Friday, January 27, 2012

INGAT KISAH PERJALANAN WAKTU AMPROKAN

Tak pernah membayangkan bahwasanya menjadi seorang blogger membawa banyak pengalaman hingga ke pelosok tanah air. Awalnya hanya sekedar ingin tahu mengenai tata cara membuat sebuah website, dengan modal limapuluhribu saya pun membuka gerbang untuk menjadi seorang newbie hingga menjadi pecandu internet. Dahulu kala saya sering tengok kawan-kawan yang ingin membuat sebuah blog gratisan, kami sering ngumpul untuk diskusi hingga terkadang sampai larut malam. Karena masih sama-sama awam akan teknologi internet khususnya dalam bidang designweb, saya memutuskan untuk gugling seputar apa yang masih membuat kepala pusing satu keliling (kalo tujuh keliling bisa tepar saye). Alhamdulillah ya berkat ketekunan serta semangat belajar yang tinggi, saya bisa sedikit meningkatkan ilmu pengetahuan (koq sedikit? Ya karena tingkatan ilmu masih tinggi lagi) dan xlangkah lebih maju.
Wew koq saya jadi nyerempet icon salah satu operator sih? Mungkin terbawa suasana aja kali ya.

Tahun yang populer dikenal karena sebuah film action yang menandakan kejadian kiamat alam dunia, merupakan tahun ketiga dimana saya telah memposisikan diri sebagai seorang blogger. Ada gula ada semut, seperti para semut yang bertandang ke satu tempat untuk menikmati gula. Begitu pun dengan para blogger yang datang dari berbagai pelosok tanah air, rela menyempatkan waktu untuk menikmati gula eh maksudnya ilmu dari sharing atau seminar dari kopdar tersebut. 6-7 Maret 2010 merupakan pengalaman pertama saya mengikuti kopdar di Bekasi yang diselenggarakan oleh Beblog dengan nama Amprokan. Ucapan terima kasih untuk mba Ajeng dari Beblog yang telah mengenalkan saya mengenai kopidarat. Begini ceritanya... Februari tahun silam, saya mendapat sms dari ajengkol (nick surat elektronik mba ajeng) untuk menghadiri amprokan blogger pertama sekaligus dalam rangka ulang tahun Kota
Bekasi.

[KOMPAS.COM] Wamen ESDM: Indonesia Itu Nggak Kaya Minyak

Wamen ESDM: Indonesia Itu Nggak Kaya Minyak


Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Widjajono Partowidagdo, mengatakan, Indonesia sebenarnya tidak kaya akan sumber daya minyak bumi.....

selengkapnya

Wednesday, January 25, 2012

ASMAULHUSNA: Tiga Pekan di Gunung Badanku Pegal

ASMAULHUSNA: Tiga Pekan di Gunung Badanku Pegal

ASMAULHUSNA: Tiga Pekan di Gunung Badanku Pegal

ASMAULHUSNA: Tiga Pekan di Gunung Badanku Pegal

Tiga Pekan di Gunung Badanku Pegal

Penebangan kayu jati seluas 35hektar di area tanah kerajaan yang
terletak di Desa Sidaharja yang diprediksikan selesai dalam kurun
waktu satu bulan, kini selesai sudah dan tercatat 23 hari untuk
mengumpulkan kayu gelondongan. Kayu yang rata-rata memiliki keliling
lingkaran 40cm ini, hanya menunggu kendaraan gerandong (sebutan untuk
ojek motor pengangkut kayu-red) untuk memindahkannya ke pemukiman.
Menurut perkiraan yang saya amati, masih ada sekitar 6 rit. Guna
mempercepat pemindahan kayu ke pemukiman, pemborong menyediakan 7
gerandong sebagai kendaraan pengangkutnya. Di samping itu, kondisi
cuaca yang mulai stabil dalam hal ini tidak turun hujan, akan sangat
membantu sekali dikarenakan jalanan kering sehingga bisa dilalui
dengan mudah.

