosional berbagai kalangan. Hal ini bisa dibenarkan sesaat, namun permasalahannya adalah dari bangsa kita sendiri yang lebih banyak mengagungkan budaya asing. Budaya daerah yang dianggap kuno atau tradisional kurang diperhatikan, termasuk hak cipta sebagai warisan budaya bangsa. Kurangnya atau tidak adanya keperdulian terhadap budaya sendiri inilah yang kemudian dimanfaatkan Negara asing untuk mengakui dan mengklaim bahwa ini adalah budaya mereka. Dengan leluasa mereka memperkenalkan suatu kesenian yang memang asli bangsa Indonesia sebagai warisan nenek moyang mereka.

Entah keberapa kalinya pencurian hak cipta warisan budaya diklaim oleh Negara tetangga ini, yang bisa berujung pada perpecahan budaya serumpun maupun kerukunan sebagai saudara serumpun. Tindakan yang dilakukan oleh bangsa ini kemudian geram dan marah, lantaran selalu saja Negara yang mengklaim warisan budaya bangsa Indonesia adalah Malaysia yang bisa dikatakan sebagai musuh abadi. Rupanya Negara ini terlalu sibuk dengan urusan korupsi atau ramai-ramai berkorupsi, sehingga ketika pencurian trademark budaya terjadi mereka seolah kebakaran jenggot. Sampai kapankah hal ini akan terjadi, menunggu tanpa adanya perjuangan atau geram tanpa ada tindakan nyata? Biarlah waktu yang menjawab, kita sebagai rakyat kecil nyatanya yang harus melakukan action agar warisan budaya terus dilestarikan. Sementara kita sibuk berkampanye, pemerintah terus saja melakukan tindakan korupsi seolah sudah lupa akan kejadian ini.

Kompetisi atau perlombaan terhadap kesenian daerah perlu dilakukan, agar mereka generasi muda lebih mengenal warisan budaya sejak dini. Tak bisa dipungkiri bahwa masuknya teknologi khususnya televise membawa dampak negative sekaligus positif. Dampak buruknya adalah bahwa generasi muda dicekoki oleh tayangan yang tidak mendidik serta meracuni fikiran, hingga tayangan dewasa pun sering ditampilkan. Sementara dampak positifnya adalah percepatan informasi dari berbagai daerah maupun penjuru dunia. Sejak mengenal teknologi, kini kita bisa mengetahui kejadian luar biasa serta dahsyat yang terjadi di mancanegara, baik itu budaya bangsa lain maupun kegiatan perekonomian. Mari bersama kita jaga budaya bangsa ini, selanjutnya tugas pemerintah untuk segera mematenkan segala jenis budaya warisan leluhur yang harus dijaga bersama untuk dikenalkan terhadap anak cucu kita dibelakang hari. Semangat bersama dalam menjaga persatuan serta budaya tanah air. Ada falsafah bilang bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan mencintai budayanya sendiri. Kalau bukan sekarang

Griya Sehat Bang Misno Bersama Propolis

Berbagai aktivitas yang kita lakukan baik itu di dalam maupun luar ruangan, memicu terjadinya dampak penurunan kesehatan terhadap tubuh. Hal itu disebabkan antara lain dari kebiasaan merokok, debu dan asap di jalanan serta racun maupun bahan kimia yang terkandung di dalam makanan. Dampak terparah dari pada rokok misalnya, terjadinya radang paru-paru, jantung terkontaminasi serta masih banyak lagi penyakit yang disebabkan oleh asap rokok yang mengandung nikotin ini.
Next…………….

Saturday, July 21, 2012

Sharing Tentang Remaja Peminum, Saya Dapat Solusi

Kebanyakan kita sering menganggap sesuatu yang dilakukan para pemuda akhir-akhir ini adalah sesuatu yang membuat kita risih. Bahkan tak jarang kita seringkali mengecap mereka sebagai biang keonaran di berbagai tempat. Namun sebetulnya apa yang mereka lakukan termasuk dalam pencarian jati diri, sehingga dukungan serta sikap merangkul sangat dibutuhkan agar mereka bisa memiliki arah dan jalan yang baik.

