-

Tumbuhkan Semangat Eling

"Eling ngger, sing eling ayo do nyebut". Ungkapan di atas seringkali kita dengar manakala terjadi suatu musibah atau bahkan ketika mendapatkan sesuatu namun dengan expresi berlebihan, anak jaman sekarang menyebutnya "lebay". Suatu pemahaman yang diiringi dengan makna agama, dalam artian disuruh mengucap lafaz "Astaghfirullaahal'adzim". Pernah suatu kali teman saya mengalami sakit panas, orang tua mereka menyuruhnya untuk eling, mereke mengucapkan "eling ngger, sing eling. Ayo do nyebut, istighfar". Dalam beberapa kategori mengenai masalah sebut, kita tentunya mendengar berbagai makna dari ini semua. Sebut namaku, sebut kelapa #eh serabut dink#, pagi-pagi banyak sebut #eh kabut#, dan lain sebagainya. Sebagai agama muslim tentunya banyak lafaz yang selalu dinasehatkan oleh kedua orang tua kita untuk selalu dekat dengan sang Pencipta.

Di sebuah tempat yang tidak bisa saya sebutkan namanya, ada rumah "eling" yang dijadikan untuk tempat merenung, serta mencari ilham, atau bahkan menenangkan fikiran. Rumah eling tersebut terletak di atas perbukitan yang banyak satwa liar serta air terjun yang sangat indah. Tidak bisa sembarang orang bisa pergi ke tempat tersebut, karena telah di jaga oleh beberapa mahluk yang wow seram. Makanya kita harus selalu "eling" ketika berada di sana, dengan menjadikan Sang Pencipta sebagai penolong dan satu-satunya sesuatu yang wajib disembah agar kita bisa selalu "eling". Mencengangkan memang kondisi saat ini, ketika anak-anak panas atau seseorang yang sedang dilanda musibah atau bahkan terlanjur happy, mereka disuruh "nyebut", eh malah bilangnya "but, but, nyebut". Jangan salahkan media ketika anak-anak kita jauh dari agama, melainkan peranan orang tualah yang sangat mempengaruhi pendidikan serta akhaq anak-anak kita. Dalam hal ini ibu memegang peranan yang urgen, di mana sejak bayi lahir hingga cukup dewasa, ibu selalu mendampingi anak-anaknya mulai dari belajar berbicara, belajar berjalan, dan lain sebagainya termasuk pendidikan agama. Kualitas wanita atau gadis muda yang berkualitas dari segi akhlaq (agama) serta pendidikan formal memang sangat sulit. Ada yang akhlaqnya bagus tapi pendidikan formalnya rendah, ada yang pendidikan formalnya tinggi tetapi ilmu agamanya kurang sehingga lebih mengedepankan materi ketimbang pendidikan anak.

Ada beberapa pandangan bahwa memiliki istri keluaran pondok itu sangat keren alias "te o pe be ge te". Namun tidak selalu itu benar, pasalnya sebagian besar atau separuhnya gadis keluaran pondok mereka lebih terjun ke dunia agama. Dengan demikian ilmu umum dan dunia pekerjaan, contoh pekerjaan di sawah mereka nol. Saran saya jika ingin mencari istri yang "jebolan pondok", carilah Pondok Modern yang menyajikan pendidikan formal dan wirausaha di samping agama tentunya. Lalu apa manfaatnya jika memilih gadis yang pendidikannya tinggi serta pegawai negeri misalnya tetapi agamanya kurang? Pendidikan formal yang tinggi memang terkadang bisa menunjang pekerjaan yang bagus. Manfaatnya ya tentu saja bisa membantu ekonomi keluarga, meringankan beban pundak suami "gak wajib sih". Negatifnya opo yo? Wanita karir tentu saja lebih memilih untuk menghabiskan waktu mereka lembur atau pulang larut malam dari tempat kerja, ketimbang mengurus anak-anak mereka di rumah. Sehingga bocaeh lebih dekat dengan pembantu ketimbang ibu kandungnya sendiri. Kedekatan dengan sang ibu tentunya sangat berbeda jauh ketimbang dekat dengan pembantu. Kasih sayang ibu kandung tulus murni, sedangkan pembantu hanya melaksanakan kewajiban karena mereka di bayar. Kesimpulan yang bisa sedikit diperoleh adalah carilah gadis yang berilmu dan berakhlaq. Gampang kan? Hemm,,,, tapi banyak yang bilang "itu susah bro, apalagi di jaman modern kayak gini". So, itu tantangan buat kita. Ingat donk pepatah "Laki-laki yang baik hanya untuk gadis baik, dan gadis baik-baik hanya untuk pria yang baik pula". Semangat untuk mencari, salah satunya ya di Kopdar Blogger. Langkah awal untuk mendapatkan emas seperti info di atas ya "Ayo Perbaiki Diri (Akhlaq dan Iman)". Sekian.
Previous
Next Post »

3 comments

Click here for comments
January 4, 2012 at 5:34 PM ×

berbicara tentang eling/kesadaran, maknanya dalem sekali bagi saya

pernah nga kita mikir dulu sebelum duduk, kalo di belakang kita kursi, otomatis otak kita tidak berpikir (tidak sadar/otomatis) dan langsung duduk

kadang kita juga lupa sudah menutup pintu/belum

eling menurut saya adalah sadar dengan apa yang kita lakukan

nice post :)

Balas
avatar
admin
January 5, 2012 at 3:44 AM ×

wah maturnuwun kang sudah mampir ke blog saya. hehe coretan iseng, inspirasinya dari kehidupan sehari-hari.

Balas
avatar
admin
April 30, 2013 at 9:30 PM ×

bener bang, saya juga sudah baca buku yang berhubungan dengan awareness, ketika kita benar-benar menyadari keberadaan kita / eling

terima kasih artikelnya :)

Balas
avatar
admin

Silahkan berkomentar tetapi dengan santun.

Buat yang pengen lihat kehebohan kami di Youtube, silahkan lihat di sini https://goo.gl/FQGQku atau https://goo.gl/1ufXwB Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Thanks for your comment