Sementara itu, para pekerja yang bertugas mengangkut/mengumpulkan kayu
gelondongan di TKP, selesai masa tugasnya pertanggal 25 Januari lalu.
Puluhan kayu bakar yang merupakan sisa barang alias tidak terpakai,
juga sudah terjual semua dengan satuan kubik dan dihargai 25ribu
perkubiknya. Beruntung mereka yang membeli kubikan karena mendapat
harga obral, padahal harga sebelumnya mencapai Rp 40.000,- per
kubiknya. Kami para pekerja yang sudah bersusah payah mengumpulkan
sisa potongan kayu untuk keperluan kayu bakar, pun ikut dijual oleh si
ayahnya pak mandor. Kami sebetulnya sudah memisahkan kayu bakar yang
akan dibawa pulang, namun entah kenapa dikubikkan dan dijual. Di
samping itu, kayu yang sudah dikubik kerap kali dicuri oleh penduduk
setempat, jumlahnya tak perlu banyak yakni mereka mengambil tiga atau
empat batang saja namun tiap hari. Singkat cerita, badan saya pun
lelah sudah dan ingin refreshing sejenak.

Tuesday, January 24, 2012

Berbagi Ilmu Tanpa Harus Secara Formal

Keterbatasan waktu maupun berbagai aktivitas lainnya memang terkadang membuat kita enggan atau malas untuk mengikuti berbagai event besar, entah hanya sekedar refreshing, reuni ataupun sharing alias berbagi ilmu. Namun itu bukan suatu halangan ketika kita membutuhkan suatu informasi, media sosial online pun bisa dijadikan ajang untuk berbagi ilmu. Beberapa diantaranya yang sering digunakan kawula muda atau pun berbagai kelompok umur dan saat ini ramai digunakan ialah Facebook, Twitter, Salingsapa, dan lain sebagainya. Facebook sendiri menyediakan fasilitas berupa kolom catatan, di mana kita bisa menuliskan artikel secara panjang lebar dan saling berbagi argumen lewat kolom komentar di bawahnya. Begitu pula media jejaring sosial lainnya, tak nampak jauh berbeda hanya ada beberapa tombol perintah yang tak sama. Untuk facebook sendiri sebetulnya terdiri dari beberapa jenis, yakni diantaranya Facebook Lite, Facebook Touch dan Facebook Mobile.

Friday, January 6, 2012

Weton Dalam Pandangan Masyarakat Jawa

Istilah yang satu ini memang tidak asing dalam peradaban masyarakat jawa. Ilmu kejawen atau terkadang disebut primbon, mengungkap berbagai sisi kehidupan dan mengangkat tuntas istilah "weton". Acara besar maupun kecil bagi masyarakat jawa, selalu mengkaitkan dengan "weton". Urusan pernikahan pun masih ada yang menggunakan primbon, contohnya gadis yang memiliki "weton" selasa manis, disarankan mencari pria yang "weton" sabtu pon. Di era modern saat ini, memang hanya beberapa masyarakat jawa yang masih menggunakan primbon. Sebetulnya apa makna dari primbon itu sendiri? Menurut pandangan saya adalah suatu ilmu yang didasarkan pada hasil pengamatan secara turun temurun dan bisa disebut dengan "ilmu titen". Weton secara harfiah adalah hari kelahiran. Masyarakat jawa yang masih kental ilmu kejawennya, sangat berhati-hati dalam bertindak dan selalu mengkaitkan dengan "weton".

Pembaca yang budiman, mungkin diantara kalian ada yang pernah ditanya "weton" ketika ingin melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan? Pertimbangan "weton" menjadi hal yang utama, pasalnya masyarakat jawa mengamati cocok dan tidaknya berdasarkan "weton". Jika mendapatkan calon pasangan namun perhitungan "weton" tidak cocok, maka disarankan dibatalkan dan apabila nekat diteruskan, akan terjadi banyak ujian seperti sulit rejeki, sering bertengkar, kurang harmonis dan lain sebagainya. Ilmu kejawen boleh saja jadi bahan pertimbangan, namun keimanan harus tetap dijaga. Dengan prinsip bahwa jodoh, rejeki, dan lain sebagainya berasal dari Allah SWT. Sekian dan wassalam.

Entah Apa Judulnya

Adamanis. Itulah kata-kata yang terlontar ketika pikiran buntu namun ingin melanjutkan menulis. Sekian saja.