Menangkap pembicaraan yang saya lakukan tadi adalah bahwa apa yang mereka lakukan kita turuti saja. Misal kata ketika mereka melakukan pencurian, dan tertangkap basah lalu kita introgasi dulu jangan langsung main hakim sendiri. Telusuri mengapa mereka melakukan itu, dan untuk apa uang hasil penjualannya? Ketika mendapatkan jawaban tersebut, segeralah kita lakukan tindakan. Ternyata mereka mencuri uangnya untuk membeli minuman, kita tegaskan saja kalau memang ingin membeli minuman alkohol mending meminta saja tidak perlu mencuri. Beri saja mereka uang ketika memintanya, hingga lambat laun mereka pun bosan atau enggan untuk meminta. Sisi baik dari mereka ini adalah ketika kita memberinya, mereka akan setia melakukan apa yang kita mau. Misalnya menjaga barang atau lingkungan tempat kita tinggal, ibaratnya kita memberi tulang terhadap kucing yang kelaparan. Perlu diingat, sentuhlah mereka para pembuat onar ini dengan kelembutan, bukan dengan kekerasan.

Lalu apa tindakan kita ketika mereka mengalami sakit, tentu saja banyak solusi. Salah satu diantaranya mereka kita sarankan untuk membeli propolis agar mereka sehat. Karena propolis dapat dijadikan obat untuk semua penyakit.

Thursday, July 19, 2012

Pembimbing Bekerja, Siswi Prakerin Sibuk Bermain Handphone


Bertempat di Kantor Pos Cabang Sidareja, Cilacap, senin (16/7) kemarin nampak seorang siswi yang sedang melaksanakan Ujian Prakerin atau Praktek Lapangan nampak sedang asyik bermain handphone. Hal ini ia lakukan dengan seenaknya padahal sang petugas kantor pos saat itu sedang mengetik input data tabungan. Tanpa merasa sungkan atau enggan, si pelajar yang sedang PKL tersebut pun terus bermain handphone miliknya.

Bukan soal handphone yang dipermasalahkan dalam hal ini, yakni etika dan perilaku dalam bidang kerja yang perlu ditanamkan sejak dini khususnya terhadap siswi tersebut. Apalagi tugas kantor Pos berhubungan erat dengan data keuangan maupun jasa kirim barang, satu kalimat atau angka saja salah ketik, maka bisa berakibat fatal. Sikap yang tidak fokus ini ternyata ditunjukkan oleh salah seorang pelajar yang berasal dari SMK Yos Sudarso Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Ketledoran serta sikap yang tidak fokus pada pekerjaan terutama berhubungan dengan entri data dan keuangan, sangat riskan akibatnya karena bisa menjadikan kantor tempat ia bekerja kelak bisa mengalami kerugian maupun salah pengiriman terhadap paket maupun surat khususnya. Sebelum itu terlanjur jauh, perlu kita introspeksi serta ingatkan kepada pelajar ini agar bisa menimba ilmu di lapangan dengan baik. Bukannya pengetahuan yang didapat, malah kerugian serta protes masyarakat yang bisa didapat lantaran sikap tledor akibat sikap seenaknya sendiri. Semoga tulisan ini bisa dipahami oleh pihak bersangkutan maupun pelajar lain yang sedang melaksanakan Prakerin atau PKL untuk lebih tertib dan fokus. Salam Sukses.

