Sunday, June 13, 2010

Pemanfaatan Internet Pedesaan


Meski sebagian kalangan menilai berbagai tantangan dalam dunia teknologi terutama yang merambah ke dunia pemerintahan setingkat pedesaan atau kelurahan sangatlah minim, namun dengan berbagai upaya dan kerjasama tim yang solid hal tersebut dapat terhapuskan. Buktinya sejak dirintis mulai tahun 2001 pihak pemerintah Kabupaten Sragen telah mencanangkan program e-government diseluruh aspek kehidupan pemerintahan. Manfaat tersebut antara lain dapat dirasakan dengan pembuatan KTP secepat kilat sekitar 5 menit hingga update data warga bisa langsung diinput oleh tenaga IT di kelurahan masing-masing.



Bagaimana hal ini bisa berjalan? Pemerintah Kabupaten Sragen melalui lembaga KPDE telah mencanangkan program tersebut dengan cara membangun router-router hingga pelosok pedesaan dan menempatkan tenaga ahli dibidang IT untuk memberikan pemahaman/pelatihan kepada perangkat desa. Pelatihan yang dilaksanakan hingga kuranglebih 3 bulan tersebut membuahkan hasil dimana pegawai di tingkat kelurahan dapat mengoperasikan internet maupun berbagai software pendukung e-government tersebut. Nah hal ini dilakukan guna menjawab tantangan jaman terkait kemajuan ilmu pengetahuan di bidang teknologi.

Disamping itu pula pihak pemerintah kabupaten Sragen juga menempatkan berbagai peralatan teknologi guna membantu pihak kepolisian dalam menegakkan kedisiplinan maupun memberantas tindak kejahatan diantaranya pemasangan kamera CCTV diberbagai tempat strategis. Sementara itu guna mendapatkan kemudahan akses internet gratis via wifi juga sudah dipasang hotspot diberbagai wilayah strategis. Sebuah terobosan yang sangat luar biasa dilakukan pemkab Sragen hingga akhirnya program ini juga di share dalam acara amprokan blogger di Bekasi 6-7 maret 2010 lalu dengan pembicara Bapak Dwiyono. Nah jika internet saja bermanfaat untuk masyarakat umum, pasti manfaat juga donk kalau diterapkan dalam sistem pemerintahan? Dengan berbagai metode pembelajaran terhadap khalayak ramai maupun stakeholder marilah kita manfaatkan internet tersebut dengan bijak agar tepat guna dan berdayaguna.

Tuesday, June 8, 2010


Posting pendek aja nich mengingat lagi kurang fit coz adem and capek soale di Solo kemaren jalan2 sejauh 8km. Padahal ada sich kendaraan umum, tp koq mau maunya jalan kaki. Ini bukan soal kemauan tekad tapi mengingat ongkos di kantong paspasan. wah jadi biar ngirit. Banyak juga hikmah kemaren waktu di solo selain bisa kunjungi berbagai pameran wisata atau rumah batik laweyan, sharing yang diadakan dengan pihak XL juga memberikan wacana baru bahkan ketika dihadirkan dengan rombongan jarppuk (jaringan perempuan pembina usaha kecil. kita mendapat beragam informasi yang sangat berharga ketika usaha kecil bisa dimanajemen dalam suatu ikatan persaudaraan hingga bisa tembus ke pasar Mall atau grosir tentunya dengan meningkatkan kualitasnya.
Berbagai kalangan usaha kecil perempuan yang sudah berlangsung selama 8 tahun itu pun menunjukkan cara ikut bergabung maupun trik agar produk kita bisa diterima di toko besar atau swalayan. Sekian semoga bisa bermanfaat, untuk yang ingin membangun jaringan serupa bisa kunjungi jarppuk solo melalui komunitas blogger bengawan di http://bengawan.org

Tuesday, June 1, 2010

Secuil Harapan


Emhh... sedikit ambil nafas tuk relaksasi setelah beberapa jam lamanya kerja di depan komputer. Berbagai keperluan masyarakat yang harus dilayani dengan baik seperti pengiriman uang dalam negeri yang super cepat hanya dalam hitungan lima menit, western union, surat kilat khusus, maupun setoran berbagai macam angsuran seperti adira, BAF, dan lain sebagainya. Hal ini merupakan terobosan baru antara PT.POS Indonesia dengan lembaga terkait guna mempermudah pembayaran kredit maupun pengambilan/pengiriman uang secara cepat, instan dan tempat yang dekat dengan rumah. Masyarakat tentunya sangat terbantu dengan kerjasama ini karena mereka tidak perlu harus ke kantor tempat masing2 pembayaran, tapi cukup datang ke kantor pos terdekat dengan harapan waktu tidak terbuang sia-sia kerana masih ada aktivitas yang harus mereka lakukan kembali.


Sempat terjadi kekacauan ketika aku salah memasukkan kode jenis pajak yang dibayarkan salah satu sekolah negeri di Lakbok Banjar, kode yang seharusnya 104 malah aku tulis 100. Namun untunglah jumlah uangnya tidak besar hanya Rp 20.000,- tapi tetap aja ada kerepotan dibalik itu semua yakni harus buat daftar form pajak dari dinas perpajakan. Ya ini sebuah pembelajaran, dengan adanya sedikit kekacauan akan mendapat hikmah serta ilmu agar ke depan lebih memahami dan teliti lagi. Ini sebetulnya bukan hal sepele karena kita berhubungan dengan mitra di luar PT. POS INDONESIA. Ketika ada selisih entah uang kurang atau lebih mereka selalu nelpon, emh disamping itu ingin kupelajari juga cara pelaporan pengiriman dan pengantaran surat agar bisa merasakan seperti apa sich jadi pegawai POS itu?(ini bukan tukar nasib lho-red). Ketika kawan2 di POS yang berhalangan hadir entah berbagai macam alasan yang melatarbelakanginya, saya bisa menggantikannya dan surat/paket/wessel yang dinanti masyarakat bisa mereka nikmati segera. Amin.