Friday, January 6, 2012

Weton Dalam Pandangan Masyarakat Jawa

Istilah yang satu ini memang tidak asing dalam peradaban masyarakat jawa. Ilmu kejawen atau terkadang disebut primbon, mengungkap berbagai sisi kehidupan dan mengangkat tuntas istilah "weton". Acara besar maupun kecil bagi masyarakat jawa, selalu mengkaitkan dengan "weton". Urusan pernikahan pun masih ada yang menggunakan primbon, contohnya gadis yang memiliki "weton" selasa manis, disarankan mencari pria yang "weton" sabtu pon. Di era modern saat ini, memang hanya beberapa masyarakat jawa yang masih menggunakan primbon. Sebetulnya apa makna dari primbon itu sendiri? Menurut pandangan saya adalah suatu ilmu yang didasarkan pada hasil pengamatan secara turun temurun dan bisa disebut dengan "ilmu titen". Weton secara harfiah adalah hari kelahiran. Masyarakat jawa yang masih kental ilmu kejawennya, sangat berhati-hati dalam bertindak dan selalu mengkaitkan dengan "weton".

Pembaca yang budiman, mungkin diantara kalian ada yang pernah ditanya "weton" ketika ingin melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan? Pertimbangan "weton" menjadi hal yang utama, pasalnya masyarakat jawa mengamati cocok dan tidaknya berdasarkan "weton". Jika mendapatkan calon pasangan namun perhitungan "weton" tidak cocok, maka disarankan dibatalkan dan apabila nekat diteruskan, akan terjadi banyak ujian seperti sulit rejeki, sering bertengkar, kurang harmonis dan lain sebagainya. Ilmu kejawen boleh saja jadi bahan pertimbangan, namun keimanan harus tetap dijaga. Dengan prinsip bahwa jodoh, rejeki, dan lain sebagainya berasal dari Allah SWT. Sekian dan wassalam.

2 comments:

  1. saya bikin rumah pake tembok weton #eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe itu mah tembok beton bro. #ndagel
      gimana kbr neh? http://enyongmaning.blogspot.com

      Delete

Silahkan berkomentar tetapi dengan santun.

Buat yang pengen lihat kehebohan kami di Youtube, silahkan lihat di sini https://goo.gl/FQGQku atau https://goo.gl/1ufXwB