Wednesday, January 4, 2012

Tumbuhkan Semangat Eling

"Eling ngger, sing eling ayo do nyebut". Ungkapan di atas seringkali kita dengar manakala terjadi suatu musibah atau bahkan ketika mendapatkan sesuatu namun dengan expresi berlebihan, anak jaman sekarang menyebutnya "lebay". Suatu pemahaman yang diiringi dengan makna agama, dalam artian disuruh mengucap lafaz "Astaghfirullaahal'adzim". Pernah suatu kali teman saya mengalami sakit panas, orang tua mereka menyuruhnya untuk eling, mereke mengucapkan "eling ngger, sing eling. Ayo do nyebut, istighfar". Dalam beberapa kategori mengenai masalah sebut, kita tentunya mendengar berbagai makna dari ini semua. Sebut namaku, sebut kelapa #eh serabut dink#, pagi-pagi banyak sebut #eh kabut#, dan lain sebagainya. Sebagai agama muslim tentunya banyak lafaz yang selalu dinasehatkan oleh kedua orang tua kita untuk selalu dekat dengan sang Pencipta.

Di sebuah tempat yang tidak bisa saya sebutkan namanya, ada rumah "eling" yang dijadikan untuk tempat merenung, serta mencari ilham, atau bahkan menenangkan fikiran. Rumah eling tersebut terletak di atas perbukitan yang banyak satwa liar serta air terjun yang sangat indah. Tidak bisa sembarang orang bisa pergi ke tempat tersebut, karena telah di jaga oleh beberapa mahluk yang wow seram. Makanya kita harus selalu "eling" ketika berada di sana, dengan menjadikan Sang Pencipta sebagai penolong dan satu-satunya sesuatu yang wajib disembah agar kita bisa selalu "eling". Mencengangkan memang kondisi saat ini, ketika anak-anak panas atau seseorang yang sedang dilanda musibah atau bahkan terlanjur happy, mereka disuruh "nyebut", eh malah bilangnya "but, but, nyebut". Jangan salahkan media ketika anak-anak kita jauh dari agama, melainkan peranan orang tualah yang sangat mempengaruhi pendidikan serta akhaq anak-anak kita. Dalam hal ini ibu memegang peranan yang urgen, di mana sejak bayi lahir hingga cukup dewasa, ibu selalu mendampingi anak-anaknya mulai dari belajar berbicara, belajar berjalan, dan lain sebagainya termasuk pendidikan agama. Kualitas wanita atau gadis muda yang berkualitas dari segi akhlaq (agama) serta pendidikan formal memang sangat sulit. Ada yang akhlaqnya bagus tapi pendidikan formalnya rendah, ada yang pendidikan formalnya tinggi tetapi ilmu agamanya kurang sehingga lebih mengedepankan materi ketimbang pendidikan anak.

Ada beberapa pandangan bahwa memiliki istri keluaran pondok itu sangat keren alias "te o pe be ge te". Namun tidak selalu itu benar, pasalnya sebagian besar atau separuhnya gadis keluaran pondok mereka lebih terjun ke dunia agama. Dengan demikian ilmu umum dan dunia pekerjaan, contoh pekerjaan di sawah mereka nol. Saran saya jika ingin mencari istri yang "jebolan pondok", carilah Pondok Modern yang menyajikan pendidikan formal dan wirausaha di samping agama tentunya. Lalu apa manfaatnya jika memilih gadis yang pendidikannya tinggi serta pegawai negeri misalnya tetapi agamanya kurang? Pendidikan formal yang tinggi memang terkadang bisa menunjang pekerjaan yang bagus. Manfaatnya ya tentu saja bisa membantu ekonomi keluarga, meringankan beban pundak suami "gak wajib sih". Negatifnya opo yo? Wanita karir tentu saja lebih memilih untuk menghabiskan waktu mereka lembur atau pulang larut malam dari tempat kerja, ketimbang mengurus anak-anak mereka di rumah. Sehingga bocaeh lebih dekat dengan pembantu ketimbang ibu kandungnya sendiri. Kedekatan dengan sang ibu tentunya sangat berbeda jauh ketimbang dekat dengan pembantu. Kasih sayang ibu kandung tulus murni, sedangkan pembantu hanya melaksanakan kewajiban karena mereka di bayar. Kesimpulan yang bisa sedikit diperoleh adalah carilah gadis yang berilmu dan berakhlaq. Gampang kan? Hemm,,,, tapi banyak yang bilang "itu susah bro, apalagi di jaman modern kayak gini". So, itu tantangan buat kita. Ingat donk pepatah "Laki-laki yang baik hanya untuk gadis baik, dan gadis baik-baik hanya untuk pria yang baik pula". Semangat untuk mencari, salah satunya ya di Kopdar Blogger. Langkah awal untuk mendapatkan emas seperti info di atas ya "Ayo Perbaiki Diri (Akhlaq dan Iman)". Sekian.