Usia Tiga Tahun, Siap Panen Walau Belum Maksimal


Produksi kayu dari kian waktu memang dibutuhkan oleh berbagai kalangan, baik itu industri kayu lapis maupun rumah tangga guna keperluan membangun rumah atau rehab.Berbagai jenis kayu pun sekarang menjadi mahal dan harga bisa selangit, sehingga kesadaran akan penanaman kayu maupun investasi di bidang ini pun patut dilirik. Dengan kebutuhan yang meningkat serta minimnya ketersediaan kayu, lantas membuat kita sebagai generasi harus mau dan mampu untuk melakukan penghijauan. Walaupun ini dinilai menguntungkan pihak lain, kita juga bisa berinvestasi waktu dan keuangan dalam jangka panjang.

Jabon merupakan jenis kayu temuan baru yang memiliki kecepatan tumbuh sangat cepat dibandingkan albasia maupun sengon. Dalam kurun waktu tiga tahun saja bisa mencapai lingkar 80cm, sedangkan kayu jenis lain belum tentu bisa secepat itu. Dengan kecepatan tumbuh yang sangat luar biasa, maka dalam investasinya pun bisa panen dengan cepat, minimal 5 tahun kita bisa panen raya. Bahkan pernah ada seseorang yang hanya memiliki 4 batang pohon jabon berumur 7 tahun, dapat bayaran sebesar 7 juta rupiah.

Saya pribadi pun sudah mengamati dan memang terbukti nyata bahwa kayu yang memiliki nama latin Anthocephalus Cadamba ini bisa dijadikan investasi yang sangat menguntungkan. Kendati banyak hama yang bisa menyerang kayu jenis ini, kita masih bisa mengatasinya dengan pestisida. Banyak sekali jenis pestisida yang bisa digunakan untuk membasmi hama jenis ulat. Sementara itu, pemupukan pun harus dilakukan ketika jabon ini masih belia, agar pertumbuhannya maksimal serta panen raya bisa lebih banyak kayunya.

Merekam Jejak Perjalanan Kebumen-Banjarnegara

Nampak berbeda memang antara waktu dulu dan sekarang tatkala melewati jalur Kebutuh menuju ke Kebumen. Kali ini jalanan tersebut nampak sudah diperbaiki hingga menuju ke daerah perbatasan, sementara di perbatasan sendiri memang masih banyak lubang atau jalan rusak yang memperlambat laju kendaraan. Sehingga perlu kehati-hatian dan kelincahan untuk melewati daerah terjal tersebut.

Rute menuju ke Kebumen melewati Kebutuh Kecamatan Pagedongan memang sudah dicanangkan pemerintah sejak dahulu kala, sebagai jalur pensil tembusan antara Pekalongan-Kebumen tanpa harus memutar melewati Banyumas maupun Magelang dan Purworejo.

Hal tersebut sudah disambut baik oleh berbagai stakeholder, namun lambatnya proses trayek serta tingginya aktivitas penambangan pasir dan maraknya kendaraan berat, menyebabkan ruas jalan tersebut menjadi rusak parah. Pemerintah perlu turun tangan segera agar permasalahan serta rencana ini bisa terealisasi dengan baik tanpa harus mengorbankan material aspal terutama dimanfaatkan oleh penambang pasir. Padahal jelas sudah bahwa jalanan ini dimaksimalkan untuk kepentingan rakyat.

Sunday, July 1, 2012

Mendadak Buntu Untuk Menulis

Sempat membaca sedikit tulisan dari kang Didno tentang lomba blog yang hadiahnya motor. Wah sangat menarik nih karena honda Beat yang memang irit dari bahan bakar serta mudah perawatan. Kini motor tersebut kalau di pasaran berkisar 14 juta cash. Kalau kredit ya bisa mencapai sekitar 20 juga lebih. Terkadang dalam memilih kendaraan selain ramah bahan bakar juga kecepatan atau akselerasi ketika berpacu di jalanan. Singkat cerita aja ini dulu tentang Honda Beat, yang penting dalam hari ini sudah melakukan tindakan update blog walau cuma beberapa kalimat yang singkat. Salam sukses untuk anda semua dan mari teruskan upaya mengasah kemampuan kita dalam menulis agar menjadi lebih cerdas dan berwawasan.