-

Perdebatan Antara Promotor Lady Gaga dengan FPI

Tajuk diskusi yang dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2012 lalu oleh TV One saat penyelenggaraan acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yakni FPI versus Lady Gaga berlangsung seru dan penuh dengan perdebatan dari kedua belah pihak. Tak ayal acara tersebut pun disaksikan oleh berbagai masyarakat penjuru dunia. Pimpinan TV One tersebut rupanya faham betul mengenai kondisi terkini di lapangan antara rencana kehadiran Lady Gaga dalam tour konser ke berbagai negara.

Beberapa tokoh yang hadir dalam diskusi tersebut antara lain Habib Salim Alatas dari Front Pembela Islam (FPI), Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj, tokoh Ansor Nusron Wahid, Tokoh Pembela Muslim Munarman SH, Perwakilan Komunitas Salihara, serta seniman Ratna Sarumpaet dan banyak lainnya.
Diskusi tersebut pun berlangsung seru dan penuh adu argumen di mana FPI, MUI serta Forum Umat Islam (FUI) yang secara tegas menolak kehadiran Lady Gaga dalam rencana konser di Indonesia dengan promotor dan penikmat Lady Gaga.

Terkait rencana konser ini, pihak MUI dan FUI melayangkan surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam surat tersebut mereka menyatakan keberatan atas kehadiran Lady Gaga dalam konser di tanah air lantaran si penyanyi kelahiran 28 Maret 1986 itu merupakan penganut dajjal atau istilah lainnya lucifer (illuminati) dan secara terang-terangan akan membangun kerajaan iblis di Indonesia. Selain itu, penyanyi ini dalam lirik serta nada lagunya merupakan musik aliran setan.

Atas permintaan dari MUI dan FUI tersebut, pihak istana kemudian meneruskan surat tersebut kepada Kepolisian Daerah Metro Jaya, lembaga yang kemudian melarang konser Lady Gaga tersebut. Dalam kesempatan lain, Kapolri Jendral Polisi Timur Pradopo pun telah menerima surat serupa dari FPI yang juga ditembuskan kepada Presiden. Dalam surat tersebut pihak FUI berharap agar Kapolri tidak mengijinkan Big Dady Production menyelenggarakan konser Lady Gaga di Indonesia.

Siapa itu Lady Gaga???
Lady Gaga merupakan artis amerika yang pernah merebut lima Grammy Award serta 13 Video Music Awards dari MTV. Terinspirasi David Bowie, Michael Jackson, Madonna dan Queen, pada 2012 tahun ini Lady Gaga duduk di ranking keempat pencetak uang terbesar dalam daftar Billboard, dengan perolehan lebih dari US$25 juta.

Tanggapan dari mereka yang pro Lady Gaga menilai bahwa penentangan terhadap konser lady gaga tidak beralasan dan ini bertentangan dengan kebebasan berexpresi. Bahkan anggota DPR dari Fraksi Demokrat Benny Kabur Harman menilai bahwa Kepolisian tidak bisa memberikan keamanan dan kenyamanan terhadap acara tersebut. Memang isu tudingan terhadap kepolisian tersebut sangat hangat diperbincangkan, namun Kepolisian membantah bahwa tindakan pelarangan tersebut telah menggunakan dasar disrection (kewenangan mengambil keputusan sesuai 'good judgment'). Keputusan tersebut pun diambil setelah melakukan analisa dampak serta manfaat dari penyelenggaraan konser tersebut.

Diskusi yang berlangsung sengit tersebut pun tidak berlangsung kondusif lantaran masing-masing pihak tetap bersikukuh pada pendapatnya. Hal ini tentu saja karena masalah agama, di mana untuk mencegah tindakan amar ma'ruf nahi munkar pelarangan ini harus dilaksanakan. Sampai detik ini pun kepolisian RI belum memberikan izin konser, dan dimungkinkan acara tersebut pun tidak bisa dilaksanakan.
Previous
Next Post »

Silahkan berkomentar tetapi dengan santun. Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Thanks for your comment