Monday, January 2, 2012

Hobi Ngeblog Kian Marak Untuk Bisnis

Mencari pendapatan melalui internet kini sudah bukan barang langka lagi, dari berbagai usia pun banyak yang menggeluti dunia menulis di web atau blog sebagai media untuk mencari kekayaan dari dunia maya ini. Blogging atau biasa disebut dengan ngeblog, kini sudah menjadi suatu hobi di beberapa anak sekolah. Tujuan mereka bervariasi, mulai dari sekedar mencari tugas sekolah, atau pun iseng-iseng sembari menulis atau kadang copas. Buntu nich pikiran. Sekian dulu nanti disambung lagi.

Sunday, January 1, 2012

Kecewa Namun Gembira Malam Tahun Baru di Langen

Nampak puluhan bahkan ratusan kendaraan memadati areal jalan sekitar alun-alun Kecamatan Langensari pada detik-detik menjelang pergantian tahun 2011-2012. Berbagai makanan serta suguhan lainnya yang beraneka ragam pun tersedia #bayar# untuk para pengunjung yang mayoritas adalah anak-anak muda, namun para orang tua beserta anak-anak kecil pun tak kalah sedikit jumlahnya. Diperkirakan jumlah pengunjung pada malam itu mencapai sekitar 5.000 jiwa. Acara yang semula akan digelar untuk merayakan peresmian pun batal, lantaran entah karena persiapan dananya kurang memadai atau memang dari segi pembangunan fisiknya belum sempurna, karena masih terlihat beberapa titik yang belum dirapihkan. Seandainya pun memaksakan untuk diresmikan tadi malam, esok harinya tetap tidak bisa dilaksanakan penggunaannya.

APARAT KEAMANAN
Untuk mengamankan acara tersebut dari kepadatan lalu lintas atau pun tindak kejahatan, pihak berwajib mengerahkan puluhan aparat keamanan dibantu TNI, Satpol PP, Pramuka serta Dinas Perhubungan. Nampak di berbagai sudut aparat beserta instansi yang lain sibuk mengatur lalu lintas serta parkir. Di samping itu, dalam acara tersebut hadir pula foto grapher dari media massa. Namun saya tidak melihat hadirnya kamera stasiun televisi Trans 7, karena sejak awal saya sempat mendengar kalau malam tahun baru nanti akan didatangkan artis pelawak yang berasal dari Bandung *Sule*. Ketika sampai di sana pun, saya kecewa sekali karena informasi yang saya dapatkan dari seorang kawan yang kebetulan sama-sama akan potong rambut, itu tidak benar. Entah alasan apa yang membuat mereka berkomentar seperti itu, dan tidak memberi kabar tentang update informasi seputar acara malam tahun baru ini.

Ada pengalaman yang masih saya ingat, yakni bertemu dengan seseorang yang memiliki ciri-ciri: kulit putih, ada lesung di kedua pipinya. semalam memakai baju hijau dan berjaket sweeter, membawa kendaraan grand dengan Nopol R 4862 DD. Saya ingin sejenak berkenalan namun entah kenapa minder, mungkin karena dirinya bersama anggota keluarganya yang lain. Senyumnya yang manis masih terbayang di fikiran #masadihati?. Dia waktu itu membawa motor sendirian dengan jumlah motor dalam rombongannya ada 4, dari pengamatan terhadap pergelangan tangan, jari serta wajah, sepertinya dia masih sendiri dan belum menikah. Semoga hari esok dipertemukan kembali dan bisa berkenalan. Aamiin.