-

KISAH KLASIK TENTANG HARI RAYA


Hal yang kembali terulang di mana penetapan 1 Syawal berbeda yang mana mayoritas antara Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama selalu berbeda. Walau di awal cerita kita seolah menyaksikan hampir terjadi kesamaan penetapan Hari Raya tersebut, namun sampai detik ini belum diputuskan tentang jatuhnya hari di mana kita saling bermaaf-maafan. Beberapa mushola di tempat kami yang notabene mayoritas faham NU sempat mengumandangkan takbir, namun tak berlangsung lama karena belum ada kejelasan dari pemerintah pusat dalam hal ini Keputusan Menteri Agama.

Rencana untuk bersilaturahmi ke sanak saudara diundur sementara waktu, paling hari rabu kita melaksanakan shalat Id. Untuk kantor dinas seperti Pos dan Giro hari ini memang masih menjalankan aktivitasnya, namun bank konvensional baik itu swasta atau bank pemerintah sudah melaksanakan cuti bersama yang berlangsung 1 minggu ini. Jum'at kemarin adalah hari terakhir di mana kita bisa melaksanakan transaksi tunai di bank-bank tersebut.

Seolah tak ingin ketinggalan informasi, beberapa warga yang ingin melaksanakan takbir, akhirnya bergerumbul di pos ronda atau perempatan guna membicarakan penetapan tersebut. Wah kita sebagai umat manut kemawon, yang penting shalat id nya jamaah (yo moso dewekan sich). Daripada bingung sendiri dan menantikan ketidak pastian, ya sudahlah beranjak saja ke warnet untuk melepas lelah dan sembari ngeblog atau main facebook,. hehehe. Sekian aja dech tulisan malam ini, kita jumpa lain waktu. See you.
Previous
Next Post »

Silahkan berkomentar tetapi dengan santun. Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Thanks for your comment