-

Canangkan Padi Organik, Petani Sindanghaji Mulai Uji Coba Musim Tanam Padi Kali Ini

Dalam rangka mewujudkan berkembangnya sistem pertanian berbasis organik, petani di Desa Sidaharja Dusun Sindanghaji, Lakbok, Banjar, mulai musim tanam kali ini akan menggunakan pengolahan tanah menggunakan pupuk organik. Sebetulnya pencanangan program ini sudah direncanakan beberapa tahun silam oleh pemerintah Desa setempat, namun masyarakat di wilayah ini enggan untuk melaksanakannya lantaran mereka tidak berani berspekulasi terhadap hasil panen.


Memang kalau dipahami secara mendalam, hasil panen pada awal menggunakan pupuk organik hasilnya akan menurun jika dibandingkan dengan menggunakan urea. Namun hal ini hanya akan terjadi di awal pengolahan pertama, untuk panen selanjutnya hasil akan lebih bagus dan banyak. Musim tanam pertama memang terjadi penurunan hasil gabah, lantaran pupuk organik tersebut masih melakukan penyesuaian unsur hara serta zat penyubur tanaman yang lain termasuk cacing tanah. Jika konstan dan konsisten menggunakan pupuk organik ini, lambat laun hasilnya akan memuaskan dan melimpah.

Beberapa penyuluh pertanian yang berasal dari desa setempat berpendapat, bahwasanya masyarakat tidak berani melakukan spekulasi disamping tidak menyadari akan dampak dari penggunaan pupuk kimia berkepanjangan.

Di samping itu, para petani masih enggan untuk mencoba program panen hingga 3 kali dalam setahun. Hal tersebut di latar belakangi oleh sebuah sugesti bahwasanya jika tanam terlalu awal tanpa dibarengi dengan yang lainnya, hama padi akan mudah menyerang. Memang hal ini bisa saja terjadi, lantaran hanya sebagian kecil sawah yang sudah ditanami sehingga hama hinggap di tanaman padi tersebut sebagai makanannya.

Ini bisa dibenarkan tentu saja, karena berbagai hama padi akan memakan tanaman yang sudah ditanam tersebut. Jika masyarakat setempat bisa kompak dalam pengolahan pertanian ini, maka hama yang menyerang itu bisa dicegah dengan segera.

Grumbul Picung Menjadi Contoh Tanam 3 Kali Dalam Setahun
Sebuah blok sawah yang terletak di Dusun Sindang Asih RT 25 yang bernama grumbul Picung, terdapat sebuah lahan pertanian yang menggunakan pola tanam 3 kali dalam setahun. Hal ini sudah berlangsung lama, yakni sekitar 3 tahun silam

Perbukitan yang mengelilingi persawahan seluas 8 hektar ini, turut andil dalam kemakmuran petani di Grumbul Picung tersebut. Banyaknya tanaman kayu khususnya jati dan berbagai kayu keras lainnya, yang menyimpan cadangan air di dalamnya adalah sumber utama pengairan di areal sawah tersebut.

Dari gambaran singkat di atas, masyarakat petani di Desa Sidaharja ini harusnya bisa menyadari dan lebih giat lagi agar kompak dalam mengelola pertanian sawah untuk bisa dilaksanakan pola tanam 3 kali dalam setahun. Apalagi ada sekitar 3 lokasi sawah yang letaknya di bawah aliran irigasi, sehingga pasokan air sangat lancar. Namun karena kekompakkan para petani ini masih berkurang atau tidak ada sama sekali maka harapan pemerintah dalam memakmurkan petani di daerah ini tidak bisa terlaksana.
Previous
Next Post »

Silahkan berkomentar tetapi dengan santun. Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Thanks for